Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 20 : Cerita Akhir Pekan


__ADS_3

Setelah Lovely resmi menjadi milik Jo, Ken mencoba menganggap Lovely sebagai adiknya sendiri. Lagipula Lovely terlalu manis dan memang cocok menjadi pasangan Jo yang juga 'manis'.


Hingga awal bulan Oktober, Ken mendapatkan anak didik baru pindahan dari Belanda, namanya Livi dan dia adalah anak tunggal Om Rezky yang juga adalah pelatih senior di Klub.


Ken mendapatkan tugas membimbing dan menjaga Livi selama di asrama. Livi cantik sekali! Malah kalau boleh Ken jujur, Livi lebih cantik dari Lovely!


Livi memiliki wajah blasteran namun ada sedikit oriental nya. Tubuhnya tinggi proporsional, matanya coklat, hidung bangir dan bibir sensual! Disaat Livi tersenyum, ia menampakkan lesung pipit di kedua pipinya. Luar biasa! Seperti melihat putri raja saja saat Ken datang ke pesta ultah nya.


Malahan Ken berdansa juga bersama Livi dan suap-suapan kue ulang tahun. Berdansa bagi Ken adalah hal yang konyol, tetapi kini malah dia lakukan bersama Livi.


Tapi tetap saja Livi adalah seorang gadis kecil yang baru berusia 16 tahun. Ibarat buah mangga, dia itu masih sangat muda. Masih asam rasanya.


Di asrama Livi ramah dan mudah bergaul. Kecantikan nya terlihat menonjol di antara yang lain. Yang Ken suka dari Livi adalah karena Livi tidak menyukai Jo seperti anak-anak didiknya yang lain. Ken tidak suka gadis-gadis kecil yang ribut hanya karena berebut perhatian Jo! Sudah tahu Jo itu milik Lovely, tapi masih saja kadang terjadi keributan di lapangan!


Beberapa hari sekolah, Thony mulai mendekati Livi. Anehnya Ken jadi kesal! Mana cocok Livi dengan Thony? Apa Thony tak berkaca diri?


Ken tidak mau Livi mempunyai pacar dulu! Livi harus fokus belajar dan giat berlatih. Seminggu ini Ken coba menjaga Livi dari gangguan Thony. Tapi tetap saja Thony berhasil mendekati nya! Lama-lama bisa Ken hajar si Thony itu!


Livi juga istimewa. Setiap Ken kesal pada Livi karena sikap nya yang kadang suka melawan, dengan mudahnya Livi bisa merubah suasana jadi lucu dan membuat Ken jadi tertawa. Livi juga lucu! Apalagi kalau sedang cemberut. Ken senang membuat Livi cemberut, jadi terlihat semakin cantik!


Seperti Minggu siang ini saat Ken menyuruh Livi membeli rujak di depan komplek, Livi marah lalu pindah duduk ke ruang tamu rumahnya. Ternyata setelah Ken lihat, Livi tidur di sofa. Baru kali ini Ken lihat seorang gadis tertidur, benar-benar cantik anak ini!


Apalagi kalau nanti usia nya sudah 18 tahun? atau 20 tahun?


Ken duduk di sofa yang lain, memandangi Livi yang tidur pulas seperti bayi. Makin di pandangi, Livi makin menarik!


Akhirnya Ken pergi beli rujak dengan mobil nya. Saat kembali ternyata Livi sudah bangun. Livi bingung mencari Ken yang hilang dari rumahnya.


"Kak Ken dari mana sih?! Kok pergi gak bilang dulu?! Nanti Papa bisa marah kalau Kak Ken pulang karena aku gak temani!" omel Livi.


"Aku beli rujak di depan komplek! Lagipula emang kamu gak menemani aku kan? Kamu tidur pulas di sofa!" Kata Ken.


"Iya maaf... Aku ketiduran"


"Ya udah, sana ambil piring! Kita makan rujak yuk!"


Livi mengambil piring lalu mereka makan rujak bersama. Ken geli sekali melihat Livi yang kepedasan. Bibir nya yang penuh menjadi merah merona.


"Ih! Pedes banget Kak Ken!" desis Livi.


"Aku emang suka banget rujak mangga muda yang super pedas!"


Livi mundur sambil kibas-kibas tangan di depan mulut nya. "Sss... Hah.... Pedes banget ih! Udah ah! Habisin semuanya sama Kak Ken!"


"Ya udah! Kalau gak kuat jangan makan lagi! Dasar payah!"

__ADS_1


Livi mengambil air putih lalu minum banyak-banyak. Sementara Ken lanjutkan makan rujaknya.


"Hei Livi" panggil Ken.


"Apa?"


"Kamu tuh ibarat mangga muda ini, masih terlalu muda dan asem! Tapi nanti kalau sudah matang pasti manis sekali rasanya"


"Jadinya?"


"Iya. Jadinya kamu jangan dulu pacaran! Nanti aja kalau udah dewasa sedikit. Biar lebih matang dan manis"


"Tapi itu kok Kak Ken makan mangga mudanya? Bukannya tadi Kak Ken bilang paling suka mangga yang masih muda? Gimana? Mangga muda lebih enak kan? Kalau lebih enak yang udah matang, kenapa gak beli yang udah matang?"


Mendengar itu Ken jadi tersipu dan tak bisa menjawab lagi.


 


*******


 


Hari Minggu sudah menjadi komitmen Lovely dan Jo untuk menghabiskan waktu bersama keluarga masing-masing dan akan bertemu kembali saat malam harinya.


Tapi Minggu ini Lovely benar-benar tidak enak badan. Perut nya mual sekali. Malahan Lovely sampai muntah-muntah di wastafel kamar nya.


"Mual Ma..."


"Makan siang dulu yuk?"


"Enggak ah, aku mau tidur aja"


"Mama buatkan susu hangat ya? Baru kamu tidur siang"


"Iya Ma..."


Lovely berbaring, dan tak lama Mama muncul lagi membawa segelas susu hangat. "Nih minum, Lovely" kata Mama. Lovely minum pelan-pelan.


Mama menatap Lovely curiga. "Lovely, waktu kemarin kamu pergi ke puncak sama Jo, kalian enggak melakukan sesuatu kan?"


"Melakukan kok Ma. Renang, makan, jalan-jalan"


"Bukan itu maksud Mama. Jo tidak berbuat sesuatu yang tidak-tidak kan sama kamu?"


"Sesuatu apa Ma?"

__ADS_1


"Dia tidak menyentuh tubuh kamu?"


Lovely menggeleng. Jo tidak pernah berani menyentuh tubuh nya. Tapi kemarin di puncak Jo menindihnya, menciuminya seperti kelaparan. Apa Lovely harus bilang pada Mama?


"Enggak Ma, Kak Jo hanya mencium ku... Emh... Sedikit"


"


Iya, Mama juga yakin kalau Jo tidak akan menyakiti kamu. Dia sayang sekali sama kamu. Ya sudah kamu bobo ya sekarang" Mama mencium Lovely lalu pergi keluar kamar.


"Kenapa Mama bertanya seperti itu sama aku? Apa mama curiga Kak Jo memperkosa aku? Tidak mungkin! Kak Jo tidak melakukan nya! Saat terbangun kemarin memang dia ada di atas tubuhku, tapi aku yakin dia belum melakukan apa-apa pada tubuhkuu. Aku tidak merasa ada yang sakit pada tubuhku" Lovely meraba perut nya sendiri. "Tidak mungkin ada seorang Jo kecil di dalam perut ku! Belum saatnya!"


Akhirnya Lovely pun tertidur dan bangun jam 3 sore. Lovely keluar kamar lalu menemui Mama Papanya yang sedang berdua di ruang TV.


"Sini sayang" kata Papa.


"Udah mendingan?" tanya Mama.


"Udah Ma. Aku laper, mau makan dulu" kata Lovely yang memang belum makan siang.


"Oya sayang, pantas kamu tadi mual-mual. Kamu tadi malam makan apel hijau di kulkas ya? Itu belum di cuci apel nya. Kata Kussoy dia lupa mencucinya"


Lovely menggeram "Dasar Mang Kussoy!"


Malamnya Jo datang ke rumah. Setelah menemani sebentar, Mama Papa meninggalkan Lovely bersama Jo berdua.


Lovely saling pandang bersama Jo. Kok rasanya jadi canggung ya? Setelah apa yang terjadi kemarin, Jo jadi malu untuk mendekati Lovely.


Lovely sandarkan kepala di bahu Jo. Jo memeluk nya. "Love, kamu gak marah kan sama Kak Jo?" tanya Jo lembut.


"Marah kenapa?"


"Kemarin di puncak, aku benar-benar minta maaf ya?"


"Aku gak marah Kak Jo..." bisik Lovely lalu menatap Jo. Wajah mereka amat sangat dekat. Lovely kalungkan lengan nya di leher Jo. Jo langsung merunduk dan bibir mereka langsung menempel.


Kali ini Jo melakukan nya dengan sangat lembut. Beda sekali dengan kemarin di puncak. Tangan Lovely yang merangkul leher Jo seolah-olah tidak mau jika Jo menarik bibir nya.


Tapi lama-lama Lovely sadar lalu melepaskan nya. Jo tampak kecewa. "Kenapa?" tanyanya lalu hendak mencium bibirnya lagi tapi Lovely menahan bibir Jo dengan jarinya.


"Udah ah... Takut Mama Papa datang"


"Tapi nanti lagi ya?!"


"Ih nakal!"

__ADS_1


"Emang gak boleh ya?"


"Boleh banget!"


__ADS_2