Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 25 : Lovely dengan Jo, Livi dengan Ken


__ADS_3

Akhirnya, Livi berbaikan dengan Ken. Malahan sore berikutnya Ken mengantar Livi pergi les. Lovely merasa lega, Lovely senang bisa menyatukan Ken dan Livi.


"Kak Ken adalah cowok paling sempurna di dunia. Dan Livi, sahabat ku yang cantik memang cocok mendampingi nya. Sementara aku... Aku harus bersyukur dengan adanya seorang Joshua di sisiku..." batin Lovely.


"Kok senyum-senyum? Kita udah sampai sekarang" kata Jo menegur Lovely. Saat itu mereka sudah sampai di tempat parkir dimana Lovely les.


"Udah nyampe? Cepet ya" Kata Lovely.


"Habis, kamu melamun terus di sepanjang jalan. Emang ada apa sih sayang? Cerita dong"


"Aku senang karena Livi sekarang udah dekat lagi sama Kak Ken. Aku harap mereka selalu bahagia berdua"


"Kemaren mereka jauh-jauhan, sekarang jadi dekat lagi. Aneh ya? Aku kira Livi beneran gak suka sama Ken"


"Mereka saling suka kok! Setelah beberapa hari menjauh, ternyata mereka sadar kalau mereka saling membutuhkan dan gak bisa di pisahkan"


Jo membawa Lovely dalam pelukannya. "Love... Aku jadi ingin bertanya. Kamu sendiri selama ini, setelah bersama aku selama setengah tahun, apa kamu bahagia?"


"Menurut kamu bagaimana? Aku kelihatan bahagia atau tidak?"


Jo melepaskan pelukannya lalu menatap Lovely. Ada rasa panik terlihat di wajahnya. Lovely jadi geli.


"Kenapa kamu balik bertanya? Jangan-jangan kamu selama ini tidak bahagia?!" Jo benar-benar panik.


"Mau aku bahagia atau tidak kan bukan masalah?! Aku kan sudah jadi milik kamu. Yang penting kamu bahagia. Dari awal juga kan kamu tidak pernah bertanya, apa aku mau bersama kamu? Apa aku cinta sama kamu? Tidak kan. Kamu memaksakan aku masuk dalam semua rencana kamu! Perasaan aku tidak penting buat kamu"


Wajah Jo pucat pasi. Aduh... Lovely merasa tidak tega... Kasihan... Tapi seru juga iseng pada Jo.


"Tapi kamu menerima cinta aku di hari ulang tahun kamu. Kamu bilang 'yes i do'" kata Jo lagi.


"Terus aku harus bilang apa? Apa aku boleh bilang 'No'? Pasti pesta aku kacau dan kamu nangis-nangis di pesta aku"


"Ya Tuhan... Jadi kamu selama ini terpaksa? Kamu tidak cinta sama Kak Jo? Kamu hanya kasihan?" Jo mulai berkaca-kaca.


"Udahlah Kak Jo... Aku kan sudah jadi milik kamu dan akan menikah dengan kamu. Kamu selalu dapatkan apa yang kamu mau. Dan aku sudah menerima takdir aku"


"Enggak Love! Aku gak mau cuma punya ragamu! Aku juga mau cinta dan hatimu!"


Lovely mengusap mata Jo yang mulai basah. "Aduh! Aku jadi menyesal! Kak Jo jadi nangis! Kalau Papa Mama nya tahu, aku pasti di marahin!" batin Lovely.


Lovely menarik Jo ke lehernya. Terasa Jo menyusupkan wajah ke lehernya. "Cup cup sayang... Dengarkan aku... Awalnya aku ragu akan perasaan aku sama kamu. Tapi, sejak kita berciuman di mobilku dulu, pada hari terakhir aku mengikuti MOS, aku sudah benar-benar jatuh cinta sama kamu..." tutur Lovely.


"Sungguh sayang?" bisik Jo di telinga Lovely.

__ADS_1


"Tentu saja... Walaupun terkadang kamu menekan aku, membatasi aku, mengatur aku, menciumi aku sepuas hati kamu... Tapi sekarang aku sudah tidak bisa mundur lagi... Aku sayang banget sama kamu... Aku tidak bisa kehilanganmu... Kak Joshua..." Lovely balas berbisik.


Terasa Jo menggigit leher lovely pelan. Jo pun menarik wajahnya dan menatap Lovely dengan lekat. "Sungguh kamu mencintai aku Love...?"


"Iya my Prince"


"Apa lagi aku! Aku cinta banget sama kamu Love... Kamu anugerah terindah dari Tuhan buat aku. Apapun akan aku lakukan untuk menjadikan kamu pasangan hidup ku! Dan aku berjanji untuk selalu membahagiakan kamu"


"Makasih janji nya..."


Jo merangkul pinggang Lovely. Lovely kalungkan lengan di leher Jo. Tidak ada yang bicara. Kini bibir Jo yang sibuk menjelajahi seluruh lekuk bibir Lovely.


Lovely menikmati setiap detik saat Jo mencium nya. "Ah... Bagaimana aku tidak mencintainya... Kak Jo luar biasa bagiku" batin Lovely.


*******


Livi sendiri di saat yang sama sedang bersama Ken. Livi juga pergi les di antar Ken. Livi setuju karena yakin kalau Ken memang belum memiliki pacar.


"Kamu jangan pernah jauh-jauh dari aku. Toh, kamu juga belum ada cowok yang dekat dan kamu sukai kan?" kata Ken saat mereka berdua berada di mobil nya.


"Oke! Aku akan menurut pada kak Ken mulai sekarang!" kata Livi.


"Silahkan belajar. Aku akan tunggu kamu disini"


"Iya, aku kan udah pernah bilang, kamu tuh berharga buat aku. Aku akan menemani kamu, memperhatikan kamu setiap hari, melihat bagaimana kamu tumbuh dewasa"


"Sekarang ini aku masih terlihat seperti anak kecil ya?!"


"Iyalah! Makanya harus di jagain! Takut ada yang galakin!"


Livi cemberut. "Ya udah aku pergi dulu"


"Oh iya, aku ada sesuatu. Tadinya mau di kasih pas pulang dari Palembang, tapi belum sempat karena kamu nya menjauh terus" Ken membuka laci dashboard lalu mengeluarkan sebuah kotak. "Nih buka"


Livi membuka kotak itu. Seuntai kalung putih berliontin Minion.


"Waw! Bagus banget!" seru Livi


"Suka gak?" tanya Ken


"Suka banget! Buat aku?"


"Iyalah! Masa buat Mark!"

__ADS_1


"Mahal ya?"


"Cocok buat kamu, kamu juga mahal buat aku" Ken memakaikan kalung itu di leher Livi. "Cantik buat kamu, cocok"


Livi pegang liontin nya. "Kok Minion sih?!"


"Lucu kan?"


"lya lucu"


"Aku akan menjaga kamu selama setahun ini. Aku gak mau pas dewasa nanti kamu di ambil orang lain"


Livi rasanya sedang bermimpi. "Aku calon pacar Kak Ken? Dia benar-benar sayang sama aku?" batin Livi. "Makasih ya Kak Ken"


Ken meraih tubuh Livi dalam pelukannya. Livi benar-benar merasa nyaman berada dalam pelukan Ken. Detak jantung Ken bahkan terdengar sampai ke telinga Livi.


'Cup!' Ken mencium kening Livi. "Kalau nanti kamu udah boleh pacaran, aku harap aku yang akan kamu pilih untuk mengisi hari-hari kamu"


Livi mengangguk dalam pelukan Ken. "Iya, aku janji akan memilih Kak Ken"


"Aku tunggu janjinya"


"Tapi kenapa kita enggak sekarang aja pacaran nya?"


Ken mengusap bahu Livi dengan penuh kasih sayang. "Kamu masih terlalu muda. Kamu juga kan belum boleh pacaran sama Papa Mama kamu. Kamu harus nurut apa kata mereka. Aku juga gak mau mengikat kamu di usia kamu yang masih sangat muda. Aku juga akan belajar untuk jadi cowok yang romantis"


"Tapi aku suka Kak Ken yang galak dan tengil"


"Gak suka cowok manja kayak Joshua?"


"Enggak lah!"


"Baiklah, aku tidak akan jadi cowok romantis dan tidak akan jadi cowok manja juga. Tapi aku akan jadi lebih baik dari saat ini"


Livi angkat kepalanya dari dada Ken. "Kalau gitu, aku pergi les dulu ya"


"Iya, belajar nya yang serius ya!"


"Siap!"


Ken membuka pintu mobil nya untuk Livi. "I love you" bisiknya


"I love you to" balas Livi.

__ADS_1


Mulai hari ini, hari-hari Livi akan lebih membahagiakan. Tapi ini semua baru akan di mulai. Livi akan berusaha mempertahankan sampai pada akhir yang membahagiakan. Dengan Ken di sisinya. Livi siap melewati masa-masa remaja nya yang indah.


__ADS_2