
Sejak merayakan ultah nya yang ke 15, Lovely resmi menjadi kekasih Jo. Dan kehidupan nya sebagai murid SMU pun di mulai. Lovely pun kini tinggal di asrama bersama Cecil dan Angela.
Bulan September Lovely sempat pergi ke Korea untuk merayakan ulang tahun Jo yang ke 20 bersama Mama Papa Jo. Lovely sudah di terima dengan baik oleh keluarga Jo.
Awalnya kehidupan asrama melelahkan di tambah jadwal latihan yang padat. Tapi beberapa hari kemudian Lovely mulai kerasan tinggal di sana. Hari Sabtu dan Minggu bebas. Kalau mau mereka bisa pulang ke rumah.
Sebulan berlalu. Jumat sore itu sepulang les piano, Lovely sudah ada di mobil Jo.
"Sayang, mau aku antar pulang ke rumah gak?" tanya Jo.
"Enggak, hari ini aku mau bobo di asrama" kata Lovely.
"Kencan dulu yuk? Kita dinner"
"Besok aja ya? Malam ini aku ada acara sama temen-temen"
"Acara apa?"
"Acara gadis-gadis dewasa!"
"Acara gadis-gadis dewasa?" kening Jo berkerut.
"Iya, aku sama temen-temen mau nonton film 'dewasa' di laptop!"
Jo kaget. "Serius kamu? Itu untuk usia 17 tahun keatas! Aku saja pernah lihat sampai mual lho!"
"Gak papa, kan sekalian buat aku belajar. Buat nanti aku melakukan hal itu, hik hik hik" Lovely cekikikan.
Saat itu mobil Jo sudah memasuki area parkir di asrama.
"Melakukan nya sama siapa?" goda Jo sambil menaikkan alis nya.
"Sama suami ku nanti lah!"
Jo merangkul pinggang Lovely lalu mendekat kan wajah nya. "Sama aku kan?" tanya Jo lalu Jo mencium bibir Lovely lama-lama sampai nafas Lovely sesak
"Udah ah Kak Jo, sesak" Lovely mendorong dada Jo.
"Love sayang, sebaiknya kamu jangan nonton film dewasa itu! Nanti gimana kalau kamu jadi mau?" kata Jo lagi.
Lovely membelai pipi tirus Jo. "Kalau aku mau kan tinggal telepon Kak Jo"
__ADS_1
Jo kaget sampai melotot. "Maksud kamu Love?"
"Iya, nanti aku telepon Kak Jo. Dan Kak Jo bisa nyanyiin aku lagu lewat HP jadi aku bisa lupa film itu" kata Lovely lalu tertawa karena berhasil menggoda Jo sampai pipi Jo merah.
"Oh... Aku kira kamu mau apa"
"Oh ya Kak Jo, besok antar aku beli kado ya. Teman aku mau ulang tahun. Dia akan pulang nanti malam dari Belanda. Dia akan sekolah disini juga!"
"Oya? Siapa? Kenapa telat masuk nya?"
"Namanya Livi, anaknya Om Rezky. Selama ini dia sekolah SMP di Belanda. Tapi sekarang sudah pulang ke Indonesia dan akan sekolah bersama ku! Waktu SD dia teman dekat ku. Hanya saja pindah ke Belanda karena Om Rezky kan sempat melatih Badminton disana selama 3 tahun. Kini kami bisa bersama lagi! Asyik! Dia telat masuk karena di Belanda memang baru berakhir tahun ajaran baru"
"Oh gitu? Dia itu seperti apa?"
"Cantik banget! Sama seperti aku! Kak Jo bisa naksir lho!"
Jo mengacak rambut Lovely. "Ya enggaklah. Di hatiku sudah gak ada tempat lagi buat gadis lain"
Malam nya Lovely betulan nonton film dewasa bersama teman-teman nya. Mengerikan sekali! Lovely sampai tak jadi menelepon Jo dan langsung pusing dan tertidur.
Esoknya saat pulang ke rumah dengan Jo, Jo menggoda Lovely. "Gimana? Jadi nonton nya? Film nya seru?"
"Seram sekali! Aku gak bisa membayangkan kalau suatu saat nanti aku akan melakukan nya!" Lovely bergidik.
Lovely mencubit perut Jo "Ih nakal! Udah cepat kita berangkat beli kado nya! Jangan bahas masalah film itu lagi!"
********
Hal yang paling membahagiakan buat Livi saat ini adalah bisa kembali ke Indonesia, dan bisa bersama lagi dengan Lovely! Waktu SD dulu mereka tak bisa di pisahkan layaknya anak kembar. Sayang selama 3 tahun ini Livi harus ikut Papa Mama nya ke Belanda. Jadi dia terpaksa berpisah dengan Lovely.
Sekarang Livi akan sekolah lagi di asrama SMU Cahaya Pelita bersama Lovely! Sering Livi berkomunikasi dengan Lovely lewat HP dan katanya sudah 5 bulan ini Lovely dekat dengan seorang cowok manis yang katanya bernama Joshua.
Malam tadi Livi sampai di Indonesia. Dan hari ini 8 Oktober adalah hari ulang tahun Livi yang ke 16. Pesta sudah di siapkan untuk Livi, malahan akan ada pesta dansa juga disana. Papa sudah mempersiapkan seorang teman dansa untuk Livi, katanya salah satu atlet di Klub namanya : Ken.
Jam 7 malam tamu mulai berdatangan. Livi gugup juga melihat banyak yang datang. Waktu di Belanda Livi jarang bergaul karena sekolah di asrama putri. Hanya ada satu teman cowok nya yang kebetulan juga dari Indonesia. Namanya : Steven.
Tak lama Lovely juga muncul bersama Jo. Lovely dan Livi pun langsung berpelukan lama.
__ADS_1
"Lovely, aku kangen banget!" seru Livi.
"Iya, aku juga kangen! Ih kamu tambah cantik aja!" Lovely mengecup pipi Livi lalu mengenalkan Jo pada Livi. "Ini cowok aku, Kak Jo" kata Lovely.
Livi bersalaman dengan Jo sambil saling mengenalkan diri. Benar apa yang di katakan Lovely. Jo manis sekali dan tampan seperti cowok Korea!
'Andai dia bukan pasangan Lovely' fikir Livi
Tak lama dua cowok juga muncul. Satu berwajah lumayan manis dan murah senyum.
"Namanya Thony" kata Papa Livi. Livi cuma senyum datar padahal Thony memandang luar biasa kagum sampai bengong.
Sementara yang satunya lagi berwajah luar biasa tampan. Bahkan lebih tampan dari Jo yang Lovely bawa tadi. Matanya, bibirnya, dan hidungnya benar-benar tercetak dengan sempurna!
"Yang ini Ken" kata Papa Livi.
Ken dan Livi bersalaman. Kali ini Livi sampai bengong saat melihat senyum manis Ken walau hanya senyum tipis.
"Hai, aku Livi" sapa Livi.
"Hai, selamat ulang tahun ya?!" sapa Ken.
"Ken, temani Livi ya?!" kata Papa Livi.
"Siap Om" kata Ken.
Dan saat itu Livi melihat Thony tampak kecewa. 'Ah masa bodoh' fikir Livi.
Ken berdiri di samping Livi, menemani Livi menerima para tamu. Tinggi nya hampir sama dengan tinggi tubuh Livi. Mungkin hanya 3 cm di atas tubuh Livi.
Beberapa tamu yang datang menggoda Ken dan Livi, termasuk para pelatih senior.
"Cocok ya?"
"Wah udah saling kenal ya?"
"Mudah-mudahan jodoh ya?"
Dan masih banyak godaan dari para tamu yang datang.
Livi melirik Ken yang tampak sedang melirik nya juga lalu tersenyum tipis padanya.
__ADS_1
"Aduh ganteng nya! Kalau pasangan dansa ku malam ini Kak Ken, aku tidak akan melirik pada pasangan Lovely lagi! Walau tidak setinggi Kak Jo, tapi Kak Ken lebih tampan!" batin Livi yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada Ken.
Sementara Lovely menatap Ken yang berdiri berdampingan dengan Livi dan tiba-tiba merasa kehilangan. Kenapa? Bukankah sudah ada Jo di sampingnya?