Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 17 : Jo Juga Posesif


__ADS_3

Lovely dan Livi berangkat les di antar oleh Thony, karena Jo harus latihan untuk persiapan Kejuaraan di Palembang.


Sayangnya sampai di tempat les, guru biola Livi ada halangan. Jadi les yang harusnya pukul 4 berubah jadi pukul 5. Sementara Lovely tetap seperti biasa yaitu pukul 4. Akibatnya saat Lovely usai mengikuti pelajaran, Livi baru akan memulai pelajaran.


"Aku antar Lovely pulang aja dulu, nanti kesini lagi untuk jemput Livi" kata Thony.


"Gak usah kak, tungguin aja Livi. Biarin aku pulang naik taksi" kata Lovely tak mau merepotkan Thony.


"Jangan! Nanti Jo marah!"


"Enggak, tenang aja" Lovely memeluk Livi. "Livi, aku duluan ya"


"Bener nih gak usah di antar Kak Thony?" tanya Livi.


"Enggak ah, ribet nanti bolak balik"


"Ya udah, hati-hati ya Lovely"


Lovely keluar gerbang les, lalu berjalan ke jalan raya. Siap untuk menyetop taksi. Belum sempat menyetop taksi, satu motor berhenti di hadapannya.


"Lovely, lagi ngapain?" sapa pengendara motor sambil membuka helm nya. Rupanya ia adalah Jay.


"Nunggu taksi Kak Jay, aku mau pulang" jawab Lovely.


"Ya udah bareng aja. Ayo Aa bonceng" Karena orang Sunda, Jay membahasakan dirinya Aa.


"Gak usah ah..."


"Kenapa? Gak biasa naik motor?!" Jay tampak tersinggung.


"Bukan, bukan gitu! Tapi aku takut ngerepotin!" Lovely panik melihat perubahan wajah Jay.


"Enggak kok, ayo naik aja!"


"Iya deh, makasih"


Lovely naik motor Jay lalu ikut pulang ke asrama. Jay menurunkan nya tepat di depan gerbang asrama putri. Ternyata Jo sudah ada di depan gerbang asrama putri, duduk di dekat taman dekat pos satpam. Agak nya Jo baru mandi, karena rambutnya basah.


Melihat Lovely turun dari motor Jay, Jo langsung menghampiri dengan wajah kurang senang.


"Love, kamu kok jadi boncengan sama Jay sih!?" tanya Jo curiga.


"Iya, aku pulang les duluan, terus ketemu sama kak Jay, jadi di ajak bareng" Lovely menjawab dengan gugup.


Jay buka helm nya lalu ikut berkata, "Dari pada Lovely naik taksi, ya aku ajakin bareng aja"


"Huh! Terus gak minta izin dulu sama aku!" Jo kini pelototkan matanya.

__ADS_1


Jay malah balas melotot. "Minta izin dulu?! Aku cuma ngajak pulang bareng. Lagipula aku gak sengaja ketemu karena aku baru pulang isi bensin di pom! Jangan lebay deh kamu, Jo! Lovely itu belum jadi milik kamu! Papa nya juga gak melarang dia berteman dengan orang lain! Dan aku juga pelatih nya Lovely! Ingat itu!"


Jo malah dorong bahu Jay yang beberapa cm lebih pendek dari nya. "Lovely itu milik aku! Dari ujung rambut sampai ujung kaki, dia milik aku seutuhnya!"


Jay balas mendorong bahu Jo. "Ngajakin ribut kamu ya Jo?!"


"Mau ribut? Ayo! Dasar anak kampung!"


Lovely panik lalu tarik tangan Jo menjauhi Jay. Lovely tak menyangka kalau Jo akan semarah ini! "Udah Kak Jo! Hentikan semuanya! Jangan!"


"Minggir Love! Aku harus pukul anak kampung itu!" Jo menepis tangan Lovely.


"Jangan berantem! Please! Aku mohon!!!" jerit Lovely lalu memeluk tubuh Jo dari belakang. Beberapa siswi keluar gerbang untuk menonton!


"Udahlah Jo! Kasihan tuh Lovely udah mau nangis" kata Jay lalu naik ke atas motornya dan memakai helm. "Kasihan kamu Lovely... Kamu pasti selama ini repot karena mengurusi Jo yang cemburuan itu! Kamu sudah bukan seperti punya pacar atau adik lagi rasanya! Tapi kamu sudah seperti mempunyai seorang bayi!" kata Jay lalu pergi dengan motor nya, menuju asrama putra di gedung sebelah.


"Hey! Tunggu! Sini kalau berani!!!" teriak Jo lalu hendak mengejar tapi sulit karena tubuhnya di peluk erat dari belakang oleh Lovely.


Jo kesal lalu berbalik menghadap Lovely. Di pegang nya bahu Lovely. "Kamu melarang aku mengejar Jay?! Kamu suka sama dia! Iya kan?!" bentak Jo.


Lovely menggeleng lemah, matanya basah. "Enggak kak Jo... Bukan begitu... Aku cuma gak mau ada yang terluka. Harusnya kita berterima kasih pada Kak Jay, bukannya malah marahin dia. Kak Jay sudah berniat baik. Kak Jo gak boleh seperti ini. Gak baik seperti ini..."


Jo mengusap air mata Lovely. "Oke! Aku yang salah! Jay yang benar! Jay yang baik! Aku yang jahat! Nanti kamu barengan lagi aja sama dia!"


"Enggak! Aku janji gak akan barengan lagi sama dia! Mending aku naik taksi kalau tahu akan jadi begini!"


"Ini semua gara-gara Thony! Kok dia bisa sih gak anterin kamu pulang? Awas dia!"


"Ya sudah! Masuk asrama sana! Renungkan kesalahan kamu! Aku paling gak suka kamu bersentuhan dengan cowok lain! Kamu naik motor Jay arti nya kamu berdekatan dengan nya! Kalau ada guncangan, kamu pasti pegangan sama pinggang nya! Kamu itu hanya milik aku! Pahami itu!"


Lovely cuma bisa diam sambil mengangguk-angguk. Apa benar Lovely yang salah? Ya Tuhan! Rasanya lebih baik menghadapi Ken yang bawel saat MOS dulu daripada menghadapi Jo yang posesif ini!


Jo mencium kening Lovely sekilas lalu pergi meninggalkan nya. Padahal biasanya Jo tak akan pergi sebelum Lovely masuk pintu gerbang. Jo juga tidak melambaikan tangan nya kepada Lovely.


Saat itu banyak siswi yang menonton. Ada yang menatap iba, malah ada yang mencibir.


*******


 


Gara-gara gurunya terlambat, Livi jadi kesorean les biola. Akibatnya jam 7 malam baru dia sampai di asrama putri.


"Maaf ya Kak Thony, jadi kemalaman nih" kata Livi.


"Gak papa. Aku seneng kok bisa nemenin kamu" kata Thony yang benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama pada Livi


Livi turun dari mobil Thony. Tampak Ken sudah ada di depan gerbang asrama putri, ngobrol dengan Pak satpam.

__ADS_1


"Ada apa Kak Ken? Kok ada di depan asrama putri?" tanya Livi pada Ken.


Bukannya menjawab Ken malah balik bertanya. "Dari mana aja kamu?!" nada suara Ken terdengar ketus!


"Les biola" jawab Livi.


"Les biola pulang jam segini? Ini udah jam 7 tahu! Jam stengah 7 anak asrama itu sudah harus masuk kamar! Makan malam! Terus bikin PR!"


"Iya, ini juga mau masuk kok. Belum di kunci kan Pak gerbang nya?" tanya Livi pada Pak satpam.


"Belum, 5 menit lagi di kunci" jawab Pak satpam.


"Tadi les biola nya di undur karena gurunya telat" kata Thony menjelaskan tiba-tiba.


"Siapa yang nanya sama kamu?! Sana pulang ke asrama putra! Jo nyariin kamu tuh! Gara-gara kamu Lovely jadi boncengan sama si Jay!"


"Enggak Ken, Lovely nya yang gak mau di anterin pulang Aku juga gak niat nganterin Livi pulang kemalaman"


"Tutup mulut kamu! Aku gak butuh penjelasan kamu! Pergi dari hadapan ku! Dasar menyebalkan!"


Thony menatap sedih pada Livi. "Livi, aku pulang dulu ya"


"Iya, makasih ya kak Thony" kata Livi.


"Udah sana pergi! Pamitan segala!" bentak Ken lalu kini menatap Livi. "Kamu juga nyebelin Oliv! Aku bilang jangan dekat-dekat Thony! Masih ngeyel!" Ken ulurkan tangan lalu enak saja mencubit pipi Livi! Sakit! Tapi kok hati Livi jadi berdebar ya?


"Aku kan cuma di antar les sama kak Thony. Lumayan kan ongkos taksi bisa buat jajan es krim" kata Livi santai.


"Kenapa gak minta antar sama aku?! Awas kamu sekali lagi deket sama Thony! Aku bilangin kamu sama Om Rezky!"


"Aku kan malu kalau minta anter sama Kak Ken"


"Mulai sekarang aku yang antar kamu les! Paham?!"


"Iya paham, bawel ih!"


"Maaf, gerbang nya mau di kunci. Nona Livi segera masuk dan bersiap makan malam" kata Pak satpam


"Iya bawel!" bentak Ken


"Lho, yang bawel kamu atau saya?" tanya Pak satpam menyindir.


Livi jadi tertawa. "Ya udah Kak Ken, aku masuk dulu. Selamat malam"


"Selamat malam. Makan yang banyak ya! Jangan lupa nanti cuci muka, sikat gigi, terus ganti popok" kata Ken lalu senyum lebar.


"Ya Tuhan! Ganteng nya!" batin Livi. Tapi dua detik saja senyum nya hilang lagi...

__ADS_1


'Andai saja Kak Ken sering tersenyum lebar seperti itu...' fikir Livi.


"Ganti popok?" tanya Pak satpam bingung. Livi buru-buru masuk asrama karena takut Pak satpam bicara lagi tentang 'popok'.


__ADS_2