
Gilsha dengan semangat masuk ke ruang pelatih junior untuk menemui Jo yang menurut Angela ada disana. Tapi, alangkah kagetnya Gilsha ketika sampai disana mendapati Jo yang sedang menciumi Lovely dengan rakus! Bahkan posisi Lovely sudah setengah berbaring di sofa dan Jo menindih dadanya. Gilsha berdiri mematung, kakinya lemas gemetaran.
Lovely melihat Gilsha berdiri di depan pintu lewat bahu Jo. Lovely juga sebenarnya sudah lelah terus di ciumi Jo. Maka Lovely segera mendorong dada Jo. Tapi sulit sekali! Tubuhnya tinggi kecil tidak bisa lepas dari himpitan dada Jo. Saat Lovely coba menggoyangkan tubuhnya, dadanya yang padat malah bergesekan dengan dada Jo.
Jo menciumi telinga Lovely sambil berbisik, "Wow! Dada kamu padat sekali Love..." Jo menekankan dadanya ke dada Lovely lebih keras!
"Aduh! Sakit!" pekik Lovely.
Gilsha sudah tak tahan. Dia berlari dari sana dengan bercucuran air mata. Lovely jadi bingung. Nafasnya sudah sesak tapi Jo masih menciumi bagian lehernya. Malahan tangan Jo sudah merayapi pahanya!
"Kak Jo! Sudah! Barusan ada Gilsha!"
"Bodo amat! Gak ada urusan sama dia!"
Lovely mencubit pinggang Jo keras-keras. Jo melepaskan dirinya karena sakit dan geli oleh cubitan Lovely. Lovely segera hendak berlari tapi Jo menarik tangannya. Lovely terjatuh di pangkuan Jo! Dua tangan Jo merangkul perut Lovely dari belakang. Tengkuk Lovely di ciumi dengan sangat bernafsu.
"Kak Jo! Aku serius! Hentikan semuanya! Barusan ada Gilsha! Coba fikir bagaimana perasaan nya?!" kata Lovely.
"Ya ampun Lovely, kenapa kamu memikirkan perasaan dia?! Salah dia kok masuk ke ruangan ini! Sekarang mana dia? Gak ada kan? Ya sudah! Fikirkan saja perasaanku! Aku masih menginginkan kamu! Jangan kemana-mana!" kata Jo.
Lovely ingin bangun dari pangkuan Jo. Tapi tangan Jo yang kekar sangat kuat memeluk perutnya. "Jangan bangun! Aku suka kamu duduk di pangkuan aku! Bokong kamu padat!" bisik Jo lalu kembali menciumi tengkuk Lovely.
"Kak Jo! Aku sudah capek! Ini udah mau jam 3! Lepaskan aku dari sini atau aku akan berteriak?! Biar semua penghuni asrama kesini!" ancam Lovely.
Jo akhirnya melepaskan Lovely dari pelukan
nya. Lovely berlari ke koridor untuk mencari Gilsha. Tapi tidak ada. Akhirnya Lovely kembali lagi kepada Jo.
"Ada gak?" tanya Jo.
"Gak ada" kata Lovely.
"Ya sudah! Sini duduk lagi di pangkuanku!"
"Gak mau! Kamu sudah hampir dua jam menyekapku! Aku mau mandi! Ini sudah sore!"
"Tapi aku masih kangen..."
__ADS_1
"Sehabis mandi kita ke rumah Oma aja! Bukannya kita ada janji makan malam di rumahnya?"
Jo manyun. "Kamu banyak alasan! Tapi baiklah, oke! Kamu sudah lelah ya sayang?"
Jo berdiri lalu merangkul Lovely.
"Bukan lelah lagi! Tapi aku memang sudah benar-benar lemas dan capek! Kamu kok jahat banget sama aku...? Kalau tidak bisa berbuat baik padaku, bukankah sebaiknya kamu diam saja?!"
Jo malah senyum-senyum sambil garuk-garuk kepalanya. "Abis kamu nya cantik banget! Menggemaskan! Mana bisa aku diam saja?"
"Bisa kok! Asalkan kamu mau! Nanti di rumah Oma, aku gak akan jauh-jauh dari Mama kamu!"
"Susah dong melanjutkan mencium kamu?"
keluh Jo. Dia masih sangat merindukan Lovely.
Lovely mengambil hadiah sepatu dari Jo. Sementara Jo meraih tas besar nya.
"Ketemu lagi di kantin jam 4 ya?!" kata Lovely lalu melangkah duluan. Jo masih sempat mengusap bokongnya! Lovely menggeram kesal!
Di koridor, Lovely bertemu dengan Jay.
Saat Lovely melintas di sebelahnya, Jay meraih jemarinya lalu meremasnya pelan. Lovely kaget lalu menarik jemarinya yang berada di ruas jemari Jay.
"Kak Jay mau apa?!" tanya Lovely bingung.
"Aa tadi bilang kangen sama kamu Neng!"
"Itu gak boleh! Aku sudah punya pacar! Kak Jo!"
"Kalau merindukan pacar seseorang adalah
hal yang tidak boleh, akan berapa banyak orang yang bersalah di muka bumi ini?"
"Maaf, aku mau lewat" Lovely segera berlalu dari sisi Jay. Dan Jay hanya bisa memandangi kepergian Lovely.
Tapi yang dulu terjadi kini terulang kembali. Tanpa sengaja Lovely melirik lagi ke belakang. Matanya beradu pandang dengan mata Jay. Ada rasa yang aneh! Rasa hangat yang menjalari hati sampai ke wajah! Lovely merasa malu pada dirinya sendiri!
__ADS_1
Apa boleh dia tersipu saat berpandangan dengan Jay? Ya Tuhan... Tapi Lovely tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Jay benar-benar manis! Dan Lovely tidak bisa menahan bibirnya untuk tidak memberikan sebuah senyuman pada Jay!
Jay nyengir lalu menempelkan dua jari di bibirnya dan di lambaikan pada Lovely. Jay lihat wajah cantik Lovely menjadi merah muda. Lalu gadis itu benar-benar beranjak pergi dan tidak menoleh lagi.
Aneh! Lovely sudah jelas milik Jo! Jay juga sudah di ancam untuk tidak mendekati lagi Lovely. Tapi apa salahnya kalau Jay ingin dekat dengan Lovely?
Rasa ini begitu kuat. Rasa ini begitu hebat! Jay sampai tidak bisa tidur berhari-hari jika sedang ingat pada Lovely! Bagaimana cara menghapus atau minimal mengurangi perasaan seperti ini?! Jay sama sekali tidak memahami nya.
*********
Lovely sampai di kamarnya. Tampak Livi dan Angela sedang menonton film horor lewat laptop. Sementara Cecil tidur.
"Hai, udah beres pacaran nya?" sapa Angela.
"Lemes ah..." keluh Lovely lalu tiduran di sisi Cecil.
"Tadi ada Gilsha gak? Katanya dia mau kesana untuk mencari Kak Jo"
"Iya ada. Mana Kak Jo sedang asyik menciumi aku! Aku takutnya di sekolah beredar kabar, kalau aku sama Kak Jo pacaran di ruangan pelatih junior"
"Enggak sih, aku rasa Gilsha gak comel"
"Kamu juga sih Lovely! Kamu kerjaanya kalau berdua sama Kak Jo pasti ciuman terus! Sampai berjam-jam lagi!" kata Livi.
"Habis mau bagaimana lagi? Apa aku harus berteriak-teriak sampai seluruh asrama menolong aku?!" kata Lovely.
"Ya sudah, kamu terimain aja! Enak kan? Hahahaha" Angela terbahak.
Lovely merinding, ingat bagaimana ciuman Jo. Memang enak tapi melelahkan!
"Ya ampun! Apa selanjutnya kata Gilsha tentang diriku ya? Pasti dia fikir aku ini cewek nakal! Membiarkan kak Jo menciumi aku secara gila-gilaan!" keluh Lovely.
"Ah, pasti dia pengen" kata Angela.
"Oh ya Livi, bagaimana Kak Ken? Sudah bisa di hubungi?" tanya Lovely.
"Aku udah telepon berkali-kali tapi gak di angkat-angkat! Biarin lah! Biar reda dulu amarah nya" jawab Livi.
__ADS_1
"Capek ya kalian ini ngurusin pacar masing-masing. Yang satunya pemarah, yang satunya lagi suka sekali pacaran! Mendingan aku! Sendiri saja" kata Angela santai.