Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 44 : Penyesalan Jo


__ADS_3

Melihat Jo menarik Lovely ke kamarnya. Lalu terdengar teriakan-teriakan Lovely, membuat bik Tarmi jadi panik! Bagaimana bisa bik Tarmi menolong Lovely? Dia cuma pembantu di rumah itu.


Tak ada jalan lain. Bik Tarmi harus menelepon Revan! Saat di telepon kebetulan Revan sudah dekat rumah. Sedang dalam perjalanan. Tak lama Revan pun sampai.


"Ada apa bik? Kok tumben nyuruh aku cepat pulang?" tanya Revan. Kalau sabtu malam, rumah biasa sepi. Revan tahu kalau Papa Mama pasti ke rumah Oma sementara Jo pasti ke rumah Lovely.


"Anu Den Revan... Den Jo membawa Non Lovely masuk kamarnya...Trus Bibi dengar Non Lovely teriak-teriak minta tolong! Bibi takut kalau nolongin sendiri" tutur bik Tarmi.


"Apa?!!!" bukan main kagetnya Revan! Dia langsung lempar ranselnya lalu menuju kamar Jo.


Revan langsung masuk kamar Jo karena memang tidak terkunci " Ya Tuhan...!" Revan kaget sekali melihat Jo bertelanjang dada, menciumi dan menindih Lovely! Kemeja Lovely sudah terbuka dan menyingkapkan bra nya!


"Jo! Apa-apaan kamu!!!" teriak Revan lalu menarik Jo dari tubuh Lovely. Lovely yang sudah berurai air mata segera bangkit berdiri dan mengancingkan kemeja nya. Belum sempat di kancingkan semua, Lovely memekik kaget melihat tangan Revan melayang ke wajah Jo!


"Jangan Kak Revan!!!" teriak Lovely lalu maju dan menahan tangan Revan yang beberapa cm lagi mengenai wajah Jo!


"Biar Lovely! Biar aku hajar anak ini! Beraninya dia mau memperkosa kamu di rumahnya sendiri!" Revan menarik tangannya lalu menatap Lovely. Sadarlah dia kalau baju Lovely belum terkancing semuanya. Revan buang muka "Kancingkan baju kamu Lovely!"


Lovely segera merapikan kancing bajunya. Sementara Jo merapat ke tembok kamar. Jo takut sekali pada kakak nya. Tadi hampir saja dia kena tampar kalau Lovely tak menahan tangan Revan!


"Kak Revan... Jangan pukul Kak Jo... Dia adikmu" kata Lovely memohon.


"Dia jahat Lovely! Dia tadi mau memperkosa mu! Apa jadinya kalau aku tidak muncul?!"


"Iya, aku tahu... Tapi jangan sakiti Kak Jo ku"


Revan kaget! Apalagi Jo! Rasanya ingin dia memeluk Lovely!


"Kamu dengar itu Jo?! Kamu sakiti tapi dia masih membela kamu! Kenapa kamu begitu tega ingin memperkosa nya?! Kurang ajar kamu! Aku malu punya adik seperti mu!" bentak Revan.


Revan mendekati Lovely lalu membelai rambut nya "Keterlaluan kamu Jo! Lihat Lovely sampai menangis seperti ini! Tega kamu! Bukankah kamu menyayangi nya?!"


"Aku... Justru aku terlalu menyayangi nya Kak..." kata Jo dengan suara bergetar.


"Aku kecewa sama kamu Jo! Bagaimana kalau Papa Mama tahu kelakuan mu?!" Revan benar-benar marah. Dia melirik Lovely "Lovely, ayo aku antar pulang!"


"Iya kak Revan..." Lovely mengangguk.


"Jangan bawa Lovely!" teriak Jo.


"Tutup mulutmu dan renungkan kesalahan mu!" bentak Revan lalu menggandeng tangan Lovely.

__ADS_1


"Lovely sayang, jangan pergi! Jangan tinggalkan aku! Maafkan aku!" teriak Jo.


Tapi Lovely tetep pergi dengan Revan dan tidak menoleh lagi. Tinggalah Jo sendiri. Menangislah Jo di kamarnya seperti anak kecil. Keras dan memilukan....


Jo menyesali dirinya sendiri. Kenapa dia bisa sekasar itu pada Lovely? Bukankah dia mencintai Lovely? Dan bukankah cinta itu berarti harus melindungi?


Tadi Lovely begitu pucat, kusut, dan dalam keadaan menangis. Tapi malah Revan yang membasuh air mata dan membelai rambut nya! Berani sekali Revan menyentuh milik Jo! Jo merasa hatinya sangat sakit!


Jo mulai berfikir bagaimana jika Lovely meninggalkan nya?! Selama 8 bulan bersama kenapa Jo lebih sering memaksa dan menekan Lovely? Padahal Lovely begitu baik dan lembut padanya.


**********


Revan memarkirkan mobilnya di pom bensin. Dia keluar untuk mengisi bensin lalu mampir ke mini market. Sementara Lovely sendiri di mobil. Melamun dan masih syok karena hampir di telanjangi Jo! Beruntung Revan muncul.


Tak lama Revan sudah masuk kembali ke dalam mobil. Dia membeli coklat, Minuman dingin, dan sisir lipat untuk Lovely.


"Minum dulu, trus makan coklat. Setelah itu sisir rambut mu. Jangan pulang dalam keadaan kusut dan pucat seperti ini" kata Revan.


"Makasih Kak Revan" kata Lovely.


Lovely menyisir rambutnya, lalu memakan coklat pemberian Revan. Wajah nya tidak sepucat tadi. Revan memandangi dengan kagum. Kagum akan cantiknya Lovely. Bagaimana Jo bisa mengasari princess secantik dan selembut ini?!


Revan mengantar sampai depan gerbang rumah Lovely.


"Mampir dulu Kak Revan" kata Lovely.


"Enggak ah, nanti Mama mu bingung kok jadi aku yang nganterin kamu" kata Revan.


"Makasih ya. Kamu sudah nolongin aku"


"Iya, tapi Lovely... Aku minta jangan kamu ceritain masalah Jo sama Papa Mama mu. Aku takut nanti keluarga kita jadi bermasalah"


"Iya, aku mengerti"


"Aku tidak akan meminta kamu melanjutkan hubungan mu dengan Jo. Aku sadar Jo sudah salah besar sama kamu. Semuanya terserah kamu"


"Iya Kak..."


"Maafkan Jo ya?"


"Iya, yang penting aku sudah selamat"

__ADS_1


Lovely merasa Revan begitu baik padanya. Ya Tuhan... Andai saja Revan yang duluan bertemu dengan nya. Revan begitu ganteng! Ramah, baik hati, dan sopan.


********


Revan kembali ke rumahnya. Jo masih menangis. Revan memberikan Jo baju "Pakai baju kamu! "


"Mana Lovely Kak?" tanya Jo.


"Sudah aku antar sampai ke depan rumahnya"


"Lovely marah sama aku ya?"


"Pasti marah lah! Kamu Kenapa mau memperkosa nya?! Kamu sudah gila ya?!"


"Aku takut karena banyak cowok yang suka sama dia. Jadi aku mau menjadikan nya milikku seutuhnya. Biar dia gak bisa ninggalin aku..."


"Dasar bodoh! Dia memang akan jadi milikmu. Tapi apa dia bisa bahagia kalau dalam hatinya membenci kamu?! Jangan cuma miliki raganya tapi dia tidak bahagia! Kamu akan menyesal!"


"Trus gimana dong?! Bantuin aku! Aku gak mau kehilangan dia!"


"Aku gak tahu Jo. Aku cuma minta Lovely jangan bilang pada Papa Mama nya"


"Maafin aku Kak Revan..."


"Sudahlah! Sebaiknya kamu bertobat! Jangan mengurung diri atau mogok makan! Awas kamu! Kalau kamu mogok makan, aku akan bilang pada Papa Mama bahwa kamu sudah mencoba memperkosa Lovely!"


"Iya Kak..."


"Besok coba kamu temui Lovely. Minta maaf sama dia!"


"Iya..."


Revan membelai rambut Jo "Aku sayang kamu Jo. Kamu jangan pernah berbuat kasar lagi pada Lovely ya?! Coba kamu fikir kalau Papanya tahu bagaimana? Mudah-mudahan Lovely mau memaafkan kamu dan menerima mu kembali"


Jo memeluk Revan "Makasih Kak"


"Iya Jo"


Esoknya Jo coba WA Lovely "Met siang. Sudah makan siang belum sayang?"


Tapi Lovely tidak membalasnya.

__ADS_1


__ADS_2