
Livi dan Ryan sampai di asrama. Ternyata Thony sudah ada di depan gerbang untuk menunggu Livi pulang dari tempat les nya. Thony terlihat membawa satu kantong plastik besar.
Livi mendengus kesal! "Mau apa dia disana!?! Sepertinya dia menunggu aku!"
"Iya, kayaknya dia nunggu kamu" timpal Ryan.
Livi turun dari mobil Ryan. Thony segera menghampirinya lalu menyerahkan kantong plastik besar yang dia bawa.
"Ini susu nya" kata Thony.
"Gak mau! Aku gak suka susu!" bentak Livi.
"Ini susu kotak berbagai macam aneka rasa. Kamu pilih yang kamu suka"
"Aku bilang gak mu! Sana kamu bagi-bagi aja di asrama putra!"
Saat itu Ryan juga sudah turun dari mobilnya. Begitu juga Ken sudah muncul disana.
"Kak Ken!" seru Livi lalu menghambur ke pelukan Ken.
Ken merangkul Livi "Udah enakan badannya sayang?" tanya Ken.
"Udah Kak" jawab Livi.
"Nih buat kamu" Ken memberi juga Livi satu kantong plastik besar berisikan minuman dingin kesukaan livi, coklat, permen, dan snack-snack.
Livi langsung menerima nya "Makasih"
Ken membelai pipi Livi "Maaf ya aku gak bisa anterin kamu les" kata Ken.
"Gak papa"
Ken menoleh pada Ryan "Makasih Yan"
"Iya Ken, santai aja " kata Ryan "Kalau kamu butuh apa-apa pasti aku bantu kok!"
Ken melirik Livi "Ya sudah, masuk asrama sana! Udah jam setengah 6"
"Oke Kak. Dadah..."
"Dah..." Ken dan Livi saling melambaikan tangan.
"Lho!!! Ini susunya bagaimana?!" tanya Thony yang dari tadi di cuekin.
"Susu apa toh?!" Ken merampas kantong plastik yang di pegang Thony "Ini susu banyak banget?! Buat apa toh?! Oliv aku gak suka susu!"
"Dia membutuhkan susu! Kamu gak tahu keadaannya saat ini!" hardik Thony.
__ADS_1
"Keadaan apa?!" Ken bingung.
"Udah Ken, Thony akhir-akhir ini memang aneh" kata Ryan.
"Iya sih!" Ken membuang kantong plastik Thony ke tempat sampah.
Livi masuk asrama putri. Langsung menuju kamarnya "Aneh banget Kak Thony! Masa dia bawain aku susu banyak banget?! Aku kan gak begitu suka susu" kata Livi begitu sampai di kamarnya.
"Mana susu nya?!" tanya Cecil.
"Di buang Kak Ken ke tempat sampah tadi"
"Aku ambil ah!" Cecil segera berlari ke luar asrama.
"Mungkin dia tahu, kamu kurang enak badan" kata Angela.
"Tadi siang dia juga memberi ku buah-buahan"
"Pantes di kulkas banyak buah"
"Iya, makan aja Ngel"
"Iya Livi, tadi kamu sama Kak Ryan?" tanya Lovely.
"Iya. Kak Ken yang meminta Kak Ryan mengantar aku" jawab Livi.
"Kak Ryan kayaknya suka kamu lho. Di sering memandangi kamu diam-diam"
"Biarin. Kalau dia kasih kamu makanan ya di ambil saja. Buat aku" kata Cecil.
Hari berikutnya Thony bersikap aneh lagi! Dia memberi Livi kue-kue dan biskuit. Livi menerima tapi untuk di berikan lagi pada Cecil.
Malahan saat jam latihan bersama Ryan dan Livi melakukan jumping smash, Thony sampai berteriak " Awas!!! Jangan jumping smash Livi!!!"
**********
Siangnya Thony browsing di google. Mencari rumah untuk nanti dia tempati bersama Livi! Thony browsing saat jam makan siang di asrama putra
"Sibuk banget sih?! Makan dulu" kata Jo.
"Ini Jo, aku lagi browsing rumah di Jakarta. Mahal banget ya? Kemaren kamu beli rumah berapa jo?" tanya Thony.
"4 M. Itu juga 50% dari Papa ku"
"Buset! Mahal ya?! Ini aku browsing ada yang sekitar harga 1M. Tapi kurang mewah rumahnya" keluh Thony.
"Rumah susun aja! Atau rumah sederhana program Pak Anies Baswedan yang DP 0 rupiah" kata Rifki nimbrung.
__ADS_1
"Gak bisa Ky. Calon istri ku anak orang kaya! Harus di perumahan elit!" kata Thony.
"Serius kamu mau nikah? Biaya nikah sekarang mahal tahu!" kata Hisyam.
"Emang tabungan mu udah cukup?" tanya Aura.
"Ada sekitar 1M" kata Thony.
"Mana cukup! Itu sih cuma buat beli rumah! Belum termasuk isi rumah nya" kata Jo "Aku sih mau tunangan dulu. Gedung dan dekorasi udah di siapin Oma ku. Catering di siapin Mama ku. Aku tinggal beli kalung dan cincin untuk mengikat my Love!"
"Asyik banget punya ortu baik gitu! Kapan acaranya Jo?" tanya Irman.
"Mau nya pertengahan tahun ini juga! Tapi my love mau nya pertengahan tahun depan saat usia nya menginjak 17 tahun" kata Jo.
"Nikah nya kapan?" tanya Aura.
"Aku mau menikah dengan Lovely setelah dia lulus SMU!"
"Kan dia pasti masuk kuliah. Atau mungkin jadi atlet badminton jika lulus seleksi" kata Irman.
"Aku akan memaksa nya! Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi! Sekarang juga aku sudah sering pegal!"
"Pegal apanya? Hahahaha" goda Rifky lalu terbahak-bahak.
"Hey! Makan yang benar! Kalian ini mengobrol terus! Tuh lihat anggota ganda putra! Mereka makan dengan tertib! Kalian makan seperti anak TK!" Tiba-tiba Om Daryadi, pelatih ganda putra muncul dan menegur anak-anak tunggal putra yang berisik itu.
Semuanya langsung terdiam. Setelah Om Daryadi pergi, Jo mencibir "Sirik aja! Dasar masa muda kurang bahagia!"
"Udah jangan mendumal! Udah jam 1 siang. Ayo kita mulai latihan lagi" kata Irman.
********
Sorenya Thony mengirim Livi banyak buah-buahan lagi! Saat itu Livi sedang latihan sore bersama Ken. Kali ini Livi marah! "Hey Thony!" Livi berkata tanpa memakai 'Kak' lagi! Padahal Thony adalah senior nya! "Aku gak mau menerima apapun dari mu lagi!"
"Iya Thony! Maksud mu apa mengirim Livi banyak makanan terus?! Emang dia fakir miskin?!" Ken juga marah! "Aku mampu memberikan apapun yang dia minta?! Kalau perlu, supermarket nya aku beli buat dia! Pergi kamu dari sini dan bawa buah-buahan itu sekarang juga!"
"Iya Ken, tapi ini demi kesehatan Livi! Dia punya satu rahasia dan dia tidak mau memberitahu mu karena takut kamu marah!" kata Thony serius.
"Rahasia?! Rahasia apa Oliv?!" tanya Ken pada Livi.
"Aku gak tahu! Gak ada rahasia apapun kok!" Livi kesal lalu menarik tangan Ken untuk pergi dari sana.
"Livi! Tunggu! Ini buah-buahan nya!" seru Thony.
"Udah Thony! Kamu jangan cari masalah terus!" kata Irman.
"Buah-buahan nya buat aku aja!" kata Cecil.
__ADS_1
Thony sedih, tapi memberikan buah-buahan itu pada Cecil "Ya sudah. Buat kamu saja. Tapi usaha kan Livi juga memakan nya ya?!" kata Thony.
Thony masih menyangka kalau Livi sedang hamil!