Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 45 : Memaafkan


__ADS_3

Jo melihat di Instagram kalau Lovely sedang berada di rumah Livi. Maka sesuai saran Revan, Jo menjemput Lovely di rumah Livi.


Saat itu Lovely sudah menceritakan pada teman-temannya tentang apa yang sudah Jo lakukan kemarin malam.


"Berarti dia cowok gak baik! Dia gak sabar menunggu sampai kamu sudah sah jadi miliknya" kata Livi sambil merangkul Lovely yang tampak masih syok.


"Setiap cemburu sama cowok lain, pasti dia mengganas! Mengerikan!" kata Angela.


"Aneh ya? Padahal kan kamu gak jadi ketemu sama Kak Okke nya" kata Cecil.


Mama Livi muncul di kamar "Lovely, di bawah ada pacar kamu nyariin" kata Mama Livi.


"Kak Jo kesini?" tanya Lovely.


"Iya, katanya mau jemput kamu. Udah sore"


"Iya Tante, bentar lagi aku turun"


Lovely memandang teman-temannya dengan wajah pucat dan tubuh bergetar! Dia takut pada Jo!


"Jangan takut! Ayo aku anterin ke bawah!" kata Angela lalu menarik tangan Lovely.


Melihat Lovely muncul, Jo rasanya ingin langsung memeluk Lovely tapi Lovely ada di belakang Angela.


"Love..." sapa Jo.


"Kak Jo mau ngapain kesini?! Mau memaksa Lovely lagi?!" Angela yang menjawab dengan membentak galak.


"Aku mau jemput Lovely pulang. Aku juga mau minta maaf" kata Jo.


"Minta maaf? Setelah apa yang kemarin sudah kamu lakukan sekarang enak saja mau minta maaf?! Kalau kemarin Kak Revan tidak muncul gimana?!" Angela marah-marah.


Lovely mengelus punggung Angela "Udah Ngel, malu. Nanti Mama Livi dengar" kata Lovely.


"Trus gimana? Kamu mau pulang bareng aku kan?" tanya Angela.


"Aku pulang sama Kak Jo saja"


"Benar? Yakin? Gak berbahaya?!"


"Enggak..."

__ADS_1


Jo mendekati Lovely "Enggak my love sayang, aku janji gak akan kasar lagi. Kita pulang sekarang ya? Aku akan antar kamu pulang"


Lovely menggeleng dan mundur saat Jo berusaha menggandeng tangan nya "Jangan sentuh aku!" desis nya.


"Iya oke, tapi pulang sama aku ya?!"


"Iya..."


Lovely pamit pulang pada teman-teman nya lalu pulang bersama Jo. Di perjalanan, Lovely diam saja. Meringkuk di sebelah Jo dengan wajah yang ketakutan.


"Mau makan gak Love?" tanya Jo lembut.


Lovely menggeleng.


"Mau kalung? Aku beliin yuk?! Gantiin kalung yang kemarin aku buang"


"Gak mau! Aku mau pulang!"


Saat sampai di rumah pun Lovely duduk jauh dari Jo. Padahal mereka cuma berdua karena Mama sedang pergi ke salon. Saat Jo menggeser duduk lebih dekat, Lovely merapat sampai ke ujung sofa.


"Awas! Jangan berani sentuh aku! Jangan!" pekik Lovely.


Jo sedih sekali. Sepertinya Lovely sudah trauma untuk berdekatan dengannya! Gawat! Apa Jo harus membawa Lovely ke psikiater? Agar tidak takut padanya lagi?!


"Jangan sentuh aku!" desis Lovely.


"Oke" Jo angkat dua tangan nya "Iya, oke sayang. Aku gak akan menyentuh mu. Sayang, apa sebaiknya kita ke psikiater?"


"Kamu fikir aku gila?!"


"Bukan begitu sayang, tapi ini gak baik. Kamu jadi takut padaku. Maafin aku sayang... Maafin aku..." Jo menangis. Air matanya membasahi pipi.


"St... Sudah. Jangan menangis! Aku selalu memaafkan mu" kata Lovely lalu ulurkan tangan mengusap pipi Jo yang basah.


Jo langsung menggenggam tangan Lovely erat-erat "Aku janji gak akan kasar lagi! Jangan tinggalkan aku Love... Please... Aku bisa mati kalau kamu sampai membenci aku"


Lovely membiarkan tangannya di genggam. Tangisan Jo menggetarkan hati nya "Aku tidak akan meninggalkan kamu atau membenci kamu Kak Jo... Tapi saat ini aku mohon. Jangan dekati aku dulu. Jujur aku sudah tidak percaya lagi padamu. Aku takut kamu memaksa ku lagi!"


Jo menciumi tangan Lovely "Iya sayang. Aku tunggu sampai kamu gak takut lagi sama aku"


"Aku kecewa padamu. Tadinya saat usia ku menginjak 15 tahun. Aku percayakan diriku untuk kamu miliki. Untuk kamu sayangi dan kamu jaga. Tapi kamu menjadi orang pertama yang sudah menyakiti ku... Padahal kamu tahu, aku sayang padamu. Apa kesalahan ku? Tak bisakah kamu sedikit lembut kepada ku? Apa aku kurang sebagai kekasih mu? Kalau kamu memang ingin sekali 'melakukannya'. Kamu sama gadis yang lain saja. Aku merelakan mu... Mungkin aku akan memilih Kak Jay saja... Yang baik dan bisa menjaga ku dan ramah pada tubuhku. Aku akan pindah ke pelukannya saja..." tutur Lovely.

__ADS_1


( Sampai disini, Author bingung... Memangnya Jay pernah meminta Lovely untuk jadi kekasihnya? Tapi ya sudahlah... )


Jo menggeleng dengan panik! "Enggak Love! Aku cuma mau kamu! Kemarin aku tidak berniat memperkosa mu. Aku cuma mau kami jadi milikku! Aku fikir kalau aku sudah melakukan nya. Kamu akan jadi milikku seutuhnya, dan aku tidak akan takut kehilanganmu lagi... Please maafkan aku... Jangan pilih Jay! Jangan pernah!"


Lovely berpandangan dengan Jo. Masih berdua dan Lovely membatin "Ya Tuhan... Aku masih sayang banget sama Kak Jo..."


Perlahan Lovely sandarkan kepalanya di bahu Jo. Bukan main senangnya Jo! Di cium nya rambut Lovely lalu di peluk nya tubuh Lovely erat-erat.


"Aku janji Love... Aku gak akan kasar lagi sama kamu" bisik Jo.


"Aku akan memberikan mu kesempatan" bisik Lovely Akhirnya.


"Makasih Love... Aku janji akan jadi pacar yang baik buat kamu!" Jo mencium kening Lovely "Makasih atas kesempatan keduanya"


"Iya..."


"My love besok aku akan berangkat ke Jerman. Kalau bisa kamu antar aku ke bandara ya?!"


"Iya. Masa aku tidak nganter pangeran ku berangkat ke Eropa?"


Lovely benar-benar mengantar Jo ke bandara.


"Kamu benar-benar mau mengantar Kak Jo? Kamu sudah baikan sama dia?" tanya Angela.


"Iya. Tapi aku masih belum percaya sama dia"


"Aku juga bum percaya. Tapi aku juga berharap kalian berdua baikan sih"


"Ya sudah. Ayo aku antar ke bandara dengan mobilku" kata Livi. Lalu Livi mengantar Lovely ke bandara walaupun pacarnya, Ken belum akan berangkat hari ini.


"Livi, kamu mau antar aku ke bandara ya?! tanya Thony Pede.


"Enggak, aku antar Lovely kok" jawab Livi cuek.


Saat itulah Ryan menghampiri Livi dan pamitan pada Livi "Livi, aku berangkat ya? Bawa aku dalam doa mu agar aku bisa menang di Jerman nanti" kata Ryan.


"Iya! Aku doakan ya Kak Ryan!" kata Livi.


"Ah! Saingan lagi!" keluh Thony.


Sementara Jay hanya memperhatikan Lovely yang menemui Jo dan berpelukan erat. Jay langsung membuang muka. Kenapa hatinya harus merasa sakit seperti ini?

__ADS_1


"Woi, Jay! Sadar! Kamu siapa? Dia siapa?!" Batin Jay.


__ADS_2