Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 75 : Dunia Terbalik


__ADS_3

Livi duduk santai di lobi hotel tempat dia menginap. Livi sendirian dan sedang menunggu Ken yang katanya masih ada latihan untuk final besok melawan tim Jepang.


Saat itulah tim Jepang lewat di lobi seusai latihan ringan. Livi kebetulan memiliki seorang Om yang melatih di tim Jepang. Namanya Om Roni. Adik dari Papa nya Livi.


Om Roni melihat Livi lalu segera menghampiri nya. "Livi" sapa Om Roni.


"Hai Om!" pekik Livi senang.


"Kamu sama siapa kesini? Kamu nyusul Papa kamu ya?"


"Iya Om. Aku kesini sama temen-temen"


Seorang atlet tim Jepang menghampiri Om Roni. Namanya Keigo, lalu berkata dengan nada panik "Om, kaki Takeshi makin sakit katanya" (Dalam Bahasa Jepang)


"Gawat ini! Besok kan kita final!" keluh Om Roni.


"Ada apa Om?" tanya Livi.


"Ini Livi, salah satu anak asuh Om cedera. Namanya Takeshi. Kemarin dia terkilir saat bertanding di semifinal" jawab Om Roni.


"Oh... Udah di balur belum?"


"Oya Livi, di Indonesia kan ada ramuan yang bisa di buat untuk mengobati cedera. Kamu bisa bantu Om? Bikin ramuan untuk mengobati cedera kaki Takeshi?"


"Gimana ya?..."


"Ayo ikut saja! Nanti Om telepon Papa kamu untuk minta izin. Kasihan Takeshi"


"Ya sudah" akhirnya Livi mau ikut Om Roni ke kamar Takeshi.


Tak lama Ken tiba di lobi. Ken bertemu Putri dan Irman.


"Put, Oliv mana?" tanya Ken.


"Tadi katanya mau ikut sama Keigo. Atlet dari tim Jepang" kata Putri.


"Ikut sama Keigo?! Ngapain?!"


"Gak tau. Cuma tadi dia kirim aku pesan begitu. Katanya dia ikut Keigo ke kamar Takeshi"


"Lho?! Emang nya kenal toh?!" Ken marah.


"Gak tau..."


Ken segera menelepon Livi. "Halo Oliv!"


"Iya my Ken" Livi menjawab telepon Ken.


"Kamu dimana toh?!"


"Aku di kamar Takeshi, sama Keigo juga"


"Ngawur! Ngapain kamu?! Cepet balik ke lobi! Aku udah ada disini toh!"

__ADS_1


"Iya sebentar"


"Sejak kapan kamu mengenal mereka?!"


"Aku ikut Om Roni, adiknya Papa. Om Roni kan kebetulan pelatih ganda putra tim Jepang. Dia minta aku bikin ramuan untuk mengobati cedera di kaki Takeshi. Maaf ya..."


Ken jadi kesal! Livi kan datang untuk mendukung tim Indonesia! Kenapa sekarang malah ada bersama tim Jepang yang akan menjadi lawan di final besok?! Dunia Terbalik!


"Dasar konyol! Kan di balur pake balsem aja cukup toh! Cepat kamu kembali! Kalau enggak, aku cari kamu kesana!" ancam Ken.


"Iya... Sebentar..."


Livi saat itu sudah ada bersama Om Roni di kamar Keigo dan Takeshi. Takeshi sampai bengong melihat betapa cantiknya Livi.


"Takeshi, ini keponakan Om dari Indonesia. Kita akan minta Livi membuat ramuan untuk mengobati cedera di kaki kamu" kata Om Roni mengenalkan Livi pada Takeshi.


Livi ulurkan tangan nya kepada Takeshi "Hai, aku Liviane. Panggil saja Livi"


"Hai... Aku Takeshi. Senang berkenalan dengan mu" kata Takeshi. (Dalam Bahasa Inggris)


Fisioterapis tim Jepang segera di panggil untuk mendengarkan instruksi dari Livi. "Aku minta siapkan beras, kencur dan jahe" kata Livi. Sayang sekali tidak ada bahan-bahan yang di minta Livi. Fisioterapis nya harus kepasar dulu untuk mencari bahan-bahan itu. Akhirnya Livi tertahan makin lama di kamar Takeshi.


Sekitar 2 jam baru ramuan nya siap. Livi melihat bagaimana Fisioterapis itu kaku saat memijiti kaki Takeshi. Livi jadi gemas!


Akhirnya Livi yang mengambil alih membalur kaki Takeshi.


"Sini! Biar aku yang membalur nya!" kata Livi lalu duduk di sisi tempat tidur Takeshi.


"Jangan! Nanti merepotkan" kata Takeshi.


Livi mulai membalur kaki Takeshi yang cedera. Takeshi mulai mengajak Livi bicara.


"Kamu masih sekolah Livi?"


"Iya, aku mau naik kelas 2 SMU. Aku sekolah di sekolah khusus badminton juga kok. Papa ku salah satu atlet nasional di Indonesia. Kakaknya Om Roni"


"Wah! Calon atlet juga dong?! Nanti kita bisa ketemu kalau ada turnamen"


"Ya itu juga kalau lulus aku bisa masuk klub. Kalau tidak lulus seleksi aku mau kuliah saja"


"Pasti lulus kok! Papa kamu kan atlet hebat! Aku tahu prestasi Papa kamu"


********


Sementara itu Thony merasa bahagia mendengar kalau Livi ada di Thailand untuk melihat final besok. Thony segera bertanya pada Hisyam yang baru saja bertemu dengan Angela.


"Syam, Livi dan kawan-kawan ada di Thailand?!" tanya Thony.


"Iya. Aku baru saja pergi bersama Angela. Katanya Livi juga sedang pergi" jawab Hisyam.


"Sama Ken?!"


"Bukan. Kata Angela, Livi pergi ke kamar Takeshi dan Keigo"

__ADS_1


"Apa!!!" Thony seperti tersambar petir saking kagetnya!


"Gak mungkin Livi pergi ke kamar Takeshi! Livi tidak kenal kok sama Takeshi!" Thony tidak yakin.


"Gak tahu. Tadi sih kata Angela begitu" kata Hisyam.


"Brengsek! Sudah Ken! Ryan! Sekarang ada saingan lagi!" rutuk Thony lalu ambil jaket nya dan hendak keluar kamar.


"Mau kemana?" tanya Hisyam.


"Aku akan menjemput Livi! Sebelum dia di rebut si Takeshi! Ini sangat berbahaya!" jawab Thony.


"Memangnya kamu tahu kamar nya Takeshi?"


"Gak tahu"


Hisyam menepak jidatnya sendiri. "Dasar bodoh! Kalau kamu tidak tahu kamar Takeshi, sebaiknya kamu diam saja disini!" bentak Hisyam.


"Aku kan tinggal mengetuk atau memencet bel semua kamar yang ada di hotel ini! Kalau ada yang keluar aku tinggal bertanya. 'Apa ini kamar Takeshi?' ya kan?" kata Thony polos.


Hisyam mendorong kepala Thony saking kesalnya! "Dasar bodoh! Kamar di hotel ini berjumlah lebih dari 500 kamar! Bisa sampai seminggu kalau kamu periksa satu persatu!"


**********


Sementara Ken juga mulai tidak sabar saat livi belum juga kembali setelah 3 jam menunggu. Ken kembali menelepon Livi.


"Oliv! Kamu kembali sekarang atau aku jemput paksa kamu kesana! Sebutkan kamu ada di kamar nomor berapa?!"


"Iya maaf Kak Ken. Ini aku lagi si perjalanan. Aku sedang menuju kesana. Tunggu ya!"


Tak lama Livi muncul. Ken dengan gemas mencubit lengan Livi!


"Aduh sakit...!" pekik Livi.


"Aku sudah 3 jam menunggu di lobi! Kamu lama banget! Ngapain aja kamu?!" bentak Ken galak!


"Aku diminta untuk membantu membuat ramuan balur. Aku lama karena tukang pijit nya kepasar dulu untuk mencari bahan-bahan nya"


"Dasar nyebelin kamu ya! Bergaul sama anak-anak tim Jepang! Mereka itu lawan tim kita besok!"


"Om aku kan pelatih disana. Aku cuma berusaha bersikap profesional aja kok!"


"Sok keren kamu!"


Livi memeluk bahu Ken. "Aku kan di minta bantuan sama Om aku. Maafkan aku ya?... Aku gak bisa menolak" kata Livi.


Ken manyun! Livi membelai-belai pipi Ken lalu mulai bersenandung.


"kau adalah hatiku


kau belahan jiwa ku


seperti itu ku mencinta mu sampai mati"

__ADS_1


Ken luluh juga. Dia peluk Livi. "Aku kangen banget sama kamu, Oliv" bisik Ken.


"Aku juga kangen banget sama Kak Ken" bisik Livi.


__ADS_2