Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 34 : Angela dan Hisyam


__ADS_3

Ken benar-benar marah melihat Livi dan Thony berduaan di dapur asrama. "Cukup Thony! Aku sudah capek dan bosan! Kalian teruskan saja masak nya berdua! Kabarin aku kalau nanti kalian udah jadian! Aku akan belikan kado yang mewah!" Ken pergi sambil membanting pintu.


Thony yang mendengar Ken menyebut kata 'jadian' malah membatin, "Amin..."


"Gawat! Kak Ken marah! Dia udah salah faham! Kirain kita masak berdua, padahal kita cuma membantu Lovely!" Livi jadi panik.


"Memangnya kenapa dia harus marah? Kalian berdua kan belum jadian" kata Thony.


"Tapi antara aku dan Kak Ken sudah saling sayang!"


Thony kaget "Aduh!!!" tanpa sengaja lengan nya menyenggol wajan panas! Livi cuek dan tak peka. Tidak tahu kalau Thony terluka. Padahal Thony sudah mengaduh.


"Aku harus segera selesaikan semua pekerjaan ini! Setelah itu aku harus cari Kak Ken!" kata Livi.


"Livi... Coba buka hati kamu... Ken itu sombong, tengil, usil, jutek dan gak peka! Apa gak sebaiknya kamu lupakan dia? Masih ada cowok sederhana tapi baik hati yang sayang sama kamu" tutur Thony.


"Cukup!!! Jangan kamu bicara buruk tentang Kak Ken ku!" Livi jadi marah!


Lovely muncul membawa cabe. Dia bingung lalu bertanya, "Ada apa? Kok wajah kalian pada panik?"


"Kak Ken! Dia muncul dan melihat aku cuma berdua sama Kak Thony! Lalu dia pergi dan marah!" kata Livi.


"Ya sudah, kamu susul aja sana! Biar aku sama Kak Thony yang melanjutkan masak nya"


"Oke, maaf ya Lovely"


"Iya gak papa"


Livi segera pergi mencari Ken.


Lovely pun segera menyelesaikan masak seblak nya bersama Thony. Sudah hampir selesai. Tinggal menambahkan cabe.


"Lovely... Kenapa ya...? Livi selalu saja membela Ken... Ken kan jutek, tengil, sombong!" keluh Thony.


"Namanya juga cinta Kak, harus menerima apa adanya" kata Lovely.


"Livi serius mencintai Ken?"


"Sepertinya begitu Kak"


Thony menghela nafas. "Padahal aku cinta sama Livi..."


Lovely jadi kasihan juga. Tapi kan cinta tidak bisa di paksakan. Lagipula Thony terlalu jauh jika ingin bersaing dengan Ken!


Lovely menyajikan seblak nya dengan sterofom. Thony juga di beri bagian. Barusan Jo sudah WA kalau dia sudah hampir sampai di asrama. Naik bus bersama para atlet lainnya. Lovely segera menyambutnya di lobi asrama. Livi juga ada disana.

__ADS_1


"Gimana Kak Ken?" tanya Lovely.


"Gak tau! Gak ada di lapangan ataupun di ruang lain. Mungkin dia ke asrama putra" jawab Livi.


Bus Tim Badminton sampai. Semuanya turun lalu berkumpul di lobi. Jo sendiri langsung memeluk Lovely yang seminggu ini sangat di rindukan nya.


Mungkin karena terbawa suasana, di sebelah sana Hisyam juga memeluk Angela. Angela kaget tapi diam saja. Akhirnya Hisyam sadar lalu melepaskan pelukannya. "Maaf Ngel, aku kangen banget sama kamu. Maaf ya..." kata Hisyam.


Selanjutnya Lovely mengajak Jo ke ruang pelatih junior untuk memakan seblak berdua. Jo makan dengan lahap. Bibir nya yang sudah merah bertambah merah karena kepedasan.


"Enak banget Love. Kamu buat sendiri?"


"Sama Livi dan Kak Thony"


"Kamu emang jago masak!"


Selesai makan, Jo membuka koper nya. "Ini hadiah buat kamu sayang" Jo memberikan sepasang sepatu untuk Lovely.


"Ih! Kata aku juga jangan bawa hadiah! Hadiah aku dari kamu udah banyak banget!"


"Biarin dong kan buat gonta ganti"


Tanpa menunggu lama, Jo langsung memeluk Lovely dan mengunci bibir Lovely dengan bibirnya. Lovely membalas memeluk Jo. Terasa lidah Jo pedas! Bekas makan seblak tadi.


Jo kini sibuk menciumi leher Lovely. Pelukannya makin rapat. Dadanya menekan dada Lovely.


"Aku gak perduli! Aku kangen kamu! Kamu jangan menolak!" Jo kembali sibuk menciumi Lovely di atas sofa.


*******


Sementara itu, Angela duduk berdua dengan Hisyam di koridor. Siang ini libur dan tidak ada latihan. Koridor dan lapangan jadi sepi. Para siswa dan siswi memilih tidur siang.


Hisyam malu sekali karena tadi kelepasan memeluk Angela di lobi. Angela sendiri jadi dug-dugan setelah di peluk Hisyam. Di ujung sana Angela melihat Gilsha berjalan menuju ke arahnya.


"Kok sepi? Gak ada latihan siang ya?" tanya Gilsha.


"Gak ada. Libur. Kak Mark baru sembuh. Kak Ken gak tahu kemana. Kak Jay dan kak Ryan kan baru pulang" jawab Angela.


"Jo mana ya? Aku mau kasih selamat sama dia?"


"Kayaknya tadi di ruang pelatih junior deh"


"Sama Lovely gak ya?"


Angela jadi bete! Kenapa sih ada cewek seperti ini?! Sudah tahu cowok itu punya pacar, masih mau mendekati!

__ADS_1


"Lovely di bawa pulang Papa nya tadi. Katanya Papanya kangen. Mau bawa Lovely makan siang sama Mamanya" kata Angela bohong.


Gilsha senyum. "Aku temui Jo dulu ya! Mau kasih selamat atas kemenangan dia!"


"Iya, cepat sana!"


Gilsha segera pergi untuk mencari Jo.


"Kamu nakal ya Ngel, Lovely sama Jo kan berduaan di ruang pelatih junior" kata Hisyam.


"Iya, biarin aja Gilsha kesana! Biar hangus sekalian hatinya! Hahahaha! Sudah tahu Kak Jo itu milik Lovely! Masih aja coba deketin!" Angela puas sekali.


"Kamu bela Lovely banget ya?"


"Iya dong! Dia kan teman aku! Dan Kak Hisyam tahu gak? Kalau berduaan Lovely sama Jo itu pasti mesra-mesraan!"


"Iya sih, Jo pernah cerita kalau dia itu suka sekali mencium Lovely"


Angela cekikikan.


Hisyam merangkul pinggang Angela. Angela jadi dug-dugan lagi! Padahal Angela pernah pacaran lama dengan Vino, hampir setahun. Kok masih gugup ya?


Angela bertatapan dengan Hisyam.


"Ngel, kamu selalu ngurusin Lovely dan Livi. Kamu sendiri gimana? Udah ada pacar belum?" tanya Hisyam.


"Aku lagi jomblo"


"Boleh daftar jadi pacar kamu gak?" Hisyam beranikan diri untuk nembak Angela.


"Maaf... Aku belum bisa jawab. Aku masih ragu. Memangnya Kak Hisyam suka sama aku?" tanya Angela.


"Sejak pertama melihat kamu, aku gak bisa melupakan kamu Ngel..."


"Tapi aku..."


"Iya gak papa, gak usah di jawab sekarang"


"Maaf ya. Aku juga suka kamu tapi aku seperti nya belum cinta sama kamu"


"Iya gak papa, pikir-pikir dulu aja. Gak usah di jawab sekarang"


Hisyam meremas tangan Angela lalu mencium pipi nya dengan lembut. Angela diam saja. Perasaan Angela hampa. Tidak ada rasa yang berlebihan pada Hisyam.


Angela masih sakit hati karena Vino ketahuan bermain api bersama temannya sendiri. Angela kenal Bella, selingkuhan Vino karena sama-sama suka pemotretan di agency modeling yang sama. Mungkin karena sering mengantar Angela ke studio pemotretan, Vino jadi mengenal Bella.

__ADS_1


Lalu sekarang apa Angela harus menerima Hisyam? Mungkin saja dengan bersama Hisyam, Angela bisa segera melupakan penghianatan Vino dan Bella. Bukankah patut di coba? Tapi apa cinta bisa di coba-coba?


__ADS_2