
Om Didi memandang semua yang ada di lapangan saat itu "Siapa lagi yang protes?!" tanyanya.
Ken segera maju "Maaf Om, aku gak mau mendaki gunung bersama cewek lain selain Livi! Kalau Livi mendaki sama Ryan sih aku setuju. Ryan teman sekamar ku. Tapi ini masalah nya aku di pasangkan sama Indah! Aku alergi cewek cengeng seperti indah! Dia itu lemah dan tidak bisa di andalkan! Pasti akan merepotkan aku toh!" kata Ken.
Indah tampak kaget dan sedih.
"Indah bukan cengeng! Dia hanya terlalu lembut" kata Rangga membela Indah.
"Sudah! Jangan ada yang menolak lagi! Ken, kalau Indah itu menurut kamu cewek yang lemah buktikan kalau kamu cowok kuat yang bisa di andalkan! Jaga indah!" kata Om Didi.
"Besok pagi semuanya berkumpul di pelataran parkir asrama jam 7 pagi! Kita akan berangkat ke gunung salak dengan bus asrama. Nantinya kita akan mendaki bersama-sama. Malam harinya kita adakan camping. Besoknya Minggu pagi baru kita turun gunung masing-masing dengan pasangan yang sudah di tentukan!" kata Om Daryadi.
"Konyol!" rutuk Ken lalu menghampiri Ryan. "Ya sudah Yan, aku titipkan Livi sama kamu ya?!"
"Iya Ken, aku siap jaga Livi buat kamu! Kamu percaya aja sama aku!" kata Ryan.
Tiba-tiba Thony nimbrung "Jangan percaya Ken! Ryan itu menyukai Livi! Biar aku saja yang menjaga Livi! Kita protes aja lagi! Semua masih bisa di batalkan!"
Ryan kaget "Jangan percaya Ken! Dia yang menyukai Livi!" kata Ryan.
Ken meremas bahu Thony sampai Thony memekik kesakitan. "Kamu jangan pernah berani menghasut aku toh! Ryan sudah seperti saudara buat aku! Justru kamu yang naksir pada Livi ku! Iya toh?!" bentak Ken.
Sementara itu dengan berani Angela menghampiri Om Didi dan Om Daryadi yang sudah melangkah pergi.
"Maaf Om, apa tidak sebaiknya acara lintas alam ini di batalkan saja?! Belum berangkat saja sudah terjadi kekacauan. Apalagi kalau kita sudah berangkat?! Jangan-jangan nanti malah terjadi masalah. Tolong di pertimbangkan lagi Om" kata Angela.
"Maaf Angela, semuanya sudah di atur. Gak akan terjadi apa-apa! Percaya pada Om" kata Om Didi.
"Ya Angela. Kamu percaya saja sama Hisyam. Dia gak akan main api sama Agnes" kata Om Daryadi.
Angela cuma angkat bahu nya.
Malam itu tidak ada yang pulang ke rumah. Walau banyak yang tidak setuju, tapi semuanya tetap bersiap untuk berangkat besok.
Esok nya mereka kumpul dan berangkat pukul 7 pagi ke gunung salak. Sampai di kaki gunung setelah melapor pada petugas setempat, mereka pun mulai mendaki bersama-sama.
Jo tidak melepaskan sedetik pun rangkulannya di bahu Lovely. Ken juga menggandeng tangan Livi erat-erat. Begitu juga Angela dan Hisyam.
Akhirnya sore itu mereka sampai di gunung salak! Semuanya merasa lega karena ternyata perjalanan tidak begitu menyulitkan. Dua tenda segera di dirikan untuk mereka menginap. Begitu tenda selesai. Hari sudah gelap. Api unggun di nyalakan dan mereka makan malam bersama. Acara di lanjut dengan permainan kecil dan bernyanyi-nyanyi bersama.
Jo jadi gemas karena ingin berduaan dengan Lovely. Tapi Om Didi melarang siapapun untuk memisahkan diri malam itu. Karena kawasan itu terkenal angker dan takut ada yang tersesat.
__ADS_1
"Maaf Jo. Om melarang kamu dan Lovely memisahkan diri. Nanti kalian tersesat!" kata Om Didi.
"Om aneh! Melarang ku berduaan dengan Lovely! Tapi besok menyuruh Lovely turun gunung berduaan dengan Jay!" rutuk Jo.
"Udah lah Kak Jo. Lagipula aku juga takut kalau kita pisah dari rombongan malam ini. Kita berkumpul aja disini" kata Lovely.
Jo menghela nafas panjang. Kenapa akhir-akhir ini ada saja yang membuatnya kesal! Akhirnya Jo tiduran di paha Lovely. Om Didi dan Om Daryadi hanya bisa geleng-geleng kepala. Yang penting malam ini jangan ada yang memisahkan diri.
Esok paginya seusai sarapan. Sesuai daftar yang sudah di buat semuanya harus turun gunung dengan pasangan yang sudah di tentukan. Jarak berangkat satu pasangan ke pasangan lain adalah 15 menit.
Turun menuju kaki gunung salak harus melewati 7 pos.
Begitu di kocok, Lovely mendapat urutan turun gunung terakhir bersama Jay!
"Kok bisa turun gunung terakhir sih! Om Daryadi pasti curang dalam mengocoknya! Iya kan! Om tahu Jay itu suka pada Lovely ku! Om sengaja biar mereka banyak waktu untuk bersama!" tuding Jo!
"Lho! Curang bagaimana?! Tadi kan mengocoknya kalian semua melihat toh?!" kata Om Daryadi.
"Ryan dan Livi juga dapat urutan terakhir turun gunung! Mereka dapat urutan no 19! Ken! Kamu ini marah atau gimana kek!" Jo mencoba menghasut Ken. Tapi Ken cuek saja.
"Mau bagaimana lagi toh?! Biar sajalah! Livi kan sama Ryan. Ryan itukan sahabat ku" kata Ken.
"Kamu akan menyesal nanti Ken!"
Akhirnya om Didi dan Om Daryadi turun gunung lebih dulu. Menyusul 15 menit kemudian Thony dan Cecil. Lalu Rifky dengan Salma. Dan seterusnya...
Tiba saat urutan ke 15 Jo harus turun gunung bersama Angela. Jo memeluk dan mencium kening Lovely "Aku duluan ya Love... Hati-hati nanti" kata Jo.
"Iya my prince" kata Lovely.
"Rasanya aku mau gila Love! Meninggalkan kamu sama Jay disini!"
"Gak papa Kak Jo. Percaya sama aku. Aku gak akan selingkuh sama Kak Jay"
"Aku percaya kamu. Tapi aku tidak percaya pada Jay!"
Jo melirik sinis pada Jay "Heh oncom! Jaga Lovely ku ya?! Awas jangan berani kamu menyentuh atau menggodanya! Bawa dia kembali ke pelukan ku dengan selamat!"
Di sebut oncom, Jay hanya tersenyum. "Baik! Aku akan menjaga Lovely mu!" Dalam hatinya Jay membatin "Aku bukan hanya menjaga Lovely untuk mu! Tapi untuk diriku sendiri!"
Hisyam juga memeluk Angela "Hati-hati ya Angel" kata Hisyam.
__ADS_1
"Iya, Kak Hisyam tenang aja" kata Angela sambil menggendong ranselnya "Ayo Kak Jo, kita berangkat!"
Jo mengangguk.
"Titip Angel ya Jo!" kata Hisyam.
"Iya Syam, aku akan jaga Angela sampai kaki gunung dengan selamat"
Lalu menyusul Hisyam turun gunung bersama Syifa diurutan ke 16.
Selanjutnya Ken yang mendapat bagian turun gunung bersama Indah pada urutan ke 17. Ken memeluk Livi erat-erat "Hati-hati ya Oliv! Aku turun duluan. Kalau ada apa-apa jangan sungkan. Minta saja bantuan Ryan" kata Ken.
"Iya Kak Ken" kata Livi.
Lalu menyusul Aura dan Delia yang mendapat urutan ke 18. Tinggalah Lovely, Livi, Jay dan Ryan di puncak saat itu. Semua nya sudah turun gunung.
Jay dan Ryan saling tatap. Tanpa suara, batin mereka sudah berkomunikasi. Mereka sekarang tertinggal bersama gadis yang sangat mereka cintai! Apa ini kebetulan? Atau alam semesta ikut berkonspirasi?!
pernahkah kau terjatuh secara sukarela?
sebab kau yakin
seseorang akan menangkapmu
seseorang akan mengajarimu
cara tertawa
cara percaya
cara mengeja rasa tak bernama
seketika itu pula jagat raya berhenti bergerak
jiwamu terbakar
ragamu lebur
dan dirimu hanya bisa menyerah
karena kau tahu
__ADS_1
kau menyerah pada orang yang tepat!
Fiersa Besari - Konspirasi alam semesta