
Kejuaraan di Jakarta berlangsung sukses. Ken dan Mark berhasil juara disektor ganda putra. Begitu juga Thony yang berhasil menjuarai sektor tunggal putra.
Pak Menpora pun mengadakan prasmanan di hotel dekat Istora. Semua nya boleh mengajak keluarga masing-masing untuk makan bersama.
"Angela, ikut ke hotel dulu yuk! Kita makan-makan dulu, Cecil juga yuk?!" ajak Hisyam.
"Boleh juga, dari pada makan di asrama" kata Angela.
"Masa aku ikut? Aku kan bukan pacar, keluarga, atau istri atlet di Klub" kata Cecil sedih.
"Aku juga bukan kok" kata Angela.
"Tapi kamu kan pasangan Kak Hisyam"
Angela dan Hisyam jadi tersipu.
Tiba-tiba Thony muncul dan berkata, "Cecil, kamu ikut aku aja, aku gak ada pasangan"
"Asyik!" seru Cecil lalu menggandeng mesra lengan Thony.
Lovely juga bertemu dengan Papa Mama Jo.
"Lovely sayang!" pekik Mama Jo seraya memeluk Lovely. Lovely memang sudah agak lama tidak bertemu Papa dan Mama Jo. "Kok jarang main ke rumah sih sayang?"
"Iya Tante, aku sibuk sekolah. Tapi kalau ke rumah Oma, setiap Minggu kok" kata Lovely.
"Minggu depan ke rumah ya! Kita makan malam bersama" kata Papa Jo.
"Iya Om"
"Sayang, kok leher nya merah-merah sih!" Mama Jo melihat leher Lovely yang merah-merah
Lovely mengusap lehernya. "Pasti gara-gara gigitan Kak Jo!" batin Lovely.
"Itu gara-gara di gigit nyamuk Ma, banyak nyamuk di asrama" kata Jo membela diri.
"Jo, kamu jaga Lovely nya dong! Jangan sampai di gigit nyamuk. Sayang kan kulit Lovely putih mulus" kata Mama.
"Iya Jo, kalau ada nyamuk mendekat, kamu bunuh dong" kata Papa.
"Iya Pa, kalau Jo lihat Jo pasti bunuh nyamuknya. Itu mungkin mengigit nya malam waktu di kamar asrama"
"Kalau gitu kamu jangan bobo di asrama ya sayang, bobo aja sama Jo di rumah Oma. Banyak kamar kosong kok disana" kata Mama.
"Enggak Tante, biar nanti aku beli lotion anti nyamuk" kata Lovely tapi hatinya membatin "Bagaimana kalau aku pindah tidur di rumah Oma? Pasti makin banyak merah-merah di leher ku! Nyamuk nya justru ada di rumah Oma!"
__ADS_1
*******
Malam itu juga hadir keluarga Ken dari Banyuwangi. Keluarga Ken dan Livi semakin akrab.
"Kapan dong kamu bawa Livi main ke rumah kita Ken?" tanya Papa Ken.
"Kapan ya? Nanti deh paling kalau pas liburan Imlek" kata Ken.
"Ngapain main ke rumah Kak Ken?" Livi panik.
"Kan biar kenal sama keluarga besar Ken" kata Mama Ken.
"Tenang aja Oliv, nanti banyak angpao kok di sana" kata Ken.
"Ih siapa yang mau angpao?! Enak aja!"
"Kalau kamu mau liburan di Banyuwangi boleh aja kok, main ke rumah Ken. Papa setuju" kata Papa Livi yang memang benar-benar setuju kalau Livi bisa dekat sama Ken.
Jam 10 malam, Livi pulang bersama Ken ke asrama ."Kamu yang nyetir ya Oliv! Aku kan capek habis tanding" Ken serahkan kunci mobilnya pada Livi.
"Oke!" Sebenarnya Ken ingin melihat apa Livi bisa menyetir mobil. Ternyata Livi memang hebat menyetirnya. Mereka sampai asrama dengan selamat.
"Sampai! Nih kuncinya" kata Livi.
"Simpan aja buat kamu! Kalau kamu mau kemana-mana kan gampang. Aku masih ada satu mobil lagi kok" kata Ken.
"Serius! Jadi kalau aku gak sempet anter kamu les, kamu pergi aja sendiri pake mobil ini. Jangan nebeng sama Jo atau Thony"
"Makasih kalau gitu"
"Tapi kalau aku sempat sih biar aku yang antar kamu les. Kalau aku lagi bertanding, baru kamu setir sendiri"
Ken menatap Livi. Suasana dalam mobil remang-remang. Ken sudah benar-benar merasa sayang pada Livi, dan Ken sudah tidak ingat-ingat lagi pada Lovely. Tapi Ken tidak tahu bagaimana cara nya bilang pada Livi.
"Kak Ken, beneran mau ajak aku liburan di Banyuwangi?" tanya Livi.
"Iya beneran. Mama Papa aku mau kamu main kesana. Kamu tahu gak? Papa Mama aku dan Papa Mama kamu kan udah sepakat buat menjodohkan kita"
"Apa?!" Livi kaget sampai terlonjak dari duduknya!
"Kok kamu kaget banget gitu?! Kayak denger berita besok mau kiamat aja!"
"Tapi Kak Ken! Kita di jodohin?! Kok bisa?!"
"Bisa saja! Emang Kenapa? Gak mau?"
__ADS_1
"Kamu sendiri emang mau di jodohin sama aku?"
"Mau lah! Rasanya belum pernah aku lihat gadis secantik kamu. Ya aku terima saja!"
Dada Livi berdebar. Rasanya mau pingsan. Mama Papa nya tidak pernah bicara masalah perjodohannya dengan Ken.
"Kalau kamu gak mau ya bilang langsung sama Papa kamu! Bodoh kamu kalau gak mau sama aku!" kata Ken sombong.
"Sombongnya!" kata Livi.
"Kamu terima perjodohan kita kan?"
"Tapi kalau di jodohkan itu berarti akan menikah. Kalau menikah katanya bisa berkembang biak lho Kak Ken!"
Ken terbahak-bahak.
"Dengerin aku dulu! Menikah itu bukan karena kamu melihat aku cantik! Tapi kamu harus mencintai aku" kata Livi.
Ken memegang dua bahu Livi. "Dasar konyol! Kalau aku gak cinta dan gak sayang sama kamu, aku gak akan terima perjodohan ini! Aku bisa saja menolak kok! Tapi aku tahu! Papa Mama aku tahu yang terbaik buat aku! Masalahnya aku juga sayang sama kamu!"
Livi merasa bahagia sekali walau Ken mengatakan itu semua seperti orang yang sedang marah-marah. "Aku juga sayang banget sama Kak Ken..."
Ken senyum lalu perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Livi. Livi sampai bisa merasakan nafas Ken berhembus di wajahnya. Livi memejamkan matanya. Siap menerima ciuman pertama Ken di bibirnya. Bibir Livi meruncing. Tapi dengan usilnya, Ken malah mencubit hidung Livi keras-keras!
"Aduh!" Livi memekik! Matanya terbuka. Dia usap-usap hidungnya yang terasa panas. Ken malah terbahak-bahak! "Kak Ken jahat! Sakit tahu!" Livi kesal! Tapi melihat Ken tertawa Livi jadi kagum. "Ganteng banget!" batin Livi. Rasanya tidak apa-apa di cubit hidung asal bisa selalu melihat Ken tertawa.
"Dasar anak kecil! Kamu tuh baru 16 tahun! Udah mau di cium! Sudah masuk asrama sana! Sudah malam! tidur!" kata Ken.
"Iya kan kamu udah di jodohin sama aku! Apa salahnya kalau kamu coba cium aku!" kata Livi.
"Ngawur!"
"Oya Kak Ken, Kak Ryan pernah bilang kalau dulu kamu pernah suka ya sama Lovely?"
"Ah! Itukan hanya sekedar suka! Bukannya cinta! Apa sih maksudnya Ryan bilang gitu ke kamu?! Sekarang aku udah gak suka Lovely kok! Kan sudah ada kamu! Kamu lebih cantik dari Lovely"
"Jadi Kak Ken sudah siap untuk jatuh cinta lagi?..."
"Iya! Aku ingin kamu ada di sisiku!"
*masihkah ada dia, di hatimu bertahta.
atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu.
namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi.
__ADS_1
Hivi - Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi*