Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 23 : Sore Itu...


__ADS_3

Makan siang Livi bersama Thony jadi berantakan. Bagaimana tidak? Tiba-tiba Ken datang dan marah-marah pada Livi.


Ken mencekal tangan Livi. "Tentu saja kamu tidak boleh menghindari aku! Kamu sudah di titipkan padaku agar ku jaga dan ku bimbing! Kalau kamu terus menghindar itu artinya sama saja menghina aku! Seolah membuktikan pada Papa kamu kalau aku tidak becus menjaga seorang anak kecil!" bentak Ken.


Ini dia! Anak kecil lagi! Ken selalu menganggap Livi hanya seorang anak kecil! Livi marah! Livi benar-benar marah!


"Aku udah dewasa! Aku gak perlu kamu jagain segala! Jaga aja orang lain! Aku bisa sendiri!" teriak Livi lalu berdiri dan hendak pergi dari kantin itu.


Ken mencegat Livi dan memegangi dua bahu Livi. "Jadi ini mau kamu? Kamu memillih untuk memberontak?"


"Iya! Kita sebaiknya masing-masing aja! Aku anak didik dan kamu pelatih aku! Gak usah ada acara jaga-jaga segala! Aku bukan anak kecil seperti sangkaan kamu!"


"Supaya kamu bebas untuk pacaran sama Thony kan?!" tuding Ken marah.


Thony pun ikut berdiri. "Udahlah Ken. Kalau Livi suka sama aku, kamu gak usah menghalang-halangi" kata Thony pede!


"Siapa yang suka sama kamu!" bentak Livi. Thony tampak kaget sekali. Tanpa berkata apa-apa lagi, Livi langsung pergi dari situ. Padahal makan siang nya belum usai.


Saat latihan sore harinya, beberapa kali Ken menatap marah pada Livi! Livi berusaha cuek walau sedih. Hubungan nya dengan Ken jadi berantakan. Tapi Livi sudah memutuskan untuk menjauhi Ken! Livi tak mau jadi beban untuk Ken! Livi ingin Ken menjaganya karena menyukai nya. Bukan karena kewajiban dan tugas dari Papa nya. Apalagi Ken punya pasangan.


"Ikut aku ke ruang pelatih junior, sekarang!" bisik Ken saat usai latihan sore itu lalu melangkah pergi. Beberapa saat kemudian Livi segera mengikuti. Di ruang itu, Ken tampak sudah menunggu Livi.


"Ada apa?" tanya Livi lalu duduk di kursi di depan Ken.


Ken menatap Livi, ada kekecewaan di matanya. "Aku tadi udah telepon Papa kamu, aku udah bilang semuanya. Kamu udah gak bisa di atur dan mulai bertindak semaunya! Aku menyerah untuk menjaga kamu. Mulai saat ini... Aku melepaskan kamu"


Livi menelan ludah, mengigit bibir. Rasanya mau menangis saja! "Papa bilang apa?..."


"Ya katanya kalau kamu gak mau aku jaga, terus aku harus apa? Mungkin nanti Papa kamu langsung yang akan bertanya sama kamu, kamu mau nya di jaga sama siapa!"


"Aku gak mau di jaga siapa-siapa! Aku bisa sendiri!"


Ken mencibir. "Kamu berfikir begitu. Tapi Papa kamu beda! Kamu anak gadis satu-satunya. Pasti dia khawatir kamu akan tergoda anak nakal disini! Ini bukan sekolah khusus putri! Banyak anak cowok brengsek yang belum dewasa dan akan menggoda kamu disini! Padahal apa sih susahnya aku jagain! Apa susahnya menurut sama aku? Toh, aku bukan Jo yang manja! Kamu ini benar-benar hanya merepotkan aku saja! Dari awal kedatangan kamu, aku selalu repot-repot untuk mencari-cari kamu! Tapi kamu selalu kabur dari pengawasan aku! Sekarang kamu bebas! Aku gak mau lagi mengekang kamu!" Ken bicara panjang lebar.


"Maafkan aku... Mulai sekarang kamu gak usah repot-repot menjaga aku lagi"

__ADS_1


"Iya! Aku juga malas marah-marah terus sama kamu! Kamu gak pernah nurut sama aku! Terserah kamu lah! Cuma satu pesan aku, kamu jangan dulu pacaran sebelum usia kamu 17 tahun"


"Iya..."


Ken berdiri dari kursinya. Livi pun ikut berdiri.


"Kamu janji kan? Untuk tidak pacaran dulu?"


"Iya... Aku janji..."


Ken senyum tipis, lalu tanpa di duga Ken menjatuhkan kecupan lembut di kening Livi. Livi gemetaran karena belum pernah di cium cowok!


"Aku sayang kamu Oliv" kata Ken lalu pergi meninggalkan livi yang mendadak kaku bagai patung batu.


 


*******


 


"Love sayang, lihat nih yang aku bawa" kata Jo lalu menyerahkan dua katalog pada Lovely.


"Katalog apa ini?" tanya Lovely.


"Katalog rumah mewah dan gaun untuk pertunangan"


"Buat apa?"


"Buat kita!"


"Buat kita? Emang kita mau bertunangan?"


"Iya dong! Kita akan bertunangan! Masa kita pacaran terus tanpa ada sesuatu yang pasti?!"


"Tapi aku belum mau bertunangan! Aku masih kecil!" Lovely menggeleng panik lalu menaruh katalog itu di meja kantin.

__ADS_1


Jo memegang dagu Lovely. "Kita akan bertunangan dua tahun lagi! Apa salahnya kita pilih gaun yang cocok sekarang? Lalu rumah yang nanti nya akan kita tempati bersama"


"Tapi itu masih lama! Aku gak mau lihat-lihat katalog gaun! Kalau katalog rumah sih boleh" Lovely membuka-buka katalog rumah mewah. "Kak Jo suka yang mana? Mau aku pilihkan?"


"Kamu yang pilih. Kan kamu yang mau tinggal di rumah itu!"


"Aku tahu tabungan Kak Jo udah banyak, gak salah kalau kamu ingin beli rumah untuk investasi. Tapi sebaiknya Kak Jo pilih sendiri, karena aku belum tentu menikah dengan kamu"


"Stop Lovely!" Jo marah lalu mencubit dagu Lovely. "Kamu kok bilang gitu sih! Kamu gak serius ya sama aku?!"


"Bukan begitu... Maaf..."


"Berani sekali kamu bilang belum tentu menikah dengan aku! Kamu milikku! Jodohku! Takdirku!"


"Aduh! Aku salah ngomong! My Prince jadi marah!" batin Lovely panik. "Gini lho, aku cuma ingat kisah Raffi Ahmad. Dia beli rumah mewah yang di pilih kan Yuni Shara, ternyata nikah nya sama Nagita Slavina. Nagita gak cocok dengan rumah itu, sekarang mereka malah tinggal di apartemen. Mubadzir kan rumahnya"


"Masa bodoh! Aku tidak kenal mereka semua! Pokoknya dua tahun lagi kita bertunangan! Empat tahun lagi kita akan menikah! Aku mau menikah muda sama kamu!"


"Iya maaf... Jangan marah lagi dong..."


"Awas kamu bilang gitu lagi Lovely! Atau kamu ingin aku berbuat lebih dari apa yang aku lakukan di puncak?!" bisik Jo mengancam!


Lovely merinding mengingat Jo yang menindih nya! "Jangan! Jangan pernah lakukan itu sama aku lagi!"


Jo menatap Lovely tajam! "Aku bisa melakukan lebih jauh dan lebih nekad dari itu! berani kamu?!"


Lovely menekap mulut Jo. "Cukup! Jangan teruskan! Tidak pantas Kak Jo bicara begitu sama aku! Oke! Aku akan menikah dengan kamu! Kalau perlu aku berjanji!"


Jo menarik tangan Lovely yang menekap mulut nya. "Aku tidak perduli kamu merasa malu atau risih! Aku cuma mau kamu yakin kalau kamu milik aku!"


"St... Udah, jangan di bahas lagi! Oke kita pilih rumah yang cocok buat kita ya" Lovely buka-buka katalog rumah dengan tangan yang gemetar. Jo sudah menunjukkan dominasinya pada diri Lovely.


"Oya sayang, kata Oma kamu mau kita bertunangan dimana? Jakarta atau Bali? Terus Oma juga mau kita lihat-lihat dekorasi dan survenir untuk pertunangan kita nanti" kata Jo lagi.


Ya Tuhan! Lovely rasanya mau pingsan! ini tunangan nya 2 tahun lagi atau 2 hari lagi sih?!

__ADS_1


Akhirnya sampai jam 6 sore Lovely dan Jo sibuk diskusi masalah pertunangan mereka! Rasanya Lovely menjadi lebih tua 5 tahun dari usianya saat ini! Pusing! Tapi di paksakan nya juga yang penting Jo bahagia!


__ADS_2