Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 22 : Gara-Gara Permen Challenge


__ADS_3

Livi tidak bisa kangen-kangenan seperti Lovely dan Jo ataupun Amel dan Mark. Yang ada Livi malah berdua dengan Ken membahas latihan Livi selama Ken pergi ke Palembang.


Karena Ken marah-marah, Jo membawa Lovely ke rumah Oma nya. Sementara Mark mengantar Amel pulang. Tinggalah Livi, Ken dan Thony di ruang pelatih junior saat ini.


"Laporan latihan kamu bagus seminggu ini" kata Ken lalu menyerahkan buku tugas Livi.


"Iyalah, Livi kan pinter" kata Thony yang sedang asyik main game di HP nya.


"Aku boleh pergi sekarang? Aku pengen beli es krim" kata Livi.


"Kamu mau es krim? Ayo kita beli bareng" seru Thony.


"Diam kamu disini! Aku yang beli es krim sama Livi!" bentak Ken lalu mencolek tangan Livi. "Ayo kita berangkat Oliv, katanya kamu mau es krim?"


Livi dan Ken pergi ke kantin. Livi pesan es krim sementara Ken pesan kopi.


"Dasar anak kecil! Pengennya es krim terus" ledek Ken.


"Biarin dong! Es krim kan enak!" kata Livi lalu mengeluarkan beberapa butir permen yang ada tantangan challenge di belakang bungkus nya "Karena pesanan kita belum datang, kita iseng main challenge yuk Kak Ken" ajak Livi.


"Mainan apa tuh?!"


"Di belakang bungkus permen ini ada challenge nya. Challenge nya harus di lakukan. Masing-masing kita ambil satu"


"Oh, ayo, boleh"


Ken dan Livi masing-masing mengambil satu permen dan melihat challenge di belakang nya.


"Traktir kakak kelas galak" baca Livi. "Wah berarti aku yang traktir Kak Ken sekarang! Kalau Kak Ken, apa challenge nya?"


Ken membaca challenge nya, "Telepon mantan terindah" Ken menatap Livi. "Serius nih harus di lakukan?"


"Heeh" Livi mengangguk dan rasanya Livi mau pingsan saat Ken mengambil HP dan menelpon mantan nya! Jadi Ken punya mantan? Kok Livi jadi gak enak hati?


"Halo, gimana kabarnya toh? Baik-baik aja kan?" Ken menelpon beberapa saat lalu menatap Livi yang bengong memperhatikan sampai Ken usai menelpon.


Pesanan es krim dan kopi datang, tapi Livi masih bengong. Ken mencolek pipi Livi. "Oliv, kok bengong?"


"Ah!" Livi kaget. "Maaf Kak... Eng... Anu... Kak Ken punya mantan?"

__ADS_1


"Punya, barusan aku telepon kan?"


"Mantan terindah?"


"Gak gitu indah sih! Tapi kan mantan aku gak ada lagi, cuma satu. Jadi aku telepon aja yang tadi"


"Dulu kenapa bisa pisah?"


"Ya udah gak nyaman aja, trus kan udah ada pasangan baru, jadi ya sama yang baru aja!"


Livi menelan ludah "Jadi Kak Ken sekarang udah ada pasangan baru?"


"Ada dong!"


"Udah berapa lama?"


"Kok kamu jadi kepo sih! Aneh ih! Udah hayo makan es krim nya! Nanti cair!"


Livi makan es krim dengan lemas... Jadi Ken sudah punya pacar? Ken meninggalkan mantan nya hanya karena sudah ada pasangan baru? Hancur sudah harapan Livi untuk bisa mendekati Ken! Dunia serasa gelap bagi Livi saat ini.


"Kok makan es krim nya lemes gitu?" tanya Ken melihat Livi males-malesan makan es krim nya.


"Mendadak aku bad mood" jawab Livi lemes.


Livi menatap wajah Ken, wajah yang sangat sempurna! Dan wajah itu sudah ada pemiliknya!


Livi benar-benar sudah tidak bersemangat lagi. Ken sudah ada pacar dan Livi harus puas dengan hanya menjadi adik kecil nya.


Esoknya saat usai latihan, Livi langsung kabur dari lapangan dan tidak mau terlibat obrolan dengan Ken. Pergi les pun ia menumpang mobil Jo bersama Lovely.


"Livi, tadi Ken cari kamu lho. Katanya mau antar kamu les" kata Jo.


"Biarin ah! Aku gak mau ngerepotin dia. Dia udah cukup menjadi pelatih ku saja, gak usah sampai ikut urusan pribadi ku, seperti mengantar aku les" kata Livi.


"Kamu gak nyaman di temani dia?"


"Bukan gitu Kak Jo. Aku gak mau sampai ada yang salah paham, terus cemburu sama aku"


"

__ADS_1


Cemburu? Emang siapa yang cemburu?" tanya Jo. Livi cuma angkat bahu.


Pulang les, Ken ada di depan gerbang asrama putri. Seperti nya dia menunggu Livi pulang les.


"Oliv, kok kamu berangkat sama Jo dan Lovely? Aku tadi cari-cari kamu! Mau antar kamu, eh kamu malah hilang!" omel Ken.


"Takut ngerepotin ah" kata Livi.


"Enggak kok! Kan sudah kewajiban aku menjaga kamu seperti kata Papa kamu!"


"Maaf ya, tapi aku lagi pengen bareng Lovely hari ini"


"Ya udah! Terserah kamu kalau begitu!"


Entah kenapa Livi jadi sedih sekali! Hari berjalan sangat berat di lalui tanpa ada obrolan dengan Ken, dan Livi rindu kebawelan Ken! Tapi Livi berusaha menghindari Ken! Karena Ken sudah ada pasangan! Livi belum bisa terima itu! Seperti nya Livi benar-benar sudah jatuh cinta pada Ken! Bagaimana ini?!


Hari-hari berikutnya Livi masih menghindari Ken. Ternyata berat menyukai orang yang sudah punya pasangan! Setiap habis latihan, Livi menjauh. Bertemu di kantin atau di koridor, Livi berbelok.


Lovely menyadari sikap sahabat nya itu dan bertanya, "Kenapa kamu menghindari Kak Ken? Kamu enggak suka dia?" tanya Lovely tapi Livi tidak menjawab.


Saat pulang ke rumah hari Sabtu pun, Papa bertanya, "Kenapa Ken gak ikut?"


"Takut ngerepotin ah, ngapain pulang di anterin dia segala?!" kata Livi.


"Kamu gak suka Ken?" tanya Papa. Livi cuma angkat bahu.


Saat kembali bersekolah hari Senin pun, Livi masih menghindari Ken. Dan saat Thony mengajaknya makan siang, Livi langsung menyetujui ajakan itu.


"Livi, beberapa hari ini kamu menghindari Ken?" tanya Thony saat makan di kantin berdua dengan Livi.


"Ah biasa aja, gak menghindari kok" jawab Livi.


"Tapi dia marah sama aku, katanya aku mempengaruhi kamu agar menjauhi dia"


Saat itulah tiba-tiba Ken muncul di hadapan Livi dan Thony. "Disini rupanya kamu Oliv! Jadi ini alasan kamu menghindari aku! Karena kamu ingin lebih dekat dengan Thony!" bentak Ken sambil melotot.


"Enggak kok! Aku juga baru kali ini makan siang bareng kak Thony. Beberapa hari ini aku lagi bad mood. Gak mau ketemu siapa-siapa"


Livi mengelak.

__ADS_1


"Bohong kamu! Kamu cuma gak mau ketemu sama aku! Cuma aku! Iya kan?! Kalau sama yang lain kamu masih mau ngobrol! Tapi kalau melihat aku, kamu melintir layak lihat hantu! Sabtu juga kamu buru-buru pulang padahal aku mau nganterin kamu pulang! Kamu benci sama aku? Aku salah apa toh?!" Ken memberondong Livi dengan pertanyaan.


"Emang kenapa kalau aku menghindari kamu?!!!" Livi berteriak marah! Livi benar-benar tidak sanggup Ken memarahi nya seperti itu di kantin, di depan banyak orang.


__ADS_2