Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 40 : Pasangan Hidup


__ADS_3

Liburan usai. Sekolah kembali berjalan seperti biasanya. Hari itu ada pelajaran olahraga di sekolah. Livi dan teman-temannya sedang bermain bola basket.


Karena Livi melempar terlalu keras, bola basketnya sampai keluar tembok pembatas lapangan dan menyangkut di pohon.


"Livi, ambil bolanya!" seru Pak guru. Livi pun segera memutar ke balik tembok pembatas yang bersebrangan dengan taman.


Bola basket itu menyangkut di atas pohon. Livi bingung mengambilnya. Saat itulah kebetulan Thony lewat sehabis latihan pagi.


"Jodoh emang gak akan kemana!" batin Thony. "Hai Livi, lagi ngapain disini?" sapa Thony.


Livi pun menoleh. "Itu Kak Thony, bola basketnya nyangkut di atas pohon"


Thony pun mencoba mengambil dengan cara meloncat-loncat tapi tidak sampai. "Susah ya, harus sama Jo nih!" kata Thony yang memang tidak setinggi rata-rata atlet putra di Klub.


"Lama ah! Panggil Kak Jo bisa keburu siang! Aku naik aja ke atas pohonnya!" kata Livi lalu bersiap naik ke atas pohon.


"Jangan Livi! Nanti kamu jatuh!" larang Thony.


"Tapi Pak guru nunggu aku sekarang!"


"Begini aja, kamu naik ke atas bahu aku lalu ambil bolanya"


"Tapi kan berat"


"Gak papa! Demi kamu, beban seberat apapun akan aku tanggung!"


Thony berjongkok di bawah pohon. "Ayo naik Livi"


"Maaf ya Kak Thony" Livi pun naik ke bahu Thony tanpa melepaskan dulu sepatu nya.


"Hup!" dengan susah payah Thony mencoba berdiri dengan dua kaki Livi di bahunya.


Akhirnya Livi berhasil mengambil bolanya. "Makasih Kak Thony" kata Livi.


"Sama-sama, jangan khawatir. Aku di lahirkan untuk selalu ada untuk kamu!" kata Thony serius.


Livi tak bilang apa-apa. Malah segera kembali ke lapangan lalu lanjutkan main basketnya.


Siangnya seusai latihan Badminton bersama Jay dan Ryan, Ken muncul di lapangan dan melambaikan tangan pada Livi. "Oliv, makan siang bareng yuk!"


"Iya Kak Ken"

__ADS_1


Saat itu Thony juga ada disana dan sedang makan pisang. Bertepatan saat Livi lewat, Thony melempar kulit pisang.


'Syut!' Livi tak sengaja menginjak dan terpeleset! Dengan cekatan Thony segera meraih tubuh Livi! Keduanya bertatapan! Dengan posisi Livi di tahan oleh kedua tangan Thony!


Tapi bukannya bertatapan lama seperti di sinetron, Livi malah segera berdiri dan melepaskan diri dari pegangan Thony. "Ih!!!"


"Maaf Livi, aku takut kamu jatuh" kata Thony walau dalam hati membatin, "Benar-Benar jodoh gak akan kemana!"


Tiba-tiba Ken muncul dan mendorong Thony sampai jatuh terguling-guling! Livi sampai terpekik kaget!


"Aduh!!!" pekik Thony.


"Kurang ajar ya kamu Thony! Kamu berani merangkul Livi!" bentak Ken!


Thony perlahan bangkit berdiri. "Maaf Ken, aku menahan tubuh Livi agar dia tidak terjatuh ke lantai. Nanti kalau dia keseleo lagi gimana?!"


"Tutup mulut kamu! Kamu sengaja kan?! Kamu lempar kulit pisang itu agar Livi jatuh dan bisa kamu rangkul?!"


"Enggak Ken, sumpah!"


"Kamu fikir aku percaya?! Kamu terus saja mendekati Livi! Dia itu udah di jodohkan sama aku!"


Ken habis kesabaran. 'Buk!' 'Buk!' Dia tinju wajah Thony sampai terhuyung! Thony meraung kesakitan!


Livi menarik tangan Ken. "Udah Kak Ken! Kasihan"


"Habisnya dia nantang terus sih!"


Beberapa orang segera memisahkan Ken dan Thony. Ken ditarik oleh Mark. Sementara Thony di papah Jo. Mulut Thony berdarah.


"Ken, jangan menyakiti orang yang lebih lemah dari kamu dong!" kata Jo


Mendengar itu, Jay mencibir.


"Apa kamu mencibir?! Kamu mau cari masalah ya?!" Jo kini malah maju dan mendorong dada Jay! Siap hendak memukul!


Tapi Hisyam menarik Jo sebelum Jo memukul Jay. "Udah Jo! Malu sama adik-adik kelas!" kata Hisyam.


Ryan juga segera menarik Jay. "Udah Jay! Jangan tambah masalah" kata Ryan.


Sementara Thony masih terhuyung. Jo yang tadi memapahnya malah menghampiri Jay. Irman segera memapah Thony. "Cari penyakit kamu Thony! Livi itu milik Ken! Sadar!" bisik Irman.

__ADS_1


"Awas kamu Thony kalau berani mendekati Livi lagi! Aku siksa habis-habisan!" ancam Ken lalu menarik tangan Livi. "Ayo Oliv, kita makan siang!" Livi pun segera ikut Ken.


"Parah ih! Jadi ribut begini di lapangan! Malu kalau sampai ketahuan pelatih senior" keluh Mark lalu menghampiri Thony. "Thony, maafkan Ken ya? Sekarang segera obati luka kamu" kata Mark sambil merangkul Thony.


Thony merasa tersentuh oleh perhatian Mark. "Makasih Mark. Kamu beda sekali dengan Ken. Padahal kalian partner di ganda putra"


"Iya, kan beda karakter tapi bisa di satukan. Yang penting satu tujuan. Oya, aku hanya mengingatkan, mulai sekarang kamu jauhi Livi. Jangan terus menggodanya. Livi itu milik Ken"


"Iya Mark..."


*********


Sorenya, Ken mengantarkan Livi untuk les biola. Ken tampak sudah ceria. Tidak kesal lagi seperti tadi siang saat memukul Thony.


Sampai di depan tempat les, Ken mencium kening Livi. "Ayo masuk sana! Teman-teman kamu pasti sudah menunggu teman mereka yang cantik. Belajar biolanya yang rajin ya" kata Ken lembut.


Livi bukannya turun dari mobil. Tapi malah memeluk Ken. Livi sedih karena tadi siang melihat Ken marah-marah. Saat ini melihat Ken yang lembut, Livi merasa sangat bahagia.


Ken balas memeluk Livi. "Ada apa Oliv? Kok tiba-tiba kamu meluk aku? Dingin?"


"Enggak, aku cuma kangen..."


Ken membelai-belai punggung Livi. "Ya udah, kita pelukan dulu ya"


Beberapa saat kemudian, baru Livi mau mengikuti les biola nya. Saat pulang dari tempat les pun, Livi masih berpelukan lagi dengan Ken di dalam mobil. Nyamannya berada di dalam pelukan Ken. Bisa mendengar detak jantung nya...


Ken membelai-belai punggung Livi. Livi begitu manja. Ken kadang bingung harus berbuat apa untuk membahagiakan gadis kecil ini.


Livi perlahan mendongak sehingga wajahnya dan wajah Ken menjadi sangat dekat. Ken memandang bibir Livi yang penuh sensual, terlihat gingsulnya sedikit.


Ingin rasanya Ken merunduk menekan bibir Livi dengan bibirnya. Tapi Ken ingat kalau Livi belum boleh pacaran. Mana mungkin Ken mencium bibir Livi? Akhirnya Ken mencium pipi Livi. Livi malah balas mencium pipi Ken! "Oliv, kamu ini..."


Livi mengerling manja. Ken tidak jadi bicara.


"Kak Ken, aku masuk asrama dulu ya?" kata Livi.


"Iya cinta, selamat malam" Ken melepaskan pelukannya pada tubuh Livi. Membiarkan Livi masuk ke asrama putri.


Ken benar-benar jatuh cinta pada Livi. Rasa yang jauh lebih kuat di bandingkan perasaannya pada Lovely dulu. Ken begitu takut kehilangan Livi. Padahal dulu Ken menganggap cewek itu tidak penting!


Tapi saat melihat Livi, semua nya berubah. Ken merasa jauh lebih semangat menjalani hari-harinya dengan adanya Livi di sisinya. Ken akan menunggu sampai Livi benar-benar dewasa dan siap menjadi pasangan hidupnya nanti.

__ADS_1


__ADS_2