Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 72 : Antara Bandung dan Singapore


__ADS_3

Jo pulang ke rumahnya pada Sabtu sore itu. Revan segera menghampiri Jo. Revan dengar kalau adiknya itu Senin akan berangkat ke Singapore. Ke rumah Tante mereka.


"Jo, kok kamu gak bawa Lovely? Katanya lusa kamu mau pergi ke Singapore?" tanya Revan.


"Aku ke Singapore sendiri Kak. Gak sama Lovely" jawab Jo lemah...


"Kenapa?!"


"Lovely sebenarnya sudah lebih 2 minggu ini menjauhi aku"


"Gara-gara waktu itu kamu memukuli Jay?"


"Awalnya memang dari situ"


"Kamu gak bisa baikin Lovely? Minta maaf atau apa gitu? Berusaha dong!"


Jo menghela nafas panjang "Udah segala cara Kak. Semuanya gagal! Aku udah pasrah Kak... Makanya aku mau ke Singapore aja. Kalau memungkinkan aku tinggal menetap di sana. Meninggalkan karir badminton ku"


"Gila kamu ya?! Berkarir badminton itu impian Papa dan Oma buat kamu!"


"Aku gak bisa kalau tidak memiliki Lovely! Dia terlalu cantik dan enak banget! Jalan satu-satunya aku harus pergi dari negeri ini agar aku bisa melupakannya"


"Dasar kamu ini pembawa masalah!"


Revan berlagak cuek. Jo semakin sedih...


Tapi keesokan harinya Revan menemui Jay di klub. Jay kaget mendapati Revan mencarinya. Terbayang oleh Jay, Jo dan Papa nya yang sombong dan sok kaya. Pasti Revan akan sama saja!


Tapi Jay jadi bengong saat Revan mulai bicara padanya dengan nada yang ramah. Revan sopan dan lembut. Diam-diam Jay merasa kagum.


Revan tidak kekar seperti Papa dan adiknya. Revan lebih kurus tapi tinggi. Kulitnya pun agak gelap seperti Jay. Revan bicara banyak pada Jay. Tentang Jo yang berniat meninggalkan karir badminton nya dan menetap di Singapore.


Revan juga menyerahkan secarik tiket pesawat jurusan Singapore pada Jay. "Serahkan ini pada Lovely besok. Kembalikan Lovely pada Jo. Kamu pasti menyadari nya. Lovely sangat mencintai Jo seperti Jo juga sangat mencintainya" kata Revan.


Mata Jay basah. Dia tahu persis. Dalam hatinya menyadari kalau Lovely memang hanya mencintai Jo.


Jay teringat kembali saat mereka berdua di gunung salak. Saat kehilangan kesadaran dan dalam keadaan sakit pun Lovely hanya memanggil nama Jo!


"Baik Van, aku akan menyerahkan tiket ini pada adikmu. Aku juga sadar... Lovely hanya mencintai adikmu yang luar biasa itu.." kata Jay pada Revan di akhir percakapan mereka.


Esoknya Senin pagi Jay menjemput Lovely ke rumahnya. Lovely pun ikut dalam mobil Jay. Lovely berfikir untuk ikut Jay ke Bandung. Tapi hatinya terus ingat pada Jo yang hari ini juga akan berangkat ke Singapore.


"Non sayang... Kamu udah mikirin jawabannya? Kamu mau ikut Aa ke Bandung kan?" tanya Jay lembut. Masih berharap Lovely akan ikut dengannya...


Lovely menatap Jay dengan sedih.

__ADS_1


"Maafkan aku Aa... Aku belum minta izin sama Mama... Dan lagi... Aku... Aku..." Lovely tak kuasa melanjutkan kata-katanya. Dia menangis tersedu-sedu.


Jay melanjutkan kata-kata Lovely "Dan lagi aku sangat mencintai Joshua?"


Lovely mengangguk dalam tangisannya.


Jelas sudah bagi Jay! Kata Revan semuanya benar! Lovely hanya mencintai Jo! Jay merasa hati nya di sayat-sayat sehingga mengucurkan darah! Sakitnya luar biasa! Tapi Jay terus beristighfar dalam hatinya.


Jay ulurkan tangan nya untuk membelai rambut Lovely.


"Sudah. Jangan menangis Non..." kata Jay.


"Maafkan aku Aa Jay..." ratap Lovely.


Jay menyerahkan secarik tiket pesawat jurusan Singapore pada Lovely.


"Ini untuk kamu. Sore kemarin Revan menitipkan ini sama Aa untuk aku serahkan sama kamu. Ayo sekarang Aa antar kamu ke Bandara"


Lovely menatap Jay dengan mata yang basah dan rasa bersalah yang luar biasa.


"Maafkan aku Aa... Hiks... Hiks..."


"Kamu tidak bersalah Non... Aa yang salah... Karena tidak bisa membuat kamu memilih Aa..." kata Jay pahit.


Jay mengantar Lovely ke Bandara. Lalu tanpa berkata apa-apa lagi segera meninggalkan Lovely dan pulang ke Bandung dengan hati yang luka parah.


Tapi hati ini Lovely tega meninggalkan Jay sendiri dan memilih pergi bersama Jo ke Singapore. Tanpa memeluk atau sekedar meremas jemari Jay.


Jay tadinya masih berharap Lovely akan menolak tiket ke Singapore itu dan ikut dengan nya ke Bandung. Tapi Jay hanya bermimpi! Lovely tak hendak pergi bersamanya!


Kenapa Lovely selama ini selalu memperlihatkan perasaan kalau dia juga punya perasaan yang lebih pada Jay? Padahal saat Lovely tertekan. Pundak Jay yang tersandar. Tangan Jay yang tak melepas.


Jay tidak habis berfikir bagaimana Lovely bisa sekejam ini pada dirinya? Disaat Jay benar-benar jatuh cinta pada gadis itu!


saat kau terlalu rapuh


pundak siapa yang tersandar


tangan siapa yang tak melepas


ku yakin aku...


bahkan saat kau memilih


untuk meninggalkan aku

__ADS_1


tak pernah lelah menanti


karena ku yakin


kau akan kembali...


masih berharap....


Fiersa Besari - April


**********


Sementara Lovely menghampiri Jo yang sedang melamun sambil memeluk boneka beruang coklat yang dulu Lovely beri nama Chivers. Yang pernah Lovely banting saat membereskan semua barang-barangnya dari mobil Jo.


Pesawat yang menuju ke Singapore akan berangkat 1 jam lagi. Jo berangkat sendiri tanpa teman. Padahal pada Papa Mama nya Jo bilang kalau Lovely ikut.


Tapi alangkah kagetnya Jo saat Lovely tiba-tiba duduk di sisinya.


"My prince... Kok Chivers doang yang di ajakin ke Singapore? Aku boleh ikut gak? Jangan khawatir. Aku punya tiket kok" kata Lovely.


Jo rasanya mau pingsan! "My love sayang... Ini beneran kamu sayang?..."


"Iya. Ini aku! My love mu! Kamu jahat banget sih gak ngajakin aku dan gak beliin aku tiket?"


"Aku kira kamu mau ikut Jay ke Bandung"


"Enggak lah!"


Lovely memeluk Jo. Jo pun balas memeluknya dengan erat.


"Aku sayang Kak Jo... Aku mau ikut Kak Jo..." bisik Lovely tanpa mengingat Jay!


Jo mengendurkan pelukannya. Di tatap nya Lovely lalu di cium nya bibir Lovely tanpa perduli banyak orang!


"Emh..." Lovely mendesah merasakan hangatnya ciuman Jo. Tubuhnya bergetar hebat. Tersadar ternyata dia sangat merindukan ciuman Jo!


Jo melepaskan ciumannya. "Aku sayang banget sama kamu Love... Aku tak akan membiarkan kamu lepas lagi dari pelukan ku!" kata Jo lembut dan mesra.


"Jangan pernah lepaskan aku lagi... Peluk aku! Cium aku! Aku milikmu seutuhnya!" bisik Lovely.


"Iya my love sayang... Nanti sampai di Singapore aku akan menciumi kamu sepuasnya. Aku tidak akan melepaskan pelukan ku pada tubuh mu!"


Lovely menjadi agak takut mendengar kata-kata Jo itu. "Kak Jo jangan berbuat yang tidak-tidak padaku..."


"Tenang my love sayang. Pokoknya pulang dari Singapore kamu sudah hamil Jo kecil! Hahahaha" Jo tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Wajah Lovely langsung memucat!


Jo tersenyum manja "Aku cuma bercanda sayang..."


__ADS_2