Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 81 : Hari Terakhir di Asrama


__ADS_3

Livi sore itu sedang mengantarkan takjil ke asrama putra untuk Ken. Saat itulah Jay menghampiri Livi dan memanggilnya.


"Livi! Tunggu!" seru Jay.


"Ada apa Aa?" Livi menoleh.


"Kemarin Lovely kan yang bikin takjil spesial buat Aa? Kenapa dia masih memperhatikan aku?! Kenapa?! Maksud nya apa?! Padahal barusan Aa lihat dia pergi les di antar sama Jo!"


Livi menghela nafas. "Lovely cuma ingin Aa tetap baik sama dia. Bersahabat sama dia. Jujur saja, aku dan Angela lebih setuju kalau Lovely sama Aa Jay. Tapi Lovely seolah sudah terikat dengan Jo. Dengan keluarganya. Keluarga Jo sudah menyiapkan rumah, mobil, deposito, bahkan gedung dan dekorasi untuk pertunangan Lovely dan Jo"


"Aa rela Vi. Aa rela kalau Lovely memilih Jo. Tapi yang Aa mau, Jo jangan berbuat seenaknya pada Lovely! Menyebarkan seolah-olah dia dan Lovely sudah..." Jay tak meneruskan ucapannya.


"Enggak Aa Jay! Lovely masih suci! Dia belum berbuat apapun sama Kak Jo!" kata Livi.


"Iya, Aa tahu. Aa juga yakin. Tapi Livi, Aa takutnya nanti Jo tidak bisa menahan diri untuk tidak melakukan nya pada Lovely! Aa takut Jo maksa Lovely. Dia nafsu banget sama Lovely! Aa bisa tahu dari caranya bicara sama Rifky!"


"Begini saja Aa! Aku ada ide! Aa dengarkan saja rekaman itu sama Papa nya Jo! Biar Papa nya yang mendidik Kak Jo!"


********


Jumat ini, hari terakhir di asrama. Semua siswa dan siswi bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Siang ini adalah latihan terakhir. Lovely masih duduk-duduk bersama yang lainnya seusai latihan di bimbing oleh Ken dan Mark.


"Besok bagi raport. Gak kerasa ya? Perasaan baru kemarin kita jadi anak SMU" kata Angela.


"Liburan lagi deh. Mudik lagi" kata Putri.


"Mulai latihan lagi kapan Kak Ken?" tanya Lovely.


"Begitu usai liburan Idul Fitri. Tangga 26 Juni ini kalian sudah harus masuk asrama lagi" jawab Ken yang duduk bersama Livi.


"Kak Ken mudik ke Banyuwangi?" tanya Cecil.


"Paling Senin. Besok aku pulang ke rumah Kak Nico dulu. Nanti aku akan mudik bareng Livi"


"Asyik dong!"


Lovely berdiri "Aku duluan ya? Aku les terakhir hari ini. Udah itu aku langsung pulang ke rumah. Aku gak tidur di asrama malam ini. Aku rindu rumah" kata Lovely.

__ADS_1


"Bukan rindu Mang Kussoy?" goda Cecil.


"Ih! Kamu kali!"


"Oya aku juga ada les. Aku mandi dulu ya Kak Ken" kata Livi.


"Aku antar. Kamu mau sekalian pulang ke rumah juga?" tanya Ken.


"Enggak ah. Aku besok saja. Aku belum packing"


Lovely berjalan lesu di koridor. Hari terakhir di asrama... Sebelum nanti masuk lagi sebagai anak kelas 2 SMU, libur sekolah dulu 2 minggu. Dan hubungan dengan Jay masih juga belum membaik...


Rasanya seperti berada di alam mimpi. Saat tiba-tiba Jay ada di hadapan Lovely. Jay sedang berdiri di koridor sambil bersandar ke dinding. Seperti menunggu Lovely.


"Sore Non" sapa Jay.


"Sore Aa Jay" balas Lovely.


Lovely hendak meneruskan langkahnya. Tapi Jay menyentuh lembut tangannya. "Aa menunggumu dari tadi disini" kata Jay.


'Menunggu' kata itu tiba-tiba jadi terdengar indah di telinga Lovely. Kini Jay ada di hadapannya. Menatap matanya.


"Maafkan Aa karena merekam pembicaraan Jo dengan Rifky. Kamu sampai pingsan saat mendengar nya. Apa kamu sudah membaik? Aa khawatir sekali, Non" kata Jay.


"Aku sudah gak papa" kata Lovely dengan wajah menunduk. Merah menahan malu.


"Waktu di Thailand juga... Aa minta maaf karena tidak menolong kamu saat terjatuh. Aa kembali lagi ke tempat kamu terjatuh. Tapi kamu sudah tidak ada" kata Jay lagi.


"Iya Aa" kata Lovely.


Jay mulai mendekati Lovely. Lovely mundur sampai tubuhnya membentur tembok. Jay menempatkan dua tangannya di tembok. Mengurung Lovely yang berdiri merapat. Mata Jay menatap tajam ke mata Lovely. Wangi maskulin dari tubuhnya tercium jelas oleh Lovely.


"Non sayang... Besok Aa pulang kampung. Sebelum kita berpisah, Aa mau mengatakan satu hal" kata Jay. Lovely tak menjawab. Malah menunduk.


"Angkat wajahmu Non! Tatap mata Aa! Bilang kalau kamu juga sayang sama Aa!" kata Jay tegas.


Lovely angkat wajahnya. Membalas tatapan Jay. Senyum Jay yang melukiskan kesedihan... Yang tak pernah terlihat selama ini... Hati Lovely terasa berdarah! Ingin menjatuhkan diri di pelukan Jay. Tapi teringat akan Jo... Walaupun selama setahun ini Jo hanya melelahkan hatinya.

__ADS_1


"Love sayang... Aa sayang kamu. Bilang kalau kamu juga sayang Aa... Setelah mendengar kata-kata itu, Aa akan minta izin pada Papa Mama kamu untuk membawa kamu lebaran di kampung Aa. Kita mulai lagi semuanya dari awal" bisik Jay. Lovely tetap diam...


"Apa yang sudah Jo berikan selama ini sama kamu? Dia cuma bisa menekan dan mempermalukan kamu! Dia cuma mencintai tubuh kamu! Walaupun sekarang ini dia belum melakukan nya, tapi dari rekaman itu bisa kamu simpulkan kalau dia sudah berniat untuk memperkosa kamu! Dia terlalu bernafsu sama kamu! Sementara Aa berjanji. Kalau kamu beri kesempatan, Aa hanya akan mengecup kening kamu" tutur Jay.


Lovely coba menguatkan hatinya. "Aa Jay... Maafkan aku... Aku sayang sama kamu. Tapi... Tapi aku tidak bisa meninggalkan Kak Jo..." kata Lovely akhirnya. Dan Jay merasa harapan nya sudah habis!


"Walaupun dia sudah berbicara seperti itu pada Rifky?" desis Jay.


"Iya... Aku mencintai Kak Jo apa adanya. Aku bukan cuma mencintainya... Tapi aku benar-benar menyayanginya..." kata Lovely lirih.


Jay menghela nafas berat. Apakah Lovely memang tidak bisa untuk di miliki...


"Kamu tidak berani meninggalkan Jo?! Kamu takut di salahkah oleh keluarganya?! Jangan takut Non! Ikutlah dengan Aa! Aa akan selalu ada untuk melindungi kamu. Membela kamu dari semua tekanan itu! Lepaskan dan hempaskan disini!" Jay masih coba meyakinkan Lovely.


Tapi Lovely tetap menggeleng lemah. "Maaf Aa Jay... Aku tidak bisa..."


Jay menarik tangannya yang dari tadi mengurung Lovely. Jay mundur beberapa langkah. Kini antara dia dan Lovely sudah terbentang jarak yang jauh.


"Baiklah Non... Maafkan Aa... Kamu memang ternyata tidak pernah sedikit pun perduli sama Aa..."


"Bukan begitu Aa..." mata Lovely mulai basah.


"St... Jangan nangis! Aa gak mau melihat kamu menangis! Jaga dirimu baik-baik. Aa akan selalu sayang sama kamu Non..." Jay mengusap air mata di wajah Lovely dan perlahan meninggalkan nya sendiri.


sungguh aku tidak pernah


bisa meninggalkan dia


walaupun kau peluk aku


ampun aku bila kini


yang tertuang hanya perih


yang mungkin kan menghantui


hidupku hidupmu

__ADS_1


Zigaz - hidupku hidupmu


__ADS_2