
Minggu 15 April Mark melangsungkan pertunangan dengan kekasihnya, Amel.
Semua teman dekat di undang. Acara pertunangan berlangsung khidmat dan romantis. Semua datang bersama pasangan masing-masing. Kecuali yang belum memiliki kekasih ya datang bersama teman dekat. Seperti Jay yang datang bersama Ryan.
Saat acara pertunangan di gelar. Masing-masing jadi membayangkan melangsungkan pertunangan juga dengan pasangannya. Jo merangkul Lovely dan berbisik "Aku jadi ingin segera bertunangan dengan kamu Love..."
"Iya my prince, mudah-mudahan kita bisa menyusul juga sampai ke pertunangan" Lovely balas berbisik.
"Pasti sayang, kamu pasti akan akan bertunangan dan menikah dengan ku!" kata Jo lalu mengecup lembut pelipis Lovely.
Sementara di sudut lain, Ken juga menggenggam erat tangan Livi "Kamu cantik sekali malam ini Oliv. Bagaimana kalau kita langsung saja bertunangan malam ini juga?! Biar sekalian bareng Mark?!" kata Ken.
"Masa kita bertunangan sekarang?! Beli cincin saja belum!" kata Livi.
"Habisnya kamu cantik banget! Lebih cantik dari Amel yang bertunangan malam ini! Aku dulu berfikir kalau cewek dan sebuah hubungan cinta itu tidak penting! Hanya sebuah hal yang konyol! Tapi ternyata kamu berbeda toh! Kamu ferfect!"
"Hehe" Livi seneng.
Selesai Mark meminta Amel untuk jadi calon istrinya dan Amel menerima. Acara di lanjutkan dengan pemasangan cincin pertunangan. Lalu potong kue dan sungkeman kepada orang tua masing-masing.
Acara berikutnya adalah lempar bunga sebelum pesta dansa. Amel dan Mark melempar bunga pertunangan mereka. Dan bunga itu justru jatuh tepat di tangan Jay! Semuanya bersorak. Kecuali Jo yang mendadak merasa tidak enak hati.
"Wah! Selamat ya Jay! Kayaknya kamu akan segera menyusul kami!" seru Amel.
"Ah gak mungkin lah. Calon nya belum ada. Umur ku juga baru 23. Masih jauh buat bertunangan" kata Jay.
"Tapi kan bisa jadi kamu akan segera bertemu dengan jodoh belahan jiwa kamu" kata Mark.
Jay tersenyum lalu melirik Lovely! Wajah Lovely langsung memerah! Kenapa selalu ada rasa malu ini setiap bertatapan dengan Jay!
__ADS_1
Melihat Jay melirik Lovely. Darah Jo langsung mendidih! "Apa kamu lirik-lirik Lovely?! Lovely udah ada yang punya! Kenapa kamu tidak lirik saja orang lain?!" bentak Jo!
"Maaf Jo, aku tidak sengaja melirik ke Lovely. Aku bahkan tidak tahu dia ada di sudut situ" kata Jay.
"Alasan!" Jo merangkul Lovely. Seolah menegaskan kalau dia adalah pemilik Lovely!
Pesta dansa di mulai. Jay duduk bersama Ryan sambil memegangi bunga pertunangan Mark dan Amel yang tadi jatuh di tangan nya.
"Aku bingung. Kok saat Mark bilang aku akan segera bertemu jodohku. Aku tak sengaja melirik ke arah Lovely ya?! Padahal aku tidak tahu Lovely ada di sudut situ" kata Jay pada Ryan.
"Ya siapa tahu Lovely itu memang jodoh mu" kata Ryan.
Jay menatap Lovely di kejauhan. Sedang berdansa mesra dengan Jo. Jay menghela nafas panjang "Sulit Yan. Aku bahkan tidak berani bermimpi! Memisahkan Lovely dan Joshua ibarat memisahkan matahari dengan sinar nya! Mustahil! Tak akan bisa! Yang ada aku malah akan terbakar! Tapi Lovely terus saja mengusik fikiran ku! Senyumnya, tatapnya, langkahnya..."
"Sejak kapan kamu jatuh cinta padanya?" tanya Ryan.
Ryan tersenyum pahit "Kamu masih mendingan Jay. Kamu masih ada kesempatan untuk memiliki Lovely. Sementara aku?! Gila rasanya kalau kadang terlintas di fikiran ku untuk merebut Livi dari Ken! Sahabatku sendiri! Dimana aku selalu tidur bersama Ken! Makan sepiring berdua dan baju pun kami saling pakai! Bagaimana percaya nya dia padaku! Mana mungkin aku berani menggoda Livi?! Aku tidak ingin jadi pengkhianat!" tutur Ryan.
"Ternyata kamu mencintai Livi?! Aku baru tahu lho! Kok bisa?!" tanya Jay.
"Aku sendiri tidak mengerti. Kenapa aku sampai jatuh cinta pada Livi?! Tapi andai saja aku mengenal Livi lebih dulu dari Ken. Dan aku mencurahkan isi hatiku pada Livi. Mungkin kini aku akan tenang di sampingnya"
**********
Mark libur dari klub untuk beberapa hari karena pergi liburan bersama Amel ke Bali. Hingga Jumat sore itu. Semua anak putri kelas 1 di minta berkumpul karena ada pengumuman penting dari Om Didi dan Om Daryadi. Pelatih senior putri.
"Selamat sore anak-anak" sapa Om Didi.
"Sore Om..." seru semuanya.
__ADS_1
"Om berencana mengajak kalian semua anak-anak putri kelas 1 untuk mendaki gunung! Agar kalian semua punya mental dan fisik yang kuat! Karena itu rencananya besok pagi kita akan menyelenggarakan lintas alam mendaki gunung salak! Masing-masing dari kalian akan di temani seorang senior dari atlet putra!" tutur om Didi.
"Untuk itu, Om juga sudah buatkan daftar pasangan mendaki buat kalian semua! Jangan ada yang menolak karena ini sudah menjadi keputusan dari pelatih senior!" tambah om Daryadi.
Lalu Om Daryadi menempelkan daftar pasangan mendaki gunung di tembok agar semua bisa membacanya. 20 siswi kelas 1 di pasangkan dengan 20 atlet putra di klub.
Di dalam daftar itu tertulis Livi di pasangkan dengan Ryan. Jo di pasangkan dengan Angela. Hisyam bersama Agnes. Irman bersama Putri. Lovely bersama Jay dan seterusnya...
Jo langsung protes! "Maaf Om! Aku tidak terima Jay di pasangkan dengan Lovely! Ini tidak masuk di akal! Aku yang akan menjaga Lovely dalam acara lintas alam itu! Tidak Jay ataupun yang lainnya!"
"Maaf Jo, ini semua sudah keputusan pelatih senior. Kamu di pisahkan dulu dari Lovely. Hanya satu hari saja! Bahkan Papa Lovely sebagai pembina juga sudah setuju akan hal ini! Katanya biar Lovely bersosialisasi dengan orang lain. Toh ini cuma sehari saja! Memangnya kenapa? Kamu tidak percaya pada Jay?!" tanya om Daryadi.
"Mana mungkin aku bisa percaya pada Jay! Dia menyukai Lovely ku!"
Om Daryadi melirik Jay "Jay, benar kamu menyukai Lovely?!"
"Iya, suka sih Om. Tapi aku tidak akan menggoda Lovely! Aku berjanji! Lagipula mana bisa sih aku menang bersaing dengan Jo?! Harusnya Jo juga percaya diri! Lovely akan setia padanya. Kalau dia ketakutan begitu sama saja dia tidak percaya diri" kata Jay.
"Brengsek! Aku percaya diri kok! Mana mungkin aku takut kesaingan sama kamu! Aku tidak takut Lovely akan suka padamu! Itu mustahil!" rutuk Jo. (Masa sih...)
"Ya sudah! Trus masalahnya apa?!" tanya Jay.
"Aku cuma gak mau nanti kamu berbuat kurang ajar! Mentang-mentang lagi berduaan kamu rangkul atau pegang tangan Lovely ku!"
"Aku bukan cowok gatel kayak gitu! Aku tidak akan menyentuh Lovely mu sedikit pun! Aku berjanji!"
"Nah! Jay sudah berjanji! Urusan selesai!" kata Om Daryadi.
Jo kesal sekali! Di banting nya kakinya ke lantai! Jahat sekali om Daryadi memasangkan Jay dengan Lovely! Jo segera menarik Lovely pergi dari kerumunan itu.
__ADS_1