Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 57 : Menjenguk Jay


__ADS_3

Papa dan Mama Lovely sampai ke rumah sakit. Mereka senang sekali Lovely sudah sadar. Lovely langsung menanyakan keadaan sahabat nya, Livi.


"Papa, bagaimana keadaan Livi sekarang? Katanya Livi juga tersesat" tanya Lovely.


"Livi sudah sadar. Nanti kita jenguk dia. Oh ya Jay juga di rawat disini. Barusan Papa dan Mama sudah menjenguk nya. Nanti kamu juga jenguk dia ya?!" kata Papa.


Jo benar-benar tidak mengerti. Kenapa Alam semesta ini seolah memihak Jay?! Bukankah Lovely milik Jo?! Apakah salah Jo mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya?!


Kini Lovely pergi bersama Papa nya untuk menjenguk Jay! Sementara Jo di temani Mama Lovely karena tidak sudi ikut menjenguk Jay. Padahal karena Jo lah Jay jadi ikut di rawat di rumah sakit itu.


"Sabar ya Jo. Lovely cuma menengok Jay. Dia gak akan lama kok" kata Mama Lovely sambil merangkul Jo.


Tak lama muncul keluarga Jo. Juga Om Taufan kepala pelatih tunggal putra di klub.


"Lho? Mana Lovely nya?" tanya Mama Jo.


"Lovely sudah sadar. Tapi dia pergi dulu untuk menengok Jay! Jo kesal sekali Ma! Jo takut Lovely jadi suka sama Jay!" rajuk Jo.


"Aku dengar Jay juga di rawat di rumah sakit ini karena kamu yang mukulin dia?! Wajar kalau Lovely sekarang nengokin dia! Harusnya kamu juga ikut menengok dan sekalian minta maaf" tegur Revan.


Jo tak menjawab.


"Emangnya parah lukanya si Jay itu?!" tanya Papa Jo.


"Lumayan juga. Tadi saya sempat menengok sebentar" jawab Mama Lovely.


"Sebaiknya temui Jay dan berdamai dengan nya. Jangan sampai masalah ini berujung laporan ke pihak yang berwajib. Aku dengar hari ini keluarga Jay akan datang dari Bandung" kata Om Taufan.


"Iya, sebaiknya kita temui Jay dan berdamai. Mukulin orang itu bisa kena pasal tahu! Aneh kamu itu Jo! Jay kan tidak sengaja tersesat bersama Lovely! Malah dia sudah menyelamatkan Lovely!" tegur Revan lagi.


Jo manyun.


"Revan! Kamu ini kok malah menyalahkan Jo sih?!" bentak Papa Jo yang adalah Papa Revan juga.


"Ya sudah! Papa pergi sana untuk menemui Jay! Damaikan masalah ini! Mama gak mau kalau Jo sampai di laporkan ke pihak yang berwajib" kata Mama Jo.


"Iya Ma" Papa Jo keluar dari ruangan rawat Lovely.


"Sana ikut sama Papa! Minta maaf sama Jay!" kata Revan pada Jo.


"Emoh!" jawab Jo cuek!


Revan geleng-geleng kepala.


Sementara itu Lovely menengok keadaan Jay bersama Papa nya. Lovely miris sekali melihat wajah Jay yang biru-biru. Bibir Jay pecah. Pelipis nya lebam.

__ADS_1


"Kak Jay. Maafkan aku... Gara-gara nolongin aku Kak Jay jadi begini" kata Lovely sedih.


Jay tersenyum. "Gak papa Neng. Udah gak sakit kok. Kamu gimana? Udah mendingan?"


"Mendingan, aku udah boleh pulang hari ini"


"Aa sih besok. Katanya luka nya masih harus di rawat. Oya Jo mana? Nanti dia marah kamu menjenguk Aa"


Papa Lovely mengacak rambut Jay. Dia sangat suka kepada anak muda ini. "Jo gak akan marah Jay! Om yang mengajak Lovely kesini"


Jay kembali tersenyum. Senyuman matahari semanis senyuman Lee Yong Dae. Atlet badminton Korea idolanya.


"Kak Jay... Maafin Kak Jo ya?" kata Lovely.


"Iya Love, dia cuma cemburu buta. Emosi" kata Jay.


"Kamu anak baik Jay. Ramah, santun, manis seperti Lee Yong Dae. Pantas Lee Yong Dae sendiri menyebutmu Aa Lee" kata Papa Lovely.


"Ah Om bisa aja" Jay tersipu.


Setelah itu Lovely menengok Livi yang sedang di jaga Ken. Livi sudah segar tapi kakinya masih sakit. Lovely segera memeluk Livi.


"Livi kamu baik-baik saja?" tanya Lovely.


"Aku juga udah baikan"


"Olaf, Jo mana?" tanya Ken.


"Kak Jo ada di ruang rawat ku. Aku baru saja menengok Kak Jay" jawab Lovely.


"Aneh Jo mu itu! Masa Jay udah nolongin kamu malah dia pukulin?!"


"Tau tuh Kak Jo!"


"Iya. Dari semua pasangan yang mendaki gunung salak, cuma kalian yang tersesat! Urutan ke 18 Aura dan Delia sampai di kaki gunung dengan selamat. Berarti panahnya berubah arah saat bagian livi dan Ryan yang turun gunung. Akhirnya Lovely dan Jay juga ikut tersesat. Rencana nya hari ini Aura dan Delia akan di panggil polisi" tutur Ken.


"Ada yang mau menyesatkan kita Lovely! Jahat sekali orang itu! Bagaimana kalau kita tidak selamat" kata Livi sedih.


Ken memeluk Livi dan mengusap rambutnya.


"Kamu pasti selamat Oliv! Aku pasti akan menyelamatkan mu kalau kamu kemarin tidak berhasil di temukan Tim SAR!"


***********


Lovely kembali ke ruang rawatnya. Mama Jo langsung memeluk Lovely. "Aduh Lovely sayang! Mama khawatir banget saat dengar kamu hilang kemarin! Malam Mama kesini tapi kamu belum sadar"

__ADS_1


Lovely tersenyum lalu mencium tangan Mama Jo.


"Udah ketemu Jay nya?!" Jo menyindir Lovely dengan sinis.


"Udah. Kak Jo apa tidak sebaiknya melihat Kak Jay juga?" kata Lovely.


"Emoh!"


"Papa lagi kesana untuk menengok keadaan Jay" kata Revan.


"Oh iya Kak, syukur lah" kata Lovely.


Lovely tidak habis mengerti. Kenapa Papa Jo yang pergi untuk menengok Jay? Sementara penyebab utama Jay masuk rumah sakit ada duduk manis disini!


"Kalau Papa sudah selesai bertemu dengan Jay. Kita segera pulang saja dari rumah sakit ini. Gak ada acara nengok-nengok Jay lagi!" kata Jo masih saja sinis.


"Iya Jo. Papa Lovely sedang mengurus biaya administrasi Lovely" kata Mama Lovely.


Sementara itu Papa Jo menemui Jay di ruang perawatan nya. Ternyata disana sudah ada keluarga nya dari Bandung. Ada ayah, Ibu, Kakak dan keponakan Jay. Dandanan mereka sangat norak di mata Papa Jo.


"Jay. Gimana? Sudah baikan? Saya Papanya Joshua" kata Papa Jo.


"Alhamdulillah mendingan Om. Saya tahu Om papanya Joshua. Om kan sering mengantar Jo mengikuti turnamen" kata Jay.


Ayah Jay segera menghampiri Papa Jo.


"Saha Jay? Pelatih sanes?" tanyanya. (Siapa Jay? Pelatih bukan?)


"Bukan pak. Ini ayahnya teman Jay" Jawab Jay.


"Oh sugan teh Pelatih" (Oh kirain Pelatih)


"Seram ih" celetuk keponakan Jay yang baru berusia 4 tahun!


"Hus! Gak boleh bilang seperti itu!" kata Kakak perempuan Jay.


"Bagaimana anak bapak tersesat juga seperti Jay?" tanya ibu Jay.


"Anak saya baik-baik saja. Calon menantu saya yang tersesat bersama Jay!" jawab papa Jo.


"Ya begitulah. Gunung salak memang angker!" kata Kakak ipar Jay.


"Iya, Jay juga jadi celaka! Luka-luka karena jatuh dari tebing!" kata Ayah Jay.


Jadi Jay berkata pada keluarganya kalau dia luka-luka karena jatuh dari tebing?! Papa Jo merasa lega! Itu artinya Jo aman!

__ADS_1


__ADS_2