Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 49 : Jay Vs Joshua


__ADS_3

Semakin Jay coba untuk melupakan Lovely. Semakin dia merindukan Lovely. Apalagi belakangan ini Jay lihat Lovely tampak sedikit pucat.


Siang itu seusai latihan, Jay akhirnya memberanikan diri menyapa Lovely. "Love, eh maksudku Lovely. Aa lihat akhir-akhir ini kamu agak pucat. Ada apa? Kamu gak enak badan?"


Jay dan Lovely saling tatap. Jay menatap penuh kerinduan. Sementara Lovely tak bisa membohongi dirinya sendiri. Jay manis!


Lovely akhir-akhir ini memucat karena mulai lelah dengan semua sikap Jo yang selalu menekan nya dan bersikap kasar jika sedang bersama dirinya.


"Aku baik-baik saja Kak Jay" kata Lovely.


"Minum vitamin atuh biar gak pucat begitu Neng. Kamu kan cantik. Sayang sekali kalau pucat begitu" kata Jay.


Tiba-tiba Cecil muncul dan menggandeng tangan Jay "Kak Jay, nanti ke pertunangan Kak Mark sama aku yuk!"


Jay menepis tangan Cecil. Jelas sekali kalau dia risih "Maaf, aku udah janji berangkat bareng sama Ryan. Udah nyiapin baju kembaran juga"


Cecil manyun "Ah kak Jay mah! Terus aku harus pergi sama siapa?! Kak Rifky pasti bawa pacarnya!"


"Ya udah atuh sama Rangga aja" usul Jay.


"Gak bisa. Aku udah janji mau berangkat sama Indah" kata Rangga menolak.


"Kalau Kak Irman?" Cecil melirik Irman.


"Aku sama Putri" kata Irman.


"Apes banget aku! Cuma aku yang belum ada pasangan!" keluh Cecil.


"Sama Thony aja. Thony belum ada pasangan juga" kata Rangga.


"Mendingan aku sendiri dari pada harus sama Kak Thony! Gak level!" rutuk Cecil.


Saat itulah muncul Ryan. Cecil sampai bengong melihat Ryan berdiri di samping Jay. Gantengan mana ya?


"Jay tadi aku lihat Oppa Lee komen dan like di Instagram kamu lho!" seru Ryan.


Semua anak di klub mengidolakan Lee Yong Dae. Atlet badminton asal Korea.

__ADS_1


"Masa sih?!" Jay segera memeriksa HP nya. Bukan main senangnya hati Jay. Karena biasanya Lee Yong Dae hanya komen di Instagram Jo "Iya nih! Dia like dan komen di Instagram aku! Aku kan iseng bilang lagi cari mobil. Trus dia kasih rekomendasi mobil yang bagus nih. Dia juga menyebut ku dengan panggilan Aa Lee!"


"Bilang Aa Lee? Wow!" seru Cecil.


Saat itulah Jo muncul dan mendengarkan ucapan Cecil.


"Apa? Oppa Lee panggil Jay dengan sebutan Aa Lee?! Masa sih?!" Jo merampas HP milik Jay dan memeriksa Instagram Jay. Wajah Jo langsung bete! "Ini sih Lee Yong Dae palsu kali!" rutuk Jo.


"Asli kok! Aku kan tahu nama akun dan foto profil nya!" kata Ryan.


"Lee Yong Dae hari ini sampai gak komen di Instagram aku! Dasar nyebelin kamu Jay!" rutuk Jo lagi.


"Lho kok jadi aku yang nyebelin?!" Jay bingung.


Jo rasanya ingin sekali membanting HP Jay! Di lempar nya HP itu ke arah Jay! Untungnya Jay bisa menangkap nya sebelum mengenai wajah nya! "Apa-apaan sih?! Kasar kamu Jo!" Jay marah.


"Bodo amat! Aku rasa Lee Yong Dae mulai rabun! Apa sama nya kamu sama Lee Yong Dae? Kamu itu kurus! Item! Gak bersinar sama sekali! Nyebelin kamu Jay!"


"Aku tidak perduli orang berkata apa tentang diriku! Aku juga tidak begitu suka di sebut Aa Lee! Aku lebih suka menjadi Jay yang apa adanya! Jay yang anak Sunda asli!"


"Bohong kamu! Kamu pasti senang kan?! Dasar anak kampung!"


Jo melirik sinis pada Lovely. Sadarlah Lovely kalau dia sudah salah bicara! Wajahnya memucat!


"Astaga! Aku salah bicara! Kenapa aku sampai bicara seperti itu?!" batin Lovely panik.


"Iya! Bentuk badannya juga sama persis" kata Ryan.


"Iya! Kak Jo mah gendut!" tambah Cecil.


Sementara Jay menatap Lovely "Bener apa kata kamu Neng? Senyum Aa manis?"


"Enggak! Manis apanya?! Menjijikkan!" rutuk Jo lalu mencekal lengan Lovely!


"Apa kata kamu tadi Love?! Senyum Jay sama manisnya dengan Oppa Lee?! Keterlaluan kamu Love! Belum puas kamu menyakiti hati aku!" bentak Jo!


"Aduh... Sakit Kak Jo... Maaf" Lovely memekik sakit karena cekalan Jo!

__ADS_1


Jay menepuk bahu Jo "Lepasin Jo! Jangan kamu kasar begitu sama Lovely!" bentak Jay.


"Jangan kamu ikut campur! Lovely itu milikku!" Jo balik membentak Jay lalu membawa Lovely ke dalam pelukannya. Di cium nya bibir Lovely di depan Jay! Dan Jay rasanya ingin membunuh Jo!


Semua orang yang ada di situ jadi bengong. Lovely mendorong Jo keras! "Kak Jo jahat! Berani nya kak Jo mencium aku di depan umum! Jahat!" teriak Lovely.


"Bodo amat! Kamu milikku! Mau aku apakan juga terserah aku!" bentak Jo!


Jay mengepalkan tinjunya! "Keterlaluan kamu Jo!" suara Jay bergetar menahan rasa marahnya!


"Apa?! Kamu sirik hah?! Kamu mungkin bisa memiliki perhatian Oppa Lee! Tapi satu hal yang gak akan bisa kamu miliki! My Love! Kamu sangat menginginkan nya kan? Tapi dia milikku! Sampai kapanpun! Dia milikku seutuhnya!"


Jo makin erat memeluk Lovely. Lovely tampak sesak nafas. Tubuhnya tenggelam dalam pelukan Jo!


Jay menguatkan hatinya untuk berkata lirih. "Ya... Aku sangat menginginkan Lovely. Tapi aku tahu dia mencintai mu! Tapi aku mohon Jo... Aku mohon dengan sangat... jangan berbuat kasar seperti itu pada Lovely! Sayangi dia. Aku tak bisa melihatnya sakit seperti itu!!!" teriak Jay!


Hati Lovely bergetar hebat! Jay sungguh menyayangi nya! Dan tidak mau dia sakit?! Air mata Lovely menetes. Tangisan ini untuk Jay!


Jo mengendurkan sedikit pelukannya "Aku juga menyayangi nya! Aku menyayangi nya lebih dari apapun juga di dunia ini! Kamu tidak usah khawatir! Dia bahagia bersama ku " Jo menarik Lovely pergi dari sana.


Jay menggigit bibirnya sendiri sampai berdarah! Yang di lihatnya tidak seperti itu! Lovely tidak bahagia! Jay tahu persis itu!


"Gila! Aku benar-benar jatuh cinta pada nya! Aku tidak rela! Aku tidak sanggup melihat Lovely sakit oleh semua perlakuan Jo padanya! Caranya memeluk dan mencium Lovely tadi benar-benar kasar!" rutuk Jay setengah berteriak!


Ryan menghampiri Jay dan menepuk bahunya "Sabar Jay..."


"Yan..." Jay tak sanggup mengatakan apa-apa lagi. Tangisan nya pecah di bahu Ryan. Tangis tak bersuara!


Sementara Jo membawa Lovely ke ruang pelatih junior dan langsung memarahinya! "Apa maksud kamu tadi bilang Jay manis?! Kamu sengaja mempermalukan aku di hadapan Jay! Kamu suka pada oncom itu?!"


"Maaf Kak Jo... aku tidak sengaja bicara seperti itu..." Lovely menghiba.


"Awas kamu sekali lagi memuji cowok lain! Aku telanjangi kamu!"


"Iya... Maafkan aku..."


Jo menekan dada Lovely dengan dadanya.

__ADS_1


"Aduh!" pekik Lovely.


"Kamu kira aku tidak berani menyentuh dada kamu dengan tangan ku?! Aku akan lakukan! Kalau kamu masih saja membuat ku marah! Menyakiti hatiku dan membuat ku cemburu!" ancam Jo lalu mencium bibir Lovely dengan kasar!


__ADS_2