Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 21 : Pulang dari Palembang


__ADS_3

Selama seminggu, Ken, Mark, dan yang lainnya harus mengikuti Kejuaraan Nasional di Palembang. Selama seminggu ini Livi sangat merindukan Ken. Di saat rindu-rindunya kepada Ken, Devon malah menembak Livi. Devon adalah teman sekelas Livi.


Awalnya Devon menanyakan status hubungan Livi dan Ken. "Livi, kamu itu sama Kak Ken statusnya apa sih? Kok kalian kayaknya sering barengan?"


"Masih sebatas anak didik dan pelatih. Gak lebih kok" jawab Livi.


Devon menatap Livi lalu menggenggam tangannya. Livi langsung menarik nya.


'Apa-apaan sih?' fikir Livi. Di mata Livi, Devon masih anak kecil!


"Kamu jadi pacar aku aja Livi. Aku suka sama kamu!" kata Devon.


Livi kaget. "Ih apa-apaan sih! Baru kenal juga!"


"Biarin dong! Kamu itu lebih cocok sama aku! Kak Ken terlalu dewasa buat kamu. Kamu sama aku aja ya cantik?"


Livi senyum sinis lalu berdiri, Devon ikut berdiri. Jelas terlihat kalau Devon hanya setinggi bahu nya.


"Maaf Von, aku gak suka sama kamu! Aku cuma anggap kamu teman biasa!" kata Livi lalu meninggalkan Devon.


Saat nanti usia Livi 17 tahun, Livi berharap akan ada seorang cowok dewasa yang bisa mengisi hari-harinya. Bukan teman sekelas yang masih mendapatkan uang saku dari orang tua nya!


*******


Ken dan Mark menjadi satu-satunya wakil Klub yang meraih kemenangan. Nanti sore Ken akan pulang bersama yang lain nya. Rencananya, di Klub akan di adakan acara kecil untuk menyambut kemenangan Ken dan Mark.


Livi sangat merindukan Ken. Senyumnya, tengilnya, galaknya. Rasanya Livi ingin hari ini cepat berlalu agar bisa bertemu dengan Ken.


Karena anak salah satu pelatih senior, Livi dan Lovely di izinkan mengikuti acara penyambutan di Klub Badminton.

__ADS_1


Ken saat itu sudah ada bersama Mama Papanya yang khusus datang dari Banyuwangi. Juga ada Mark yang di temani pacarnya yang cantik. Livi jadi gugup. Tapi Papa nya berkata, "Ayo sana temui Ken. Beri dia selamat"


Livi menghampiri Ken dan ulurkan tangan nya. "Kak Ken, selamat ya..."


"Makasih Oliv, aku sih juara udah biasa toh!" kata Ken sombong. Livi rasanya ingin memeluk Ken. Ken benar-benar terlihat sempurna saat itu!


Ken mengenalkan Livi pada Papa Mama nya. "Oya, Pa, Ma, kenalin ini anak nya Om Rezky. Adik kecilku yang cantik, namanya Livi"


"Hai Livi, kamu cantik banget sayang" sapa Mama Ken.


"Ken suka cerita di telepon kalau dia punya adik kecil yang cantik. Ternyata ini toh orang nya" kata Papa Ken.


Livi senyum lalu mencium tangan kedua orang tua Ken. Adik kecil? Benarkah Livi hanya seorang adik kecil untuk Ken?


"Livi ini masih kecil, baru kelas 1. Jadi banyak yang harus dipelajari. Makanya dititipin sama Ken, biar di bimbing" kata Papa Livi.


"Oya, bagus itu. Kalau sering ketemu kan lama-lama jadi sayang" kata Papa Ken. Semuanya tertawa. Livi melirik Ken, tapi Ken tampak biasa saja. Livi sedih...


*******


Sementara Jo hanya bisa melaju sampai babak kedua Kejuaraan di Palembang. Seperti biasa, Jo menyalahkan lapangan, angin dan cuaca di luar kota. Saat acara penyambutan untuk Ken dan Mark berlangsung, Jo menempel terus pada Lovely.


Sorenya Jo mengajak Lovely ke ruang pelatih junior. Ruangan ini tempat para pelatih junior seperti Jo dan Ken untuk istirahat, makan, dan berganti pakaian. Tidak sembarang orang bisa masuk kesini.


Saat Lovely duduk di sofa, Jo malah tiduran di paha Lovely. Padahal saat itu ada juga Mark bersama pacarnya, Amel. Juga ada Ken, Livi, dan Thony.


"Kak Jo duduk ah! Malu sama yang lain" kata Lovely. Tapi Jo malah menatap manja lalu pejamkan matanya.


Lovely jadi gak bisa bilang apa-apa. Malah tangan Lovely jadi bergerak untuk membelai-belai wajah Jo, menelusuri lekuk pipi, hidung, dan bibir Jo dengan jari-jarinya.

__ADS_1


"Jo! Jangan tiduran di paha gitu dong! Tahu malu sedikit!" kata Ken yang saat itu sedang memeriksa laporan latihan Livi selama dia tidak ada di Jakarta.


Jo buka matanya. "Berisik kamu Ken! Aku mau tiduran sebentar! Badanku pegal-pegal"


"Kamu kan main cuma 2 hari? Kok bisa pegal-pegal sih? Dasar lebay! Aku saja yang main 5 hari berturut-turut gak pegal-pegal kok! Biasa aja!" rutuk Ken.


"Itu kan kamu! Aku sih gak biasa cuaca di luar kota! Suka masuk angin!"


"Dasar orang kampung kamu Jo!"


Mark cuma senyum-senyum sambil memegangi tangan Amel.


"Ini tempat diskusi pelatih junior! Bukan tempat pacaran! Aneh aku sama kamu Jo! Mark aja enggak kayak kamu pacarannya! Padahal udah 2 tahun pacaran sama Amel! Kamu baru pacaran 5 bulan tapi udah berani tiduran gitu di paha Olaf!" Ken marah-marah.


"Bawel!" rutuk Jo lalu bangun dari paha Lovely. Masalahnya saat bangun itulah Jo menggesekkan bibir nya pada paha Lovely. Padahal Lovely sedang memakai rok mini.


"Ih!!!" tentu saja Lovely jadi memekik geli sambil usap-usap paha nya. "Kak Jo nakal banget sih!" bentak Lovely lalu cubit pinggang Jo. Jo malah tertawa lalu memeluk Lovely erat-erat dan mencium pipi Lovely.


"Benar-benar menjijikkan!" rutuk Ken.


"Lovely milik aku kok! Kenapa kamu harus sewot sih Ken?" tanya Jo.


"Kok ada ya di dunia ini cowok seperti kamu Jo? Kamu juga Olaf! Jangan terlalu manjain Jo bisa gak?! Dia terlalu agresif sama kamu! Kalau Papa kamu tahu barusan Jo mencium paha kamu! Bisa di gantung Jo kamu itu!" bentak Ken lagi kali ini pada Lovely.


"Iya, maaf Kak Ken. Aku juga malu Kak Jo seperti itu" kata Lovely.


"Ah! Bawel banget sih kamu Ken! Oke! Oke! Aku akan pergi dari sini! Ruangan ini terlalu serius untuk tempat berpacaran!" kata Jo lalu menarik tangan Lovely dan berbisik, "Love sayang, kita lanjut aja pacaran nya di rumah Oma aku yuk?"


"Rumah Oma?" tanya Lovely.

__ADS_1


"Iya"


Rumah Oma Jo memang tak jauh dari asrama. Malahan baru setahun belakangan ini Jo tidur di asrama bersama Thony. Asalnya, Jo selalu pulang ke rumah Oma nya pada sore hari seusai latihan karena di asrama terlalu banyak nyamuk!


__ADS_2