
Jay dan Ryan berhasil menjuarai Kejuaraan Badminton di Malaysia. Maka seusai menerima medali, orang yang pertama kali Jay hubungi adalah Lovely. Anak didiknya yang ia sukai sejak ia bonceng dulu. Walau akhirnya setelah itu hubungan Jay dan Jo menjadi kurang baik.
Minggu sore itu kebetulan Lovely memang sedang berkumpul bersama teman-temannya dirumahnya. Mereka menonton pertandingan Jay dan Ryan lewat live streaming.
"Kak Jay video call!" seru Lovely.
"Ayo angkat! Kita ucapin selamat!" seru Livi.
"Masalah nya barusan Kak Jo WA aku, katanya udah mau nyampe kesini"
"Biarin! Angkat aja! Kan Kak Jay pelatih kita" kata Angela.
"Iya deh..." Lovely mengangkat video call dari Jay.
"Halo" sapa Jay.
"Selamat sore Kak Jay!" seru Cecil semangat. Bagi Cecil, semua atlet di Klub nya keren dan ganteng-ganteng! Pada siapapun Cecil centil.
"Sore! Lagi pada ngapain atuh? Lagi pada kumpul ya?" sapa Jay.
"Iya nih, di kamar Lovely. Selamat ya buat Kak Jay, dapat juara di Malaysia!" seru Livi.
"Iya, selamat Kak Jay!" seru yang lain nya.
"Makasih ya adik-adik. Pokoknya besok Aa bawain hadiah dari Malaysia. Khusus buat kalian semua"
"Asyik!" seru Cecil semangat.
Saat itulah Jo tiba di kamar Lovely dan memergoki Jay yang sedang video call bersama gadis-gadis itu. Jo langsung muncul di tengah-tengah.
"Hei Jay! Ngapain video call my Love?!" tanya Jo kasar seraya merangkul bahu Lovely.
"Aku video call sama semua nya kok!" jawab Jay
"Video call semuanya?!" Jo mencibir. "Ini laptop my Love! Kalau saat ini di kamar Lovely gak ada teman-temannya, pasti kamu saat ini sedang video call berdua doang sama Lovely!"
"Marusak suasana kamu Jo! Aku baru aja juara di Malaysia barusan, kok kamu muncul tiba-tiba terus marah-marah gak jelas? Aku cuma punya no Lovely di HP ku. Ya aku call Lovely aja, membagi kebahagiaan"
"My Love gak bahagia kok kamu juara!"
"Kata siapa? Coba tanya Lovely! Dia pasti senang pelatih nya juara!"
Jo manyun sambil melirik Lovely. "Love, kamu senang ya, Jay juara?"
__ADS_1
"Senang dong! Kan Kak Jay pelatih aku" kata Lovely.
"Tuh! Dengar kamu Jo?! Makanya gak usah lebay deh! Tenang aja! Aku tidak akan merebut Lovely dari kamu. Aku tahu diri kok! Aku tidak seganteng kamu Jo!"
"Enggak! Kak Jay juga ganteng kok!" seru Cecil
Jo menarik Lovely dari kerumunan itu dan membawanya duduk di sofa kamar. "Udah Love, biarin aja Jay video call sama teman-teman kamu. Kamu disini temani aku!"
"Iya oke!"
"Kamu gak suka Jay kan?! Dia gak ganteng kan?! Dia biasa aja kan?!"
Lovely jadi geli. Seperti nya Jo takut sekali akan ada cowok yang lebih ganteng dari dirinya!
Lovely membelai pipi Jom "Iya, Kak Jay biasa aja. Aku cuma suka dan sayang sama Kak Jo"
Jo senyum bahagia lalu mencium kening Lovelym "Iyalah! Jangankan Jay! Lee Min Ho aja enggak seganteng aku kok!" kata Jo pede! Lovely mengangguk patuh walau dalam hati kurang setuju.
*********
Senin sorenya saat anak-anak usai latihan bersama Ken dan Mark, Jay dan Ryan sampai di asrama. Jay dan Ryan membawa banyak oleh-oleh makanan dari Malaysia. Semua mengucapkan selamat pada Jay dan Ryan.
"Selamat ya Kak" seru semuanya.
"Oke Aa! Terus panggil kak Ryan harus Aa Ryan juga?" tanya Cecil.
"Enggak! Ngawur toh! Aku orang Yogya! Panggil Kakak atau Mas aja" kata Ryan.
"Mas Yan?!" tanya Livi.
Ryan melirik Livi. Keduanya beradu pandang. Livi senyum manis sambil mengerling. Ryan terpukau.
"Masya Allah... Livi cantik sekali! Makin sering ketemu aku jadi makin suka!" batin Ryan yang memang dalam hati menyimpan rasa suka pada Livi. Padahal Livi sudah dekat dengan Ken! Dan Ken adalah teman dekat Ryan! Malah di asrama putra, Ken adalan teman sekamar Ryan. Ryan tidak boleh suka apalagi sampai jatuh cinta sama Livi!
"Kok bengong! Panggilnya Mas Yan?!" tanya Livi agak keras.
"Ah!" Ryan tersadar dari lamunannya. "Iya boleh Vi, panggil Mas Yan juga boleh"
"Atau Mas Glow ya? Hehehe, kan kulit Mas glowing banget!"
"Ngawur ah" Hati Ryan berdebar keras! Padahal Livi hanya bercanda.
Diam-diam Jo yang memperhatikan agak jauh jadi kesal! Jo melihat Jay dan Ryan hanya tebar pesona di depan para gadis itu! Apalagi Jay! benar-benar menyebalkan! Walau sedang bersama gadis-gadis lain, tapi Jo tahu. Jelas sekali kalau Jay lebih sering memandang pada Lovely! Dan Lovely adalah milik Jo! Jo tidak suka jika ada orang yang memandang berlebihan pada milik nya!
__ADS_1
"Neng cantik gimana kabarnya?" sapa Jay.
"Baik, aduh! Jangan panggil Neng cantik! Terlalu berlebihan kedengarannya" kata Lovely.
"Kan Neng emang cantik!"
"Jangan! Nanti ada kecemburuan sosial. Berlakulah sama dengan semua anak didik Kak Jay"
"Ah! Bilang aja kalau kamu takut pacar kamu itu marah lagi sama Aa seperti waktu Aa bonceng kamu pulang sore itu"
"Itu juga..."
Jo tidak tahan lagi melihat Lovely bicara dengan Jay! Jo langsung menghampiri dan menarik tangan Lovely. "Acara penyambutan juaranya udah selesai kan? Ayo my Love! Kita pergi kencan!" kata Jo.
"Iya Kak Jo..." Lovely ikut tarikan tangan Jo.
Jay menatap kepergian Lovely. Hatinya membatin. "Neng cantik, nengok kebelakang dulu..." Dan ajaib nya Lovely menengok ke belakang seolah mendengar kata hati Jay.
"Yes!" seru Jay tiba-tiba. Ryan yang ada di sisinya sampai kaget.
"Apa toh kamu ini Jay?! Bikin kaget aja!" kata Ryan.
"Baru saja hatiku meminta Lovely untuk menengok ke belakang, dan dia langsung menengok ke belakang Yan!"
"Ngawur! Jangan aneh-aneh! Lovely itu pacar Jo!"
"Ah! Emang aku gak tahu? Kamu suka sama Livi? Livi kan pacarnya Ken!"
"Ngawur! Aku cuma anggap Livi junior aku! Apalagi Livi sama Ken! Ken kan roomate (teman sekamar) aku toh!"
"Kalau aku bromance kamu ya?! Hahahaha" Jay ngakak dan telinga Ryan terasa sakit!
"Ya Allah... Kenapa kamu ini selalu saja berisik Jay! Bawel kamu lebih-lebih dari Ken! Ketawa melulu! Ngakak melulu! Keras lagi!" rutuk Ryan.
"Bukankah itu artinya kamu sepadan dengan aku? Kalau aku pendiam kayak kamu pasti komunikasi kita jadi macet dan di lapangan kita gak akan bisa bekerja sama!"
"Ngawur!!!"
*kita memang bukan pasangan sempurna
bukankah Tuhan mengirimmu untuk melengkapi ku
Fiersa Besari - Hidup kan baik-baik saja*
__ADS_1
Fiersa Besari : Penyair, Penulis, Penyanyi