Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 65 : Lepaskan!!!


__ADS_3

Terbayang di mata Jo. Bagaimana tadi Jay muncul seperti seorang pahlawan untuk menyelamatkan Lovely. Menggenggam erat jemari Lovely dan berbisik dia selalu ada buat Lovely. Jo emosi lagi!


Tak terfikir oleh Jo harusnya tadi dia yang lebih dulu menyelamatkan Lovely dari gencetan semua fansnya. Bukankah Jo diam saja? Apa salah jika Jay datang?


'Aku harus memiliki Lovely seutuhnya! Aku gak mau kalau Lovely sampai jatuh ke tangan Jay! Apapun caranya Lovely harus tetap menjadi kekasihku dan menikah dengan ku kelak! Apa aku harus mengancam Lovely? Atau yang lebih gila, aku harus meniduri nya? Itu jalan satu-satunya agar dia tetap jadi milikku! Kalau aku sudah meniduri nya. Dia gak akan berani berpaling pada Jay! Bagaimana kalau dia jadi membenci aku? Ah! Aku tak perduli! Yang penting dia jadi milikku!"


batin Jo.


Keesokan harinya. Sabtu pagi. Jo mencegat Lovely di depan gerbang asrama putri. Lovely tadinya berniat untuk memesan taksi online untuk pulang ke rumahnya.


"Pagi my love..." sapa Jo manis. Dengan wajah tanpa dosa.


"Pagi..." balas Lovely.


"Kita main ke rumah Oma yuk?! Udah dua Minggu kamu gak ke rumah Oma. Oma kangen"


Lovely memang mendapat telepon dari Oma Jo kalau Oma kangen dan ingin Lovely mengunjungi nya.


"Iya, aku mau ke rumah Oma"


Lovely ikut mobil Jo ke rumah Oma. Sampai disana Lovely bersikap seolah-olah tak ada masalah dengan Jo. mereka pun makan siang bersama.


Jam 12 siang Oma pamit karena ada acara arisan ibu-ibu sosialita. Oma pun pergi di antar supirnya.


"Kak Jo, aku mau pulang" kata Lovely.


"Jangan dulu pulang. Kita bobo siang dulu yuk?!" kata Jo.


"Gak mau, aku mau pulang"


Jo tidak perduli pada penolakan Lovely. Di gendong nya Lovely ke kamarnya. Lovely mencoba berontak tapi Jo berhasil membawa dan membaringkan nya di ranjang.


"Aku kangen banget sama kamu Love... Masa kamu gak kangen sama aku? Udah hampir dua Minggu kamu gak pacaran sama aku"


Jo menindih tubuh Lovely. Dia benar-benar menginginkan Lovely saat itu.


"Lepaskan aku! Jangan sentuh aku!" desis Lovely.

__ADS_1


"Apa hak mu melarang ku?! Kamu milikku! Kamu tidak boleh melupakan itu! Kamu sudah berjanji akan menikah denganku kelak!"


kata Jo keras.


"Iya, aku ingat. Tapi apa kamu lupa? Kamu kemarin membiarkan aku di gencet semua fans kamu! Kamu tidak menolong aku! Kamu tidak melindungi aku! Kamu seperti puas melihat aku tertekan! Sekarang kamu mau menikmati tubuhku?! Lepaskan aku!"


"Kamu duluan yang mengacuhkan aku! Aku telepon berkali-kali gak di angkat! Padahal kamu tahu! Aku juga lagi ada masalah! Anggap kemarin adalah hukuman buat mu!"


Apa Cinta mengenal kata hukuman?


Apa Cinta berhak menghukum?


"Kamu duluan yang membawa Gilsha naik mobilmu!" teriak Lovely.


"Itu karena kamu memaksa mau menengok Jay!" Jo balik berteriak.


"Aku di suruh Papa ku untuk menengok Kak Jay!"


Jo habis kesabaran. Di ciumi nya bibir Lovely dengan rakus! Dadanya menekan dada Lovely. Bahkan bagian bawah tubuhnya menekan ke bagian bawah tubuh Lovely! Jo mendesah dan ciuman nya turun ke leher. Tangan nya tanpa izin meraba-raba dada Lovely!


"Jangan! Jangan Kak Jo! Lepaskan aku! Aku gak akan pernah memaafkan mu!" jerit Lovely! Tubuhnya menggigil hebat karena belum pernah di raba seperti itu sebelumnya!


"Buah dada kamu keras sekali sayang!" bisiknya dengan nafas memburu dan mulai meremasi buah dada Lovely!


Makin di raba Jo makin gemas! Mulai di remasnya dada Lovely dengan keras! Tubuhnya menghimpit tubuh Lovely. Di gesek nya perlahan. Air mata Lovely tumpah membasahi bantal!


Jo sendiri menggigil karena merasa luar biasa nikmatnya saat menindih tubuh Lovely! Mana mungkin dia rela kehilangan Lovely! Tak bisa! Padahal pakaian Lovely belum di lepas! Tapi begini saja sudah membuat Jo lemas.


Tapi Jo melihat air mata Lovely yang tumpah membasahi bantal. Jo sadar dan mengangkat tubuhnya dari tubuh Lovely.


"Love... St... Jangan menangis! Aku tidak akan menelanjangi kamu kok. Begini saja sudah enak!"


Lovely tak bicara. Dia menelungkup dan menangis tersedu-sedu. Dadanya terasa sakit sekali karena remasan tangan Jo.


Jo merebahkan diri nya di samping Lovely lalu membelai-belai punggung nya.


"Lovely sayang... Kita lupakan aja semuanya. Kita baikan ya? Sudah jangan menangis terus. Aku pasti akan menikahi mu! Mulai sekarang kamu jauhi Jay! Kita biasa-biasa aja lagi kayak dulu ya?!"

__ADS_1


Jo terus membelai-belai punggung Lovely dan akhirnya tertidur di samping Lovely.


Lovely benar-benar sedih. Teringat saat dulu Jo berbuat kasar di rumah nya. Saat itu Revan menolong Lovely. Jo berjanji tidak akan berbuat kasar lagi dan Lovely memaafkan Jo. Tapi kini Jo malah mengulangi nya lagi!


Lovely berusaha menghentikan tangisnya. Dia lihat Jo yang tidur pulas di samping nya. Begitu tampan, manis, imut. Tapi Lovely benar-benar sudah marah pada Jo!


Lovely bangun perlahan lalu membasuh muka nya di wastafel kamar. Tubuhnya terasa lemas...


Lovely keluar dari kamar. Merapikan rambutnya dan meraih tasnya. Sudah jam 3 sore. Suasana rumah Oma sepi. Oma belum kembali dari arisan nya.


Tanpa fikir panjang Lovely langsung kabur dari rumah Oma. Dia berlari menuju jalan raya. Lalu duduk di halte bus.


Lovely bingung. Bagaimana Jo bisa bersikap sekasar itu padanya. Bukankah Jo mencintai nya?


Jo sudah membawa gadis lain ke dalam mobilnya. Membiarkan Lovely di bully fansnya. Lalu tadi membawakan Lovely ke kamar dan meraba-raba tubuhnya secara gila-gilaan!


Lovely harus pulang! Dia memutuskan untuk menelpon mang Kussoy. Tapi satu mobil berhenti di depannya dan menurunkan kaca nya. Jay! Jay yang memang sedang melancarkan nyetir nya melihat Lovely duduk di halte.


"Love..." sapa Jay.


"Aa Jay..."


"Lagi ngapain? Ayo naik mobil Aa!" Jay membuka pintu mobilnya. Lovely segera masuk.


"Kok kamu gak sama Jo?" tanya Jay.


"Aku kabur dari rumah Oma nya. Itukan sebelah halte adalah gerbang perumahan rumah Oma nya Kak Jo" jawab Lovely.


"Kabur? Kenapa kabur dari rumah Oma nya?"


"Aku gak bisa bareng sama Kak Jo saat ini. Aku masih marah soal kemarin di lapangan"


Lovely tidak mungkin menceritakan soal kekasaran Jo tadi di rumah Oma nya. Jay tidak perlu tahu dan tidak boleh tahu!


"Ya udah, sekarang kamu mau kemana? Mau pulang? Aa anterin ya?!" kata Jay.


"Aku bete banget... Mau kabur rasanya dari Indonesia!"

__ADS_1


"Eh! jangan ngomong gitu atuh! Kalau Non cantik pergi dari Indonesia. Nanti Aa Jay gak bisa ketemu lagi..."


__ADS_2