
Pada siang hari nya, Papa dan Mama Livi datang untuk menjenguk Livi. Mereka tahu nya Livi jatuh saat latihan, bukan karena berkelahi.
"Kita pulang yuk, sayang. Besok kan libur karena tanggal merah" kata Mama.
"Enggak Mama, Livi kan besok mau ikut ke Banyuwangi sama Kak Ken" kata Livi.
"Kamu kuat pergi kesana? Kaki kamu gimana?"
"Tenang Tante, Ken akan jaga Livi selama disana. Nanti Minggu siang kami akan kembali ke Jakarta" kata Ken.
"Ya sudah, kami percayakan Livi sama kamu ya Ken" kata Papa.
"Siap Om! Ken akan selalu ada di sisi bidadari keseleo" kata Ken sambil nyengir.
"Ih! Enak aja bilang aku bidadari keseleo!" rutuk Livi. Semua nya tertawa.
Sementara itu, Thony ingin sekali menjenguk Livi yang cedera, tapi takut karena Ken selalu ada di sisi Livi. Padahal besok Thony akan pulang ke Bandung. Thony berniat pamitan pada Livi. Mungkin besok pagi saja.
Alangkah sedihnya Thony saat keesokan harinya melihat Livi dan Ken tampak sudah bersiap-siap berangkat. Mereka terlihat membawa koper. Ken memasukkan koper ke dalam bagasi mobil mewahnya. Thony segera menghampiri.
"Mau kemana? Kok bawa koper segala" tanya Thony.
"Aku mau main ke rumah Kak Ken di Banyuwangi" jawab Livi.
"Lho! Kok gitu?! Kamu kan baru sembuh cedera?! Udah izin belum sama Om Rezky?!"
"Ya udahlah! Dasar bodoh! Kamu fikir aku mau bawa kabur anak gadis orang?!" bentak Ken marah.
"Tapi... Memang apa maksudnya bawa-bawa Livi segala ke rumah kamu?"
"Kepo banget sih! Lama-lama aku pukul juga ya kamu! Minggir sana! Aku mau berangkat!" Ken buka pintu mobil nya untuk Livi. "Masuk Oliv!"
Livi hendak masuk, tapi Thony meraih lengannya. Ken segera memukul tangan Thony dengan tinjunya! 'Buk!'
"Aduh!!!" Thony terpekik. Pegangan nya pada lengan Livi terlepas.
"Kurang ajar ya kamu Thony! Mau kamu apa sih?!" bentak Ken lagi.
"Udah Kak Ken, ayo berangkat" kata Livi kerena tidak mau terjadi pertengkaran antara Ken dengan Thony. Livi segera masuk mobil Ken.
"Hey Thony! Dengar ya! Kalau kamu memang penasaran kenapa aku berani bawa Livi ke rumah aku, itu karena Papa Mama aku ingin kenal lebih dekat dengan calon menantu mereka! Livi akan menikah sama aku nanti!" kata Ken.
Bukan main kagetnya Thony mendengar semua itu! "M... Menikah...?"
__ADS_1
"Iya! Menikah! Tapi nanti. Sekarang kami masih mencoba mencocokkan diri dulu"
Tanpa banyak bicara lagi Ken masuk mobil nya lalu membanting pintu mobil keras-keras! Malahan langsung di kebut nya mobil nya. Debu pun berterbangan mengenai Thony.
Thony terbatuk-batuk lalu duduk sedih di trotoar. "Ya Tuhan... Sampai disini saja kah perjuangan ku...? Aku bahkan tidak di beri kesempatan untuk sekedar pamit pada Livi" keluh Thony.
Tak lama, Angela muncul bersama Hisyam. Mereka akan kencan berdua di hari libur ini. Lalu Jo juga berangkat dengan Lovely. Semua berpasangan dan berangkat dengan mobil masing-masing. Sementara Thony masih melamun di trotoar.
********
Ken memelankan laju mobil ketika sudah tiba di jalan raya. "Aneh aku sama Thony! Kok terus-terusan deketin kamu! Nantang sama aku toh?!" rutuk Ken.
"Aku juga bingung" kata Livi.
"Mudah-mudahan dia sekarang tidak akan ganggu kamu lagi. Tadi aku sudah bilang kalau nanti kamu akan menikah sama aku!"
Livi jadi dug-dugan. Jadi serius Ken akan menikahi nya nanti? Luar biasa! Selain tampan, Ken benar-benar kaya raya! Mobilnya saja mobil mewah keluaran terbaru!
"Ngomong-ngomong, Kak Ken, kenapa aku harus ikut ke rumah kamu sih? Aku malu" kata Livi.
"Gak tahu aku juga! Kenapa Papa Mama aku ingin kamu kesana. Perjalanan jauh! Nanti anak kecil seperti kamu mabok lagi!" kata Ken.
"Jadi cuma Papa Mama kamu yang menginginkan aku kesana? Bukan kamu? Jadi sebenarnya kamu tidak ingin aku ikut?" Livi cemberut.
Ken tertawa. Dia senang melihat Livi bete dan cemberut. Terlihat semakin cantik! "Dasar konyol! Aku juga mau kamu ikut lah! Kalau aku tidak menginginkan kamu, ngapain aku repot-repot bawa kamu toh!"
"Siap tuan putri! Nanti kita beli banyak bekal makanan buat di jalan"
"Hore!!!"
Ken dan Livi mampir di minimarket. Ken bengong melihat keranjang belanjaan Livi yang penuh dengan makanan.
"Oliv, itu kamu jajan atau mau buka warung di Banyuwangi sih?!"
"Jajanlah! Kan kamu bilang perjalanan kita jauh, harus bawa banyak bekal"
Ken membayar semua belanjaan Livi lalu mereka pun melanjutkan perjalanan.
"Awas kamu nyampah di mobil aku! Semua bekas bungkus nya kamu masukan ke dalam plastik!" kata Ken.
"Iya bawel!" Livi lelet kan lidah nya.
"Dasar anak kecil! Jajan nya coklat, es krim, permen! Coklat, es krim, permen! Harusnya kamu beli yang bisa mengenyangkan perut kamu, misalnya roti"
__ADS_1
"Kak Ken bawel ih! Aku emang anak kecil kok!" rutuk Livi lalu mulai makan bola-bola coklat berukuran besar.
"Iya Oliv, kamu anak kecil! Anak kecil yang sangat aku sukai" kata Ken sambil mencubit pipi Livi dengan gemas.
"Anak kecil nya jangan di galakin ya?!" kata Livi sambil mengerling manja.
"Iya, anak kecilnya akan aku sayang-sayang"
Sambil menyetir, Ken di suapi bola-bola coklat oleh Livi. "Enak juga ya" kata Ken.
"Iya, coklat itu enak! Jangan tahunya cuma lele aja! Makanan aneh! Ikan aneh!" ledek Livi.
"Ngeledek ya kamu Oliv! Awas nanti jam 12 siang kita mampir dulu ke restoran pecel lele untuk makan siang! Kamu juga harus ikut makan lele!"
"Aku kan bisa pesan yang lain"
"Enggak! Pokoknya kamu harus ikut makan lele! Kalau menolak, aku akan turunkan kamu di jalan. Biar kamu jadi anak nyasar!"
"Hah!"
Jalanan mulai macet. Ken menghela nafas lalu melirik Livi yang tampak asyik mengunyah permen sambil mendengarkan musik lewat headset besar.
"Macet! Tahu gini aku naik pesawat! Tapi enak juga macet-macetan sambil di temani anak cantik!" batin Ken lalu mendekat dan mencium lembut pipi Livi. 'Cup!'
Livi kaget! Dia menoleh sambil usap pipinya.
Ken senyum lalu melanjutkan menyetir.
"Kak Ken ih..." kata Livi.
"Apa cinta? Kamu gak nyaman ya aku cium? Maaf ya, aku tahu kamu belum pernah di cium cowok"
"Kok tahu?!"
"Insting aku aja. Maaf ya Oliv, kalau kamu risih, aku gak akan cium kamu lagi secara tiba-tiba"
"Gak apa-apa kok Kak Ken... Aku suka..." senyum Livi merekah.
"Dasar kamu ini! Gak ada takut-takutnya sama cowok ya?!"
"Kalau cowok nya seganteng Kak Ken, aku gak akan takut! Yang ada aku ingin kamu mencium aku lagi"
Ken kaget dan menatap tajam pada Livi.
__ADS_1
"Awas Kak Ken, lihat ke depan nyetirnya" goda Livi.
"Kamu ini Oliv...!"