Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 74 : Welcome to Thailand


__ADS_3

Sabtu pagi Lovely dan Jo sudah sampai di Jakarta. Jo langsung membawa Lovely ke rumahnya lalu makan siang bareng keluarga Jo. Siangnya Lovely membantu Jo packing untuk bawaan ke Thailand. Malam ini Jo dan yang lainnya akan berangkat ke Thailand


untuk mengikuti kejuaraan beregu Asia.


Tapi dasar memang nakal! Saat Lovely sedang sibuk packing untuk bawaannya. Jo sempat-sempatnya menindih dan langsung menciumi Lovely dengan rakus. Memang selama di Thailand, Jo tidak bebas untuk menciumi Lovely. Mereka selalu berjalan-jalan ke berbagai tempat wisata dan menginap di rumah Tante Jo.


Seperti Dracula jo mengigit gemas leher Lovely. "Aduh! Sakit! Kak Jo jangan...!" pekik Lovely karena gigitan Jo pada lehernya terlalu keras. Dan tepat pada saat itulah Mama Jo masuk ke dalam kamar!


"Ya ampun Jo! Kamu apain Lovely?!" pekik Mama. Jo bangun dari tubuh Lovely lalu senyum manja. Mama membantu Lovely bangun lalu merangkul nya.


"Nakal kamu ya Jo! Menindih dan mengigit leher Lovely!" Mama menjewer Jo!


"Abis nya gemes Ma, maaf..." kata Jo sambil usap-usap telinga nya.


"Minta maaf sama Lovely! Bukan sama Mama!"


"Iya maaf my love sayang..."


Mama menatap Lovely. "Jo sering nakal seperti itu ya sayang? Suka menindih kamu dan mengigit leher kamu?" tanya Mama.


Lovely menatap Jo. Jo tampak melotot sadis di belakang tubuh Mama nya! Lovely menjadi takut. "Kadang-kadang Ma..." jawab Lovely takut.


Mama menatap Jo. "Awas kamu berani berbuat kasar lagi pada Lovely! Mama akan bilang pada Papa! Biar Lovely di jodohkan saja dengan Kak Revan!" ancam Mama.


Lovely kaget! Jo marah! "Enak saja! Jo yang sudah susah-susah mendapatkan Lovely! Masa mau di kasih sama Kak Revan!"


"Jangan tindih Lovely lagi! Kamu belum boleh melakukan hal itu! Mengerti?!" bentak Mama.


"Iya Mama ku sayang"


"Ini sebenarnya Mama ke kamar kamu karena mau kasih kamu vitamin yang baru. Masukin tas!"


"Oke Ma, makasih"


Sorenya Jo mengantarkan Lovely pulang ke rumahnya. Mama Lovely langsung memeluknya erat-erat.


"Lovely sayang, akhirnya kamu kembali bersama Jo lagi. Mama seneng banget kamu mau ikut Jo ke Singapore!" kata Mama.


"Iya Mama, Lovely akan deket sama Kak Jo lagi" kata Lovely.

__ADS_1


"Oya Papa juga akan ikut ke Thailand bersama tim putra besok. Kita berangkat ke Bandara sehabis makan malam ya!" kata Papa.


"Iya Pa, bawaan Jo juga udah di siapin. Nanti di bawain Kak Revan ke bandara. Jo akan berangkat dari sini saja" kata Jo.


Pukul 7 malam semuanya sudah berkumpul di Bandara. Jo merasa agak kurang enak badan. Dia senderan terus di bahu Lovely.


Livi juga ada bersama Papa Mama nya untuk mengantar Ken. Angela mengantar Hisyam. Sementara Putri mengantar Irman.


Thony melihat dan segera menghampiri Livi. Niatnya mau berpamitan. Tapi kira-kira lima langkah lagi akan sampai di hadapan Livi. Ryan keburu muncul dan berdiri di antara Livi dan Thony.


"Apa kabarnya Livi?" sapa Ryan dengan mata menatap lembut penuh kerinduan.


"Aku baik Mas Yan..." kata Livi.


"Dia senang kok liburan di Banyuwangi. Aku selalu mengasuh nya" kata Ken lalu tertawa bersama Ryan. Tanpa mereka sadari Thony menatap sedih di belakang tubuh Ryan.


Jay juga bertemu lagi dengan Lovely. Dia lihat Jo yang manja bersandar di bahu Lovely. Lovely tampak tersenyum. Jay membuang muka!


Lovely merasa hatinya seolah terhempas ke dasar jurang! Sakit sekali! Kenapa harus sakit? Bukankah ini pilihan hatinya? Kalau memilih Jo, artinya Lovely harus rela kehilangan Jay. Senyumnya, perhatiannya, kasih sayang nya...


Revan yang datang membawa koper Jo yang super berat melihat bagaimana Jay membuang muka saat bertatapan dengan Lovely. Revan tahu Lovely pasti merasa sedih karena pasti masih ingin bersahabat dengan Jay.


"Hai bagaimana kabarnya?" sapa Revan.


"Masih luka parah! Bernafas saja rasanya sesak!" jawab Jay dingin.


"Kamu mengembalikan Lovely pada Jo. Kenapa?"


Jay menghela nafas "Bukankah kamu yang meminta ku untuk mengembalikan Lovely?


Di dalam mobil ku pagi itu... Lovely menangis karena ingat kepada Jo! Kata mu benar Van, Lovely hanya menginginkan Jo! Adikmu yang luar biasa itu!"


"Makasih kamu mau menyadari hal itu" kata Revan.


"Santuy lur! Aku sadar diri kok! Untuk apa Lovely ikut aku ke Bandung kalau hatinya di Singapore?! Percuma! Ya sudah aku kembalikan saja Lovely pada Jo! Biar aku yang sakit!"


Jam 8 malam semua penumpang yang akan berangkat ke Singapore di minta memasuki pesawat. Ryan segera pergi bersama Jay. Thony segera menghampiri Livi. Masih berharap bisa berpamitan.


Tapi Thony rasanya mau pingsan saat ada di dekat Livi, dia malah melihat Ken memeluk dan mencium kening Livi!

__ADS_1


"Aku berangkat ya cinta" kata Ken.


"Iya Kak Ken, hati-hati ya. Bawa kemenangan untuk Indonesia ya?!" kata Livi.


"Pasti! Kamu juga besok belajar! Senin kan ujian akhir semester!"


"Iya my Ken!"


"Livi... Aku juga mau berangkat..." Thony memberanikan diri untuk pamitan pada Livi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?!


Livi dan Ken menoleh "Iya, aku tahu kamu akan berangkat. Trus kamu mau apa?!" tanya Livi cuek.


"Aku mau pamit sama kamu..." jawab Thony.


"Mau berangkat ya sudah! Berangkat saja sana!"


Ken terbahak. Thony merasa sangat sedih. Dia merasa akan berangkat ke neraka!


Akhirnya semua atlet tim putra Indonesia berangkat ke Thailand untuk mengikuti kejuaraan beregu putra Asia.


Lovely dan Livi juga menjalani ujian akhir semester pada hari Seninnya. Mereka berhasil melalui ujian dengan baik.


Sabtu depan Lovely dan Livi berniat berangkat ke Thailand untuk mendukung tim putra Indonesia yang sudah masuk final. Lovely dan Livi tidak berangkat berdua saja. Mereka juga berangkat bersama Angela, Cecil dan Putri.


Lovely bilang pada Jo bahwa akan menyusul ke Thailand untuk menonton langsung dan memberikan semangat. Jo segera meminta Revan untuk menemani Lovely ke Thailand.


Revan pun berangkat bersama kelima gadis itu. Semuanya kagum melihat Revan yang mirip sekali dengan Jo. Malahan Revan lebih terlihat seperti adik Jo karena tubuhnya yang lebih kecil.


Tak ada kesan sok manja atau kesan tuan muda yang bersinar seperti yang ada pada diri Jo. Yang ada pada Revan adalah senyum lebar dan sikap sederhana. Cecil merasa langsung jatuh cinta saat melihat Revan!


Revan menemani kelima gadis itu sampai bandara Bangkok Thailand. Malah menyewakan mereka sebuah kamar hotel untuk di Thailand selama dua hari.


"Gimana? Satu kamar cukup gak untuk kalian berlima? Atau mau dua kamar?" tanya Revan.


"Cukup satu kamar aja Kak. Enakan juga tidur bareng-bareng" jawab Lovely.


"Kak Revan bobo nya sama siapa?" tanya Cecil genit.


"Aku bobo bersama Jo" jawab Revan.

__ADS_1


Angela kesal lalu mencubit perut Cecil hingga Cecil terpekik kesakitan!


__ADS_2