
Ryan segera menghampiri Jay dan merangkul sahabatnya itu. Sementara Jo yang hendak memukul Jay lagi tapi di halangi oleh Hisyam dan Irman.
"Jo! Kamu ini apa-apaan sih?! Mukulin orang seenaknya saja!" bentak Ryan lalu menyeka darah di wajah Jay dengan tissue basah.
"Sadar Jo! Tahan emosi kamu! Memalukan kamu!" bentak Papa Lovely.
"Tapi Om! Lovely memakai baju dan celana Jay di tubuhnya! Coba fikir apa yang sudah dia lakukan pada Lovely ku?!" Jo berusaha melepaskan diri "Lepasin aku Syam! Man! Biar aku bunuh si oncom itu!"
"Om! Aku hanya meminjam kan baju dan celana ku! Lovely memakainya sendiri! Dia ganti baju sendiri! Sumpah! Kemarin bajunya basah kehujanan" Jay berusaha menjelaskan.
"Iya Jay. Om percaya padamu. Om minta maaf atas semua perlakuan Jo padamu. Makasih kamu sudah menjaga Lovely dengan baik" kata Papa Lovely.
"Lho kok Om malah belain dia?!" Jo marah!
"Diam kamu Jo! Kamu harusnya berterima kasih pada Jay karena ia sudah menjaga dan menyelamatkan Lovely! Kalau gak ada Jay, gimana nasib Lovely?! Jay tidak melakukan apa-apa pada Lovely! Coba kamu fikir! Kamu dengar tadi?! Lovely berteriak-teriak agar kamu jangan memukuli Jay! Itu artinya Jay memperlakukan Lovely dengan baik! Sekarang kamu jaga Lovely di dalam ambulans! Kita segera pulang ke Jakarta! Kita bawa Lovely dan Livi ke rumah sakit"
"Iya Om..." kata Jo lalu masuk ambulans.
Semua pun kembali ke Jakarta. Pulang ke asrama. Sementara Lovely, Livi, dan Jay di bawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Jo, Ken, dan Ryan ikut ke rumah sakit.
Selama menemani Lovely di ambulans, Jo benar-benar gemas ingin segera melucuti pakaian Jay yang melekat di tubuh Lovely!
Sorenya keluarga Jo datang ke rumah sakit untuk menjenguk Lovely. Mama Lovely sudah membawa pakaian ganti untuk Lovely tapi Lovely masih belum sadar. Suhu tubuhnya masih tinggi.
Jo memaksa menjaga Lovely malam itu walau Mama Lovely melarang. Sepulang keluarga Jo, Papa Lovely bercerita pada Mama tentang Jay yang sudah menyelamatkan Lovely. Dan tentang Jo yang sudah memukuli Jay.
"Gak ngerti Papa sama kelakuan Jo! Jay sudah menyelamatkan Lovely tapi malah di pukuli! Jay sampai luka-luka dan di rawat di rumah sakit ini juga!" cerita Papa.
Tapi Mama malah membela Jo. "Wajar Jo berlaku seperti itu! Jo kan sayang banget sama Lovely!"
Paginya Lovely sadar. Jo segera membelai pipinya. "My love sayang... Kamu udah sadar?" sapa Jo.
Lovely menatap Jo "Kak Jo... Aku lemes banget"
"Iya sayang. Kamu demam tinggi. Kemarin seharian kamu gak sadar"
Lovely malah teringat pada Jay.
"Mana Kak Jay?! Gimana keadaan Kak Jay? Kak Jo memukuli dia kan?!"
Jo benar-benar kesal! "Keterlaluan kamu Love! Baru saja sadar tapi kamu sudah langsung menanyakan Jay! Semalaman aku ada disini bersama kamu!"
"Maaf Kak Jo..."
__ADS_1
Jo membantu Lovely duduk. "Kamu sarapan dulu. Kemarin kan kamu cuma makan lewat infus. Jangan sebut nama Jay lagi!"
Jo menyuapi Lovely sarapan.
"Mama dan Papa mana?" tanya Lovely.
"Mama Papa mu malam pulang dulu. Mama Papa ku juga. Aku yang semalam menemani kamu disini" jawab Jo "Sebentar lagi mereka pasti datang"
"Livi gak kesini? Gak nengokin aku?"
"Livi di rawat juga di rumah sakit ini. Dia juga tersesat sama Ryan. Arah panah di pos 4 berubah arah. Sekarang sedang di selidiki pihak yang berwajib"
"Pantas kami tersesat! Ya Tuhan... Apa ada orang yang tega merubah arah panah itu?! Aku ngeri!" Lovely bergidik.
"Iya sayang, kok ada ya orang sejahat itu"
Usai sarapan Jo mengambil baju ganti Lovely yang kemarin di bawakan oleh Mama nya.
"Love, sekarang kamu ganti baju dulu! Buka baju Jay yang kamu pakai itu!" perintah Jo.
"Nanti dulu Kak Jo... Aku masih lemas... Pusing" kata Lovely.
"Aku akan bantu untuk ganti bajunya!"
"Jangan Kak Jo! Malu ih!" Lovely menahan tangan Jo.
"Malu sama siapa?"
"Sekarang balik badan! Aku ganti bajunya sendiri!"
"Aku gak mau balik badan!"
"Tutup wajah!"
"Aku gak mau tutup wajah!"
Lovely menggeram! Jo benar-benar nakal! Akhirnya Lovely membuka baju dan celana Jay di dalam selimut.
"Berikan baju ganti ku!" tangan Lovely terukur dari balik selimut.
"Buka aja selimut nya sayang" Bisik Jo lalu coba buka selimut yang menutupi dada Lovely!
Lovely memekik lalu menutupi dadanya dengan dua tangan! Jo menarik dua tangan Lovely hingga dadanya yang tertutup bra terpampang jelas! Besar dan padat!
__ADS_1
"Kak Jo lepasin aku!" Lovely coba tarik tangannya tapi Jo menahannya. Lovely meraih tombol untuk memanggil perawat! Jo terpaksa menyelimuti dada Lovely lagi.
"Nakal kamu Love! Panggil suster segala!" kata Jo kesal.
"Aku atau kamu yang nakal?!" tanya Lovely yang juga kesal.
Suster datang "Nona Lovely, sudah sadar?"
"Iya Sus, Tolong bantu saya berganti pakaian. Saya masih lemas Suster" kata Lovely.
"Oh iya boleh" Suster itu melirik Jo "Maaf, anda tunggu di luar!"
Jo terpaksa keluar dari ruangan rawat Lovely.
Selesai Lovely mengganti bajunya. Baru Jo diperbolehkan masuk lagi.
"Mana baju sama celana Jay?!" tanya Jo.
"Di bawa Suster. Mau di laundry" jawab Lovely.
"Tadinya mau aku bakar!"
"Cukup Kak Jo! Apa salah Kak Jay? Dia sudah menolong aku! Kamu sudah memukuli nya kemarin! Sekarang di mana dia?"
"Aku tidak tahu!"
"Luka nya parah kan?! Kamu memukuli nya sampai berdarah! Kamu jahat!"
"Masa bodoh! Aku tidak suka dia menyentuh mu! Kemarin dia menggendong tubuhmu! Aku juga tidak percaya kamu mengganti baju mu tanpa dia melirik tubuhmu! Aku pasti akan menambah hukuman untuk nya! Mana bisa seorang cowok tidak melirik tubuhmu saat kamu mengganti pakaian di dekat nya! Mustahil!"
Lovely geleng-geleng "Keterlaluan Kak Jo ini! Aku melihatnya sendiri! Kak Jay sedang membuat api unggun saat aku mengganti pakaian! Dia tidak melirik sedikit pun! Memangnya kamu?! Kamu yang selalu berbuat seperti itu kepada ku!"
"Wajar dong! Kamu kan milikku! Jangankan ku lihat! Aku ciumi seluruh tubuhmu pun aku berhak!"
"Ya Tuhan..." Keluh Lovely lalu jatuhkan diri di ranjang perawatan. Kesal sekali dia pada Jo! Padahal tadinya kangen!
Jo merunduk mencium bibir Lovely dan menciumnya kuat sampai terdengar suara berdecak.
"Dengar Love! Aku sudah memberikan segalanya untuk mu! Rumah, Mobil, Deposito. Semuanya sudah ku buat atas nama mu! Gedung resepsi dan dekorasi sudah ku siapkan untuk bertunangan dengan mu! Aku juga sudah pesan perhiasan untuk mengikat mu! Semua milikku adalah milikmu! Begitu juga dirimu adalah milikku!" Jo berkata keras pada Lovely!
"Jadi kamu sudah membeli aku dengan harta? Itu maksud kamu?!" Lovely berkaca-kaca.
"Terserah apa katamu. Terserah kamu mau bilang apa! Yang jelas kalau kamu masih terus berdekatan dengan Jay! Aku tidak segan untuk menelanjangi kamu!"
__ADS_1
Lovely diam. Percuma dia berdebat dengan Jo! Hubungan nya dengan Jo sudah menyeret Lovely ke dalam tekanan yang tidak ada habisnya!