Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 82 : Kemarahan Papa Jo


__ADS_3

Lovely pergi mandi lalu berdandan dan menyeret kopernya menuju parkiran. Jo sudah menunggunya disana.


"Kok kamu bawa koper Love? Mau pulang?" tanya Jo.


"Iya, aku capek, pusing, sedih... Aku kangen kamarku" jawab Lovely lemah.


Jo memeluk Lovely. "Karena aku ya? Maafkan aku ya sayang. Jangan marah terus..."


Lovely melepaskan diri dari pelukan Jo. "Aku gak marah. Bukankah aku selalu pasrah selama ini?...."


Jo mengantar Lovely pergi les, menunggu sampai selesai, dan mengantar Lovely pulang ke rumahnya. Mama sangat senang Lovely pulang sore itu. Mama segera menyiapkan makan malam spesial. Malamnya mereka makan bersama Papa yang juga sudah pulang.


"Sayang, dua Minggu lagi kamu ultah lho! Aduh, gak kerasa ya? Anak Mama udah besar. Udah 16 tahun" kata Mama.


"Iya, makin cantik lagi!" tambah Jo.


"Jo, kalau kamu mau mengadakan pertunangan sekarang, Mama setuju kok!"


"Jo sih mau banget Ma"


"Maaf Jo, untuk bertunangan sebaiknya tahun depan saja. Kalau Lovely sudah menginjak usia 17 tahun. Lovely masih kecil. Papa gak mau Lovely merasa tertekan. Papa mau Lovely tumbuh di usia remaja nya dengan wajar dan ceria. Kalau sudah bertunangan kan nanti Lovely akan banyak aturan dari kamu" kata Papa tidak setuju.


"Papa takut kalau Lovely sudah boleh di cium sama Jo, kan?" goda Mama.


"Iya, Lovely hanya boleh di kecup pipi atau kening nya saja! Nanti kalau Lovely sudah 17 tahun, baru Jo boleh mengecup bibir Lovely! Mengerti kamu, Jo?!" kata Papa.


Jo sampai terbatuk-batuk "I... Iya Pa, Jo mengerti" kata Jo gugup.


"Nah, kalian juga sudah satu tahun bersama. Coba kalian renungkan berdua. Apa kalian selama ini sudah menjadi kekasih yang baik? Apa sudah jadi kekasih yang jujur dan setia? Apa kalian selama setahun ini sudah bahagia?" kata Papa lagi.


Jo benar-benar merasa bersalah pada Lovely. Saat Papa dan Mama meninggalkan nya berdua bersama Lovely, Jo bicara pada Lovely.


"Love, aku selama ini bukan hanya berani mencium bibir kamu. Aku juga suka kasar pada seluruh tubuh kamu" Jo memeluk Lovely erat-erat "Maafkan Kak Jo, Lovely sayang... Aku akan berusaha lebih lembut sama kamu. Selama setahun ini aku sudah kasar dan sering memaksakan kehendak kepada mu. Apalagi kalau aku sedang cemburu"


Lovely balas memeluk Jo. "Baru sadar ya Kak Jo?" tanya Lovely.


"Iya, aku takut kamu gak bahagia Love" kata Jo.


"Kak Jo dengarkan apa kata Papa ku tadi? Aku ini masih kecil, Kak Jo"


"Iya, masih kecil tapi udah seksi banget!"

__ADS_1


Hp Jo berbunyi. Ada telepon dari Papa nya. Jo melepaskan dulu pelukannya pada Lovely.


"Halo Papa" kata Jo.


"Jo, kamu dimana?" tanya Papa.


"Di rumah Lovely, Pa"


"Pulang kamu sekarang juga! Papa tunggu kamu dirumah sekarang!"


*********


Sore itu setelah berpisah bersama Lovely di koridor. Jay coba menemui Papa Jo di kantor nya. Kantor nya besar sekali. Malah Jay di larang masuk karena belum membuat janji dengan Papa Jo.


Untungnya Revan muncul dan melihat Jay.


"Hai Jay!" seru Revan.


"Hai Van" balas Jay.


"Ada apa kesini? Kamu mencari aku?"


"Tumben, ada apa?"


"Ini tentang adikmu, Jo"


"Dia cari masalah lagi ya?!"


Revan mengantarkan Jay ke ruangan Papa nya. Melihat Jay, Papa Jo tersenyum sinis.


"Ada apa?" tanya Papa Jo.


"Maaf Om, saya hanya ingin memberi tahu. Senin kemarin Lovely pingsan di asrama" kata Jay.


"Lho? Kenapa? Lovely swetty sakit? Jo enggak cerita"


"Maaf Om, Lovely pingsan setelah saya perdengarkan rekaman suara Jo dengan Rifky. Saya juga yang bersalah" kata Jay.


"Rekaman apa?! Ada-ada saja kamu ini?" tanya Papa Jo.


Jay perdengarkan suara rekaman Jo dan Rifky yang dia rekam lewat HP nya. Papa Jo terlihat marah! Wajah nya merah! Revan juga!

__ADS_1


"Hapus Jay! Hapus!" kata Revan.


"Iya Van" kata Jay lalu segera menghapus rekaman itu.


"Ya ampun Jo! Revan, bagaimana ini?!" Papa bingung dan marah! "Kalau Papa Mama nya Lovely sampai tahu, pasti mereka akan marah! Bagaimana kalau kita lamar saja Lovely secepatnya?!"


"Gak bisa Papa, Lovely itu masih kelas 2 SMU. Papanya pasti menolak" kata Revan.


"Lalu bagaimana?! Harus di hajar Jo ini!"


"Kasihan Lovely"


Jay coba ikut bicara "Begini Om. Setelah mendengar rekaman itu, Lovely menangis lalu jatuh pingsan. Tapi Lovely sempat bicara kalau Jo sebenarnya tidak pernah melakukan semua itu"


"Iya sih Pa. Aku juga yakin kalau Lovely bisa jaga diri. Aku juga sebenarnya pernah memergoki Jo menyekap Lovely di kamarnya. Lovely sudah menangis. Tapi Jo terus memaksa. Untungnya aku di telepon bik Tarmi karena bik Tarmi mendengar Lovely berteriak. Waktu itu aku yang menolong Lovely" tutur Revan.


"Keterlaluan Jo! Ini gara-gara sering tidur di asrama! Jadi terpengaruh temannya! Si Rifky itu! Kasihan Lovely swetty" Papa mengepalkan tinjunya.


"Maaf Om, saya jujur saja. Saya juga sangat mencintai Lovely..." kata Jay.


"Gak bisa! Bagaimana pun kamu mencintai Lovely, Lovely harus tetap bersama Jo! Jo bisa down kalau tidak ada Lovely!" kata Papa.


"Iya, saya juga tahu. Lovely juga sudah memilih Jo. Saya sadar dan ikhlas. Tapi saya cuma minta satu hal. Om tolong nasehati Jo. Jangan terus memaksa Lovely. Perlakukan Lovely dengan lembut. Saat ini mungkin Lovely masih bisa bertahan. Tapi lama-lama saya khawatir. Lovely tidak akan lagi bisa mempertahankan dirinya" tutur Jay.


"Iya Pa, betul apa kata Jay. Jo itu cuma takut pada Papa. Sama Revan juga dia melawan" kata Revan.


Papa mengangguk. "Baiklah, sebelum semuanya terjadi. Om yang akan bicara pada Jo! Makasih Jay, kamu sudah menginformasikan ini pada kami. Kamu ternyata anak baik. Kamu tenang saja! Mulai sekarang Om yang akan melindungi Lovely!" kata Papa.


Jay tersenyum "Makasih Om!"


Malamnya Papa pulang ke rumah bersama Revan. Langsung menelepon Jo dan memintanya untuk pulang ke rumah. Jo yang sedang ada di rumah Lovely segera pulang.


Jam 9 malam Jo sampai di rumahnya. Jo segera di panggil ke ruang kerja Papa nya. Sementara Revan mengajak Mama menonton TV berdua agar Mama tidak tahu kalau Jo pulang malam itu.


"Ada apa sih Papa?! Jo lagi pacaran juga!" kata Jo sesampainya di ruang kerja Papa nya.


"Diam kamu! Duduk!" bentak Papa.


Jo kaget sekali karena belum pernah di bentak Papa! Jo segera duduk manis dengan wajah polosnya. "Ada apa Pa?"


"Tadi Jay ke kantor Papa. Dia sudah cerita semuanya! Lovely pingsan karena sudah kamu permalukan! Keterlaluan kamu Jo! Bilang-bilang sudah meniduri Lovely! Kurang ajar!"

__ADS_1


__ADS_2