
Livi sengaja menemui Ken untuk menjelaskan masalah masak seblak kemarin. Hari ini Livi memang latihan bersama Ken dan Mark. Tapi Ken sama sekali tak mau melirik pada Livi, jutek sekali!
Usai memimpin latihan, Ken buru-buru hendak meninggalkan lapangan. Livi tak mau kehilangan kesempatan, dia tarik tangan Ken.
"Tunggu Kak Ken!" kata Livi.
"Ada apa?!" tanya Ken jutek.
"Aku mau jelasin masalah kemarin, aku sama Kak Thony kemarin gak masak berdua"
"Aku gak perduli! Kalian mau masak atau makan berdua, terserah toh!"
"Tapi serius! Kemarin kami berdua cuma mau membantu Lovely memasak buat Kak Jo. Kemarin saat kamu datang, Lovely lagi metik cabe di kebun. Asalnya hanya aku yang membantu Lovely, tapi Kak Thony ikutan! Beneran!"
Ken mengangguk. "Oke, aku percaya sekarang!"
"Terus?"
"Ya aku mau makan siang dulu!"
Livi sedih. "Kok Kak Ken cuek sih...? Gak ada seneng-seneng nya tahu aku sama Kak Thony gak masak berdua..."
Sebenarnya Ken seneng, tapi jaim. "Ya sudah, kan aku sudah tahu kalau kamu cuma membantu Lovely. Terus aku harus gimana toh?!"
Livi benar-benar kesal! Dia berbalik pergi. "Ya sudah pergi sana! Dasar cowok nyebelin! Cowok gak peka!" rutuk Livi.
"Hey kamu mau kemana? Kamu gak mau makan siang bareng aku?!" tanya Ken.
"Malas! Aku makan siangnya di asrama aja!"
Ken mengejar Livi lalu memeluknya erat dari belakang. Livi berdebar keras! Tangan Ken melingkar di perutnya!
"Maka bareng sama aku di kantin! Jangan marah dulu! Aku minta maaf" bisik Ken.
"Iya, tapi lepas dulu pelukannya! Malu"
Ken lepas pelukannya. Dia baru sadar kalau sudah memeluk Livi di tempat umum. Banyak siswi yang melihat dan memperhatikan. Ken melotot! "Apa lihat-lihat?!!" bentak Ken. Semua yang melihat dan memperhatikan langsung kabur.
Ken menggandeng Livi. Lalu mengajaknya ke kantin.
"Kak Ken, malu ah. Lepasin tangan aku!" kata Livi risih.
"Gak papa toh! Wajar kan kakak gandeng adiknya?"
"Terserah!"
Ken dan Livi malah berpapasan dengan Thony. Thony sedih sekali. Kenapa setiap Thony merasa ada harapan, pasti Livi malah semakin dekat dengan Ken? Thony hanya bisa bengong saat Ken dan Livi lewat tanpa menyapanya. Livi sengaja tak menyapa Thony karena takut Ken marah lagi.
*********
Beberapa hari ini, siswi kelas 1 dilatih oleh Jay dan Ryan karena Ken dan Mark sibuk latihan untuk mengikuti Kejuaraan di tingkat Asia.
__ADS_1
Usai latihan, Livi Istirahat bersama teman-temannya. Delia yang memang beberapa hari ini kesal pada Livi langsung menyindir, "Heran aku sama Kak Ken! Sudah tahu Livi itu bermuka dua! Masih aja di sayang!"
Livi menoleh. "Bermuka dua gimana maksud kamu?!"
"Kamu kan deket sama Kak Ken, tapi masih suka berkencan juga sama Kak Thony"
"Apa maksud kamu?!"
"Pilih salah satu dong!"
"Siapa yang suka berkencan sama Kak Thony?!"
"Ah munafik kamu! Mentang-mentang cantik!"
Livi kesal! Dia bangkit berdiri! Delia ikut berdiri. Mereka jadi berhadap-hadapan!
"Mau kamu apa sih?! Kalau kamu mau Kak Ken, ayo silahkan kamu coba ambil dia! Kalau dia mau, dengan ikhlas aku relakan! Ini masalah nya Kak Ken gak suka sama kamu! Kak Ken sukanya sama aku! Kak Ken mau nya sama aku!" Livi menantang.
Bukan main panasnya hati Delia! Dia kelepasan lalu mendorong bahu Livi kuat-kuat! Livi yang tidak menyangka Delia akan bertindak kasar, jatuh terpelanting ke bawah karena posisinya saat itu ada di deretan kursi penonton bagian atas!
"Livi!!!" pekik Lovely lalu nekad meloncat menyusul Livi yang terjatuh! Yang lain nya segera menyusul Livi juga.
"Dasar g****k! Mau main kasar hah?! Makan ini!" 'Dug!' Angela meninju mulut Delia!
"Akh!!!" Delia tersungkur. Bibirnya berdarah!
Agnes dan Syifa segera menolong Delia.
"Ayo! Siapa yang mau gua hajar lagi?! Maju!" bentak Angela.
Angela merasa punggungnya di usap. Dia berbalik seraya siap meninju orang di belakang nya!
"Sabar cantik, ini aku, Hisyam!" seru Hisyam sambil menangkap tinju Angela.
"Minggir! Jangan berani ikut campur!" bentak Angela.
"Sabar dulu cantik, jangan main kasar!"
"Dia duluan yang kasar! Livi jatuh dari kursi penonton didorong Delia!"
Sementara itu, Livi meringis sambil memegangi kakinya yang sakit.
"Livi, aku panggil Kak Ken ya?" kata Lovely panik.
"Jangan! Dia lagi latihan! Aku gak papa" Livi coba berdiri tapi tak bisa. "Aduh!" pekiknya.
"Aku akan panggil Kak Mark!" seru Cecil.
"Dasar bodoh! Kak Ken latihannya sama Kak Mark!" kata Indah.
"Oh iya..." Cecil nyengir.
__ADS_1
Saat itulah sesosok tubuh menyeruak dan jongkok di sisi Livi.
"Kak Ryan!" seru Cecil senang!
"Ada apa ini?" tanya Ryan, si ganteng glowing yang dingin.
"Livi jatuh dari atas kursi penonton karena di dorong sama Delia" kata Lovely.
"Kok bisa?" Ryan kerutkan keningnya.
"Delia marah karena Livi deket sama Kak Ken" kata Putri.
Ryan pegang lutut kiri Livi. "Awh! sakit!" pekik Livi.
"Kamu cedera Livi" kata Ryan lalu langsung menggendong tubuh Livi.
"Jangan! Turunkan aku!" seru Livi panik.
"Diam! Gak papa. Aku cuma bantu gendong sampai UKS. Kamu harus segera di obati. Kamu gak bisa jalan sendiri" kata Ryan.
Livi merasa risih! Livi belum pernah di gendong oleh cowok! Apalagi kini wajahnya amat dekat dengan Ryan. Livi menyerah dan akhirnya merangkul pada leher Ryan. Sekarang, malah jantung Ryan yang berantakan!
Jay ikut muncul lalu bertanya, "Ada apa Yan?!"
"Kamu urus situasi disini! Aku bawa Livi dulu, dia cedera" kata Ryan lalu membawa Livi ke UKS.
Jay menghampiri Delia yang masih duduk dengan bibir pecah. "Gimana ceritanya? Ada apa? Kenapa pas bagian Aa yang latih, kalian jadi ribut sih?! Apa nanti kata Ken?!"
Cecil segera menceritakan semua tentang perkelahian Livi dan Delia.
"Jadi Livi di dorong sama Delia? Terus itu kenapa bibir kamu Delia?" tanya Jay.
"Aku yang pukul! Aku marah karena Delia mendorong Livi. Aku siap terima hukuman" Angela mengaku.
"Enggak! Angela gak boleh di hukum!" seru Hisyam.
"Iya, aku gak akan menghukum siapa-siapa. Aku cuma bisa memberi nasehat. Delia, kamu harus sadar! Livi itu gadis yang di cintai Ken! Kalau kamu suka sama Ken, coba kamu pikat dia. Bukannya Livi yang kamu serang. Lihat saja nanti kalau Ken sampai tahu Livi terluka karena kamu" tutur Jay. Wajah Delia jadi pucat!
Jay menghampiri Lovely yang saat itu bersama Putri, Cecil dan Indah.
"Neng cantik mana suaranya?" sapa Jay.
Putri, Ceci, dan Indah cekikikan karena Jay menirukan gaya Anwar BAB di acara TV.
Lovely malah cemberut. Tapi Lovely tak bisa membohongi diri, Jay manis dan lucu.
"Neng cantik, mana Jo nya?" tanya Jay.
"Latihan buat Kejuaraan Asia" jawab Lovely.
"Oh... Kita makan bareng yuk"
__ADS_1
"Maaf, aku mau lihat Livi di UKS"
"Oh..." Jay jadi manyun.