
Senin siang di Bandara Internasional Bangkok Thailand, semua anggota tim hendak berangkat pulang ke Indonesia karena gelaran kejuaraan badminton Asia usai di gelar.
Livi bimbang karena mendapat pesan dari Takeshi, kalau cowok Jepang itu ingin menemuinya sebelum Livi pulang ke Indonesia. Takeshi mengajak Livi bertemu di pintu barat Bandara. Akhirnya dengan alasan mau ke WC dulu, Livi menemui Takeshi.
Di pintu barat Bandara, keduanya berdiri berhadapan. Takeshi tersenyum manis pada Livi. Luar biasa tampan nya!
"Ternyata Kamu mau kesini Livi" Kata Takeshi. (Dalam Bahasa Inggris)
"Iya, ada apa? Waktu ku tidak banyak" kata Livi.
"Sayang sekali. Tadinya aku berharap akan lebih banyak waktu untuk bisa mengenal kamu lebih dekat. Tapi ternyata kata Om Roni, kamu sudah punya kekasih. Kekasih kamu adalah Ken. Orang yang paling ingin bisa aku kalahkan di lapangan"
"Iya, aku memang kekasih Ken. Trus ada apa kamu meminta ku kesini?"
"Aku ada sedikit oleh-oleh. Anggap saja sebagai rasa terima kasih karena kamu sudah bantu merawat cedera ku kemarin" Takeshi memberikan Livi sebuah paper bag.
"Apa ini?" tanya Livi.
"Buat kenang-kenangan" kata Takeshi.
"Makasih ya"
" Iya, sama-sama. Sampai jumpa lagi gadis cantik"
Takeshi melambaikan tangan nya dan pergi dari hadapan Livi. Livi menunggu sampai Takeshi hilang dari pandangan lalu Livi berjalan pelan menuju tempat tunggu para penumpang yang hendak menuju Indonesia.
Tapi Livi bingung. Bagaimana caranya dia menyembunyikan hadiah dari Takeshi? Ken pasti tidak akan suka. Koper nya ada bersama Ken sementara tas jinjing nya tidak mungkin cukup untuk di masuki hadiah itu.
Saat Livi bingung sendiri, tiba-tiba satu suara lembut menegurnya. "Sini hadiah nya biar Mas yang bawa" Ryan sudah ada di samping Livi!
"Mas Yan!" Livi kaget.
"Iya, aku mengikuti kamu. Aku melihat kamu tidak berjalan ke arah WC. Ternyata kamu menemui Takeshi?! Sekarang kamu bingung bagaimana caranya menyembunyikan hadiah itu dari Ken kan?"
Livi nyengir "Hehehe iya kan gak enak kalau hadiah nya gak di terima"
Ryan mengambil paper bag hadiah Takeshi dari tangan Livi "Sini, biar aku yang bawa. Dan kamu temui saja Ken"
"Makasih ya Kak Ryan. Kak Ryan baik banget deh!" kata Livi.
__ADS_1
Ryan tersenyum pahit. "Kalau boleh tahu, kenapa kamu berani menemui Takeshi dan berbohong pada Ken kalau kamu mau ke WC? Kamu suka sama dia?"
"Ah! Dia cuma teman biasa! Aku lebih suka Kak Ryan!"
"Iya, tapi yang kamu cintai hanyalah Ken!"
"Iya dong!"
Livi kembali ke sisi Ken. Tak lama Ryan muncul membawa paper bag. Ken mengernyitkan keningnya. "Paper bag apaan tuh Yan?" tanya Ken.
"Ini barusan ada fans yang ngasih aku hadiah. Anak Jepang" kata Ryan sambil melirik penuh arti pada Livi. Ini tidak bohong. Tak sepenuhnya.
**********
Sementara Jo merasa bete. Dari kemarin Lovely tidak ada waktu untuk nya. Lovely terus menempel pada Papanya. Padahal Jo ingin sekali membawa Lovely untuk berpacaran dengannya.
"Kamu menghindari aku terus dari kemarin Love" bisik Jo.
"Lho kan Kak Jo nya kemarin bertanding" kata Lovely.
"Tapi kamu bisa menemui aku tadi malam ke kamar ku kan?! Kamu pasti tahu. Aku ingin bercinta dengan kamu. Sampai di Jakarta kamu harus ikut bersama aku!"
"Aku maunya makan kamu!"
"Ya sudah, Kak Jo menginap di rumah ku saja. Nanti kita bisa berduaan sebentar sebelum tidur"
"Aku mau sampai pagi ah!"
Lovely geleng-geleng kepala. Jo kembali seperti dulu. Keras kepala!
Jo menyandarkan kepalanya di bahu Lovely sambil memandang sinis pada Jay yang memperhatikan dari jauh. Lovely melihat Jay menunduk sedih di sudut sana. Lovely ingin sekali menghampiri Jay. Meremas ruas jari-jari Jay dan berbisik.
"Aku ada disini buat Aa"
Karena itu yang dulu Jay lakukan saat Lovely merasa sedih dan tertekan. Tapi Lovely tak mungkin melakukan nya.
Revan yang juga ada disana merasakan bagaimana perasaan Jay. Revan menghampiri Jay dan menepuk bahunya.
"Sabar Jay" kata Revan.
__ADS_1
Jay menatap Revan. "Santai lur. Makasih kamu mau memperhatikan aku. Kamu tahu Van? Aku berbesar hati melepaskan Lovely yang hampir saja aku miliki. Kalau aku mau, waktu itu bisa saja aku memaksanya ikut ke Bandung walau dengan hati terpaksa. Tapi aku berikan tiket pesawat dari kamu agar lovely bisa ikut Jo ke Singapore. Tapi sekarang apa yang aku dapatkan?! Bukannya berterima kasih. Jo malah semakin sombong padaku! Padahal dia bisa bersama Lovely atas belas kasihan ku!"
*********
Akhir bulan Mei. Minggu terakhir bersekolah. Lovely merasa kikuk karena beberapa fans Jo memandang sinis padanya. Karena Lovely kembali terlihat bersama Jo.
Malah Beatrice terang-terangan menegur Lovely. "Lovely! Kamu ini jahat ya?! Kemarin bosen sama Jo, kamu macarin Jay! Sekarang bosen sama Jay, kamu kembali lagi pada Jo!"
"Maaf Kak Beatrice. Aku sebenarnya sudah merasa nyaman sama Aa Jay. Tapi Kak Jo gak bisa kalau harus hidup tanpa aku!" jawab Lovely berani dan sombong.
Minggu pertama bulan Juni. Lovely libur sekolah tapi masih tidur di asrama karena masih harus menjalani latihan badminton sampai bagi raport Sabtu depan.
Senin itu semua bangun siang karena baru akan latihan pada pukul 9. Lovely berlatih di bimbing oleh Jay dan juga Ryan.
Lovely ingin sekali menyapa Jay tapi malu. Apalagi saat ingat ketika di Thailand. Saat dia terjatuh dan Jay tidak mengulurkan tangan untuk menolong nya.
Sementara Livi sudah membuka hadiah dari Takeshi. Sebuah boneka lucu berkimono Jepang. Ken tidak pernah melihat boneka itu karena di simpan di kamar asrama.
Siangnya saat Livi bersama teman-temannya makan siang bersama di ruang makan. Angela berkata. "Liburan ini kita jalan-jalan ke Bali yuk?! Kayaknya seru! Tapi jangan ajak pacar! Gimana?"
"Asyik juga tuh! Hayu! Aku setuju!" kata Livi.
"Tapi habis lebaran ya? Pertengahan bulan ini" kata Lovely.
"Aku mau ikut... Tapi aku gak ada uang..." keluh Cecil.
"Kamu tenang saja Cil. Kita bisa patungan untuk biaya kamu ke Bali. Lagipula nanti kita kan menginap di rumah aku" kata Angela.
"Asyik! Aku bisa ikut!" seru Cecil.
"Iya, tenang saja kalau masalah Ongkos. Kan aku bisa minta transfer sama Obos Ken" kata Livi.
"Aku juga bisa minta sama Kak Jo. Tapi pasti dia akan menyusul" kata Lovely.
"Kalau lebaran kemana?" tanya Angela.
"Aku ke Bandung. Ke rumah Kakek Nenek ku yang dari Papa" kata Lovely.
"Aku ke Banyuwangi. Ke rumah Kak Ken" kata Livi.
__ADS_1
"Aku juga di ajak Kak Hisyam ke Tasikmalaya. Tapi aku males. Makanya begitu libur tiba, aku langsung pulang ke Bali. Aku tunggu kalian disana seusai lebaran ya!" kata Angela.