Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 19 : Benar-Benar Merepotkan


__ADS_3

Saat ini Livi berada dalam satu mobil bersama Ken. Katanya, Papa Livi meminta Ken mengantar Livi pulang ke rumah. Livi setuju saja walau dalam hati nya masih memikirkan Lovely. Dari semalam Lovely tak bisa menghubungi Jo.


"Oliv, kok bengong?" tegur Ken.


"Oh, anu... Aku mikirin Lovely. Kasihan tadi kan belum ada yang jemput. Mau telepon supir nya tapi takut Kak Jo datang. Semalam Kak Jo sulit untuk di hubungi. Kak Jo marah karena Lovely di antar pulang sama Kak Jay" cerita Livi.


"Udah gak usah di fikirin. Jo pasti antar Lovely pulang. Mana bisa Jo jauh dari Lovely?"


Livi dan Ken sampai di rumah. Mama Papa Livi langsung menyambut mereka.


Mama memeluk Livi. "Livi sayang, Mama kangen banget! Betah gak di asrama?"


"Betah dong Ma. Aku kan udah biasa sekolah di asrama, jadi udah gak aneh"


Papa membawa Livi dan Ken ke ruang tamu. "Ken, gimana Livi di asrama nya?" tanya Papa.


"Lumayan Om, latihannya bagus dan beberapa kali latihan tambahan sama aku" jawab Ken.


"Oh, bagus itu! Om titip Livi ya? Jaga dia selama di asrama"


"Tentu saja Om"


"Ih Papa! Kok nitipin segala aku sama Kak Ken?! Aku jadi malu. Takutnya ngerepotin Kak Ken. Aku kan bukan siapa-siapa Kak Ken" kata Livi.


"Tapi Livi nakal Om" kata Ken lagi.


"Nakal apa? Enak aja!" Livi protes sambil manyun pada Ken


"Livi dekat-dekat terus sama Thony! Sering barengan juga! Les juga di antar jemput sama Thony! Aku udah melarang tapi mereka berdua ngeyel! Gak bisa di pisahkan!" adu Ken.


Papa Mama jadi menatap bingung pada Livi. Terbayang oleh mereka, Thony yang tidak terlalu tinggi, berkulit gelap, dan berhidung datar. Apa selera Livi seperti itu? Mustahil!


"Livi, kamu suka Thony?" tanya Papa.


Mama merangkul Livi. "Jangan dulu pacaran


sayang, nanti aja kalau usia kamu sudah 17 tahun. Kalau butuh teman cowok untuk jagain kamu, kan ada Ken"


"Enggak Mama! Siapa yang suka sama kak Thony?! Aku biasa aja kok!" Livi melotot pada Ken. Tapi Ken malah mencibir. Sialan! Ken malah tampak makin menarik!


"Beberapa kali aku pusing mencari-cari dia, ternyata dia lagi asyik sama Thony! Mungkin dia maunya di jaga sama Thony kali Om" kata Ken lagi.


"Kak Ken apaan sih! Nyebelin ih! Masa kalau Kak Thony nyamperin aku, aku harus kabur sih?!"


"Kenapa tidak?"


Papa malah senyum-senyum. "Udah, mulai sekarang kamu sama Ken aja! Jangan terlalu dekat sama yang lain! Papa percaya nya sama Ken!" kata Papa.

__ADS_1


"Dengerin tuh!" kata Ken tengil.


"Iya bawel!" Livi benar-benar kesal pada Ken. Enak saja dia bilang Livi dekat terus dengan Thony! Huh!


Ken pun di ajak makan siang bersama di rumah Livi. Selesai makan, Mama Papa malah pergi meninggalkan Livi dan Ken karena akan pergi berdua.


"Livi, kamu temani Ken ya? Papa mau anter Mama ke mall" kata Papa.


"Iya, tapi jangan lama-lama ya Pa" kata Livi.


Sepeninggal Papa dan Mama, Livi ajak Ken pindah duduk di ruang TV. Livi menemani Ken yang asyik nonton tinju.


'Kenapa aku jadi berduaan begini sama dia?!' fikir Livi lalu coba mengajak Ken bicara "Kak Ken, mau minum gak?"


"Oh iya, boleh juga! Bikinin aku es kopi ya?!" pinta Ken.


Livi hendak memanggil pembantu nya tapi Ken menarik lengannya. "Jangan nyuruh pembantu kamu! Aku mau kamu yang bikin sendiri!" kata Ken.


"Males ah! Aku beliin kopi cup aja ya?!" Livi hendak order es kopi.


"Gak mau! Aku maunya es kopi bikinan kamu! Bukan es kopi yang kamu beli!" kata Ken.


"Iya, aku bikinin! Tunggu sebentar! Kalau gak enak jangan marah! Aku ini nona besar yang tidak pernah bikin minuman ku sendiri! Semua serba pesan atau nyuruh orang bikin!"


"Aku juga bos besar! Kamu baru nona!"


"Iya, aku buatkan sekarang ya Kak" kata Livi mengalah.


"Nah, gitu dong! Anak gadis itu harus rajin! Biar nanti di sayang pacar toh!" kata Ken.


"Tapi ngapain rajin-rajin? Kan ada pembantu? Apa guna nya pembantu kalau kita harus mengerjakan sendiri?"


"Pembantu ya tugas nya hanya membantu! Kalau aku pulang ke Banyuwangi, Mama ku selalu masak buat aku! Pembantu kami cuma membantu menyiapkan bahan-bahannya saja"


"Aku kan bukan Mama kamu!"


"Kamu ini nakal banget sih Livi! Selalu menjawab! Kan seminggu ini aku sudah jagain kamu! Melatih kamu! Saatnya hari ini kamu melayani aku sebagai tamu yang terhormat!"


Livi tak bicara lagi. Dia pergi ke dapur lalu membuatkan es kopi.


Tak lama Livi menyuguhkan es kopi buatannya yang langsung di minum oleh Ken.


"Wah, enak! Tuh, kalau kamu mau coba pasti bisa kan? Ayo sekarang temani aku nonton tinju! Lagi seru-serunya nih!" kata Ken.


"Ah seru apaan? Males!" tolak Livi.


"Ya udah! Diam aja di samping ku! Tunggu instruksi selanjutnya! Siapa tahu entar aku butuh sesuatu lagi!"

__ADS_1


"Emang aku bawahan kamu, Kak Ken?"


"Kamu tuh anak didik aku! Aku pelatih kamu!"


Livi mendengus kesal lalu duduk di hadapan Ken. Di susun nya dua tangannya di atas kepala seolah sedang menyembah. "Hamba disini Kanjeng Dimas Ken" kata Livi meledek Ken.


Ken malah senyum lebar. Senang di sebut Kanjeng Dimas. Apa Ken tak tahu Kanjeng Dimas yang dulu viral karena selalu duduk sombong di singgasana nya?


Livi paling suka melihat Ken tersenyum lebar! Ganteng banget! "Wah!" batin Livi.


"Oliv, kamu tuh lucu banget sih! Anak didik aku yang lain suka menyebalkan sampai membuat aku marah. Tapi kamu beda! Walau udah nyebelin ujung-ujungnya bisa bikin aku tertawa" Ken ulurkan tangan membelai rambut Livi yang panjang lurus. "Kamu juga cantik sekali Livi..."


Livi rasanya mau pingsan! Ken lembut sekali! Dia juga memanggilnya 'Livi'. Biasanya dia selalu menyebutnya 'Oliv'


Sejenak saja wajah Ken kembali tanpa senyum lalu asyik melanjutkan nonton tinju nya.


'Apa sih bagus nya tinju? Kan lebih asyik yoga!' fikir Livi


HP Livi berbunyi, ada dua pesan. Satu dari Lovely


Livi, aku udah baikan sama Kak Jo. Ini kita lagi mau berangkat ke puncak berdua


Pesan kedua dari Thony.


Livi, malam Minggu nanti boleh gak main. kerumah kamu?


Ken kepo. "Ada pesan dari siapa?" lalu enak saja merebut HP Livi. Ken membaca pesan dari Thony. "Dasar Thony menyebalkan! Apa-apaan ngajak kamu Malam mingguan segala!? Gak tahu apa dia kalau aku ada disini toh!" rutuk Ken lalu menelpon Thony memakai HP Livi.


"Kak Ken apa-apaan sih! Kembalikan HP aku!" kata Livi tapi Ken tak peduli.


"Halo Thony! Apa-apaan kamu ajak Livi malam mingguan segala! Ada aku disini toh! Jangan ganggu Livi lagi! Sudah aku peringatkan juga masih saja keras kepala kamu ya!" Ken marah-marah di telepon pada Thony.


"Jahat banget sih!" teriak Livi gemas!


"Kenapa? Kamu mau malam mingguan sama Thony? Denger gak tadi kata Papa kamu? Kamu belum boleh pacaran dan cuma boleh deket sama aku!" kata Ken galak.


"Iya, aku dengar tapi kan gak usah marah-marah begitu! Dari kemarin marah-marahin


Kak Thony! Kasihan tahu!"


"Bodo amat!"


"Apa coba salahnya bersikap ramah sedikit?"


"Udah jangan bawel! Beliin aku rujak di depan komplek sana! Tadi aku lihat ada tukang rujak"


"Beli aja sendiri! Cuaca panas begini! Males!" rutuk Livi lalu pergi ke ruang tamu dan santai disana, tiduran di sofa.

__ADS_1


__ADS_2