Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 76 : Disaat Lovely Terjatuh


__ADS_3

Siang itu Lovely tidur bersama Jo di kamar yang sudah Revan siapkan untuk nya. Jo tertidur pulas sementara Lovely tidak bisa tidur sama sekali.


Lovely lelah karena tadi sebelum tidur Jo tidak henti menciumi bahkan sampai mengigit leher dan bahunya. Padahal Lovely mengantuk karena tidak bisa tidur di pesawat.


HP Lovely berbunyi. Ada telepon dari Papa nya yang saat itu juga sedang berada di Thailand.


"Halo Papa" kata Lovely di telepon.


"Sayang, kamu dimana? Kamu udah sampai di Thailand kan?" tanya Papa.


"Iya Pa, aku udah di Thailand. Aku sedang di kamar hotel. Aku sudah pesan kamar hotel. Udah di pesankan sama Kak Revan"


"Kamu sama Jo?"


"Iya Pa..."


"Ya sudah. Kamu bisa kesini? Papa di kamar no 70. Lantai 2"


"Iya sebenar Pa, aku mau mandi dulu ya?"


"Jo sedang apa?"


"Bobo Pa..."


Terdengar Papa menghela nafas panjang.


"Kamu sudah terbiasa ya tidur bersama Jo?! Jangan terlalu sering bobo sekamar sama Jo!"


"Iya Pa... Maaf... "


Lovely segera mandi dan berganti pakaian. Lalu Lovely pergi keluar kamar tanpa membangunkan Jo. Lovely ke lantai 2 lalu berjalan di koridor mencari kamar no 70 dimana Papa nya berada.


"Aduh!" Lovely terpekik saat kakinya tiba-tiba terkilir dan tubuh nya terjerembab ke lantai! Lovely duduk di lantai. Kaki nya sakit dan tidak bisa di paksa untuk berdiri.


Tiba-tiba saja Jay muncul dari lift dan melihat Lovely yang jatuh duduk di koridor. Hati Jay bergetar hebat! Dia sangat merindukan Lovely dan tidak pernah bicara lagi dengan Lovely saat terakhir mengantar Lovely ke Bandara untuk menyusul Jo.


Jay ingin menolong Lovely. Tapi rasa sakit di hatinya saat Lovely dulu meninggalkannya dan memilih Jo terasa berdarah kembali! Jay lewat di samping Lovely yang duduk di lantai koridor.


Lovely menatap Jay. Matanya menatap meminta tolong pada Jay. Lovely teringat Jay yang selalu ada untuknya dan selalu melindunginya.


Tapi Jay tidak mengulurkan tangannya! Jay malah bertanya sinis! "Dimana pangeran mu?!


Dimana dia saat kamu terjatuh seperti ini?! Kenapa malah Aa Jay yang menemukan kamu?! Kenapa Tuhan selalu menakdirkan Aa bertemu dengan kamu di saat kamu membutuhkan pertolongan?! Padahal kamu sama sekali tidak perduli pada Aa?! Padahal kamu tidak pernah menyayangi Aa?!"


Hati Lovely terasa berdarah mendengar semua kata-kata Jay. Mata Lovely memerah menahan tangis.

__ADS_1


"Kamu tunggu saja Jo disini! Atau kamu telepon dia untuk menolong kamu! Aa tidak akan menolong kamu karena kalau Aa menyentuh kamu, nanti Jo akan memukuli Aa lagi! Seperti waktu di gunung salak" Jay berkata lagi.


Lovely tidak berkata apa-apa. Jay melangkah pergi dan sempat melihat di leher Lovely ada bekas gigitan! Amarah Jay memuncak! Sambil terus melangkah pergi Jay berucap sinis lagi.


"Jangan kamu menilai cinta seseorang dari banyaknya ciuman yang dia berikan! Tapi nilailah cinta seseorang dari banyaknya waktu yang dia berikan untuk menjaga dan menyayangi kamu!"


Jay berlalu. Lovely meneteskan air mata. Lovely berusaha berdiri pelan-pelan dan mencari kamar Papa nya. Sampai akhirnya Lovely berhasil menemukan kamar Papa nya.


Papa memeluk Lovely tapi Lovely terhuyung.


"Aduh..." keluh Lovely.


"Kenapa sayang?" tanya Papa.


"Aku tadi jatuh di koridor Pa..."


Papa mendudukkan Lovely di sofa "Kok bisa jatuh? Padahal kamu kan gak pakai sepatu hak tinggi?"


"Aku lemes Pa... Gak enak badan"


Papa menyentuh dahi Lovely. Agak panas.


"Kamu sakit Lovely? Kita ke dokter yuk? Kita berobat" ajak Papa.


Papa membuatkan Lovely susu hangat.


"Minum dulu sayang. Trus kamu istirahat"


Papa tidak tahu kalau Lovely lemas karena baru saja sampai di Thailand tapi sudah di sekap oleh Jo di kamar hotel.


Harusnya Lovely beristirahat sesampainya di Thailand. Tapi yang ada Jo malah menciumi nya sampai puas dan akhirnya malah Jo yang tertidur!


***********


Sementara itu Jay merasa menyesal tidak menolong Lovely. Bagaimana kalau tidak ada orang yang lewat untuk menolong Lovely?


Jay diam bukan berarti dia tidak perduli lagi pada Lovely. Jay marah bukan berarti dia tidak memperhatikan Lovely. Jay selalu perduli dan tidak bisa membiarkan Lovely terjatuh.


Jay akhirnya kembali ke tempat dimana tadi dia menemukan Lovely terjatuh tapi Lovely sudah tidak ada di sana. Jay merasa sangat menyesal. Bagaimana kalau Lovely jadi membenci nya?!


Apa hubungannya Jay dengan Lovely tidak bisa berjalan baik? Bersahabat seperti Livi dan Ryan? Bagaimanapun Jay akan selalu bertemu dengan Lovely karena Jay adalah pelatih Lovely juga.


ketika kesetiaan menjadi barang mahal


ketika kata maaf terlalu sulit untuk di ucap

__ADS_1


ego siapa yang sedang kita beri makan


Ah...


Aku marah


bukan berarti tak perduli


aku diam


bukan berarti tak memperhatikan


dan aku hilang


bukan berarti tak ingin di cari


Fiersa Besari - Garis Waktu


***********


Sementara itu Cecil dan Angela masuk kamar hotel yang tadi di pesankan Revan untuk mereka. Cecil dan Angela melihat Jo yang tertidur pulas tanpa mengenakan pakaian. Hanya memakai celana pendek.


"Lho kok ada Kak Jo?" kata Cecil.


"Iya, Lovely mana ya?" kata Angela


Cecil duduk di sisi tempat tidur sambil memandangi Jo. "Aduh cakep nya! Lucu! Lovely benar-benar beruntung!"


Angela melihat bra Lovely di lantai. Bra itu terjatuh saat Lovely mengganti bra nya dengan yang baru sehabis mandi tadi. Angela mengambil bra itu dari lantai.


"Ini bra Lovely! No 38! Kenapa ada disini?" Angela menaruh bra itu di tempat pakaian kotor lalu mencari Lovely di kamar mandi tapi tidak menemukan nya.


"Lovely gak ada" kata Angela pada Cecil.


"Jangan-jangan Lovely di telan Kak Jo!" kata Cecil panik!


"Ngawur! Dasar bodoh kamu! Gak mungkin Kak Jo menelan Lovely! Memang nya Kak Jo itu ular raksasa?! Yang suka menelan mangsa nya?!" bentak Angela.


"Mungkin saja kan?"


"Bra Lovely ada dilantai. Apa Kak Jo sudah melepaskan nya ya?! Keterlaluan! Aku sudah pernah bilang pada Lovely jangan sampai berlebihan dalam berpacaran!" rutuk Angela.


"Pulas amat Kak Jo tidur nya! Bibirnya basah! Jangan-jangan Kak Jo sudah menyusu pada Lovely dan sekarang kekenyangan!" kata Cecil.


"Jangan berfikir buruk dulu! Ayo sekarang kita pergi dari sini!" Angela menarik Cecil keluar dari kamar itu lalu mencari Hisyam untuk bersiap buka bersama.

__ADS_1


__ADS_2