
Minggu siang, gelaran final kejuaraan beregu putra badminton tingkat Asia di gelar. Sayang nya tim Indonesia harus menyerah dari tim Jepang dengan skor 3-1.
Seusai gelaran final. Takeshi yang hari itu tidak di turunkan karena baru sembuh dari cedera nya sempat mencuri pandang ke arah Livi. Livi pun membalas dengan kerlingan cantik.
Ken tidak menyadari Takeshi dan Livi yang saling melempar senyuman dan kerlingan rahasia. Tapi Ryan tahu! Ryan menyadari nya! Ryan benar-benar merasa tidak enak hati dan merasa di tikung oleh Takeshi!
Malamnya Livi mengunjungi Ken di kamarnya karena Mark juga pergi dengan Amel dan menyewa kamar lain. Ken dan Livi bermain game bareng sambil ngemil.
Livi mengantuk lalu tiduran di paha Ken. Sementara Ken masih asyik bermain game sendirian. Sampai akhirnya Ken sadar kalau Livi sudah tertidur pulas.
Ken melihat Livi tampak pulas sekali. Ken senyum-senyum sendiri sambil menyusuri pipi, hidung, dan bibir Livi dengan jari-jarinya.
"Dasar bocah! Dia malah tidur di pahaku! Gimana ini? Kalau aku bangunin kasihan toh" batin Ken lalu akhirnya memutuskan untuk menggendong Livi dan menidurkan nya di atas ranjang.
"Biar saja dia tidur disini. Toh Mark juga tidak akan tidur disini" Ken matikan peralatan bermain game nya lalu ikut tidur di sisi Livi. Tangan Ken memeluk punggung Livi sambil terus menatap Livi yang terpejam.
"Cantik banget anak ini! Padahal baru mau menginjak usia 17 tahun. Kok aku jadi jatuh cinta sama bocah ya?! Tapi Livi ferfect! Dia stabil dan ceria. Walau kekanakan. Aku lihat di antara teman-teman nya Livi adalah yang terbaik. Lovely sangat cengeng! Cecil kelewat centil! Angela kasar! Cuma Livi yang menarik kepribadiannya. Walau kadang kurang peka dan cemburuan juga" batin Ken sambil mencium lembut kening Livi lalu ikut tidur di sisi Livi.
Saat pagi tiba, Livi bangun dan mendapati Ken tidur di sebelah nya dengan tangan memeluk pinggang nya. Wajahnya dan wajah Ken sangat dekat sekali! Ken tampak tidur pulas.
"Kya...!!!" Livi panik dan mendorong Ken! Ken sampai terjatuh dari ranjang!
"Aduh!" Ken kaget karena tiba-tiba terjatuh dari ranjang. Ken langsung bangkit berdiri dan memarahi Livi!
"Oliv! Kenapa kamu mendorong aku?! Aku sampai jatuh dari tempat tidur! Sakit tahu! Dasar nakal kamu ya?! Bikin aku kaget saja!" Ken melotot lalu memukul pelan bokong Livi.
Livi nyengir sambil mengusap bokong nya.
"Kak Ken sendiri, ngapain tidur di sebelah aku?! Mana teman-teman aku?!" tanya Livi.
"Dasar konyol! Ini kamar aku!" rutuk Ken.
Livi memandangi sekitar nya. Sadarlah dia kalau benar-benar berada di kamar Ken!
"Kenapa aku tidur disini?"
"Malam tadi kamu ketiduran disini. Waktu kamu menemani aku main game. Aku gak tega membangunkan kamu"
"Lalu kenapa Kak Ken tidur di sebelah aku?! Sana tidur di sofa!"
__ADS_1
"Seenaknya saja kamu! Kan ini kamar ku toh! Masak aku tidur di sofa?! Aneh kamu ini!"
"Ya tidur saja di sofa! Mengalah dong!"
"Ranjang hotel nya kan luas! Apa salahnya kita tidur bersama?! Yang penting kamu tidak apa-apa toh! Aku tidak berbuat yang aneh-aneh sama kamu! Lagipula nantinya akan ada saatnya setiap bangun tidur kamu akan melihat aku ada disisi kamu!"
Livi mengerling lucu "Asyik! Kak Ken akan menjadi orang terakhir yang kulihat sebelum tidur dan jadi orang pertama yang ku lihat setelah bangun! Kapan ya hal itu terjadi?!"
"Nanti akan ada saatnya. Harusnya kamu membuatkan aku teh atau kopi! Bukannya mendorong aku dari tempat tidur sampai terjatuh! Nyebelin kamu ini Oliv!" rutuk Ken.
"Maaf my Ken..."
"Ya sudahlah!"
Livi bangun dari tempat tidur dan pergi mandi. Selesai mandi dia menghampiri Ken.
"Kak Ken, maaf ya atas kejadian barusan. Aku benar-benar kaget saat melihat kamu tidur di sisi ku" kata Livi.
Ken nyengir. "Gak papa toh. Lucu juga kejadian tadi. Oya Oliv, kamu kembali ke kamar kamu dan ganti baju ya?! Aku tunggu di lobi. Sebelum kita kembali ke Indonesia aku akan mengajak kamu jalan-jalan dulu di Thailand"
"Jalan-jalan? Asyik! Aku mau!" seru Livi.
"Aku balik dulu ke kamar ku ya?" kata Livi.
"Iya, aku juga mau mandi dulu. Nanti kita ketemu lagi di lobi" kata Ken.
"Oke dadah"
Livi hendak membuka pintu kamar tapi Ken tiba-tiba memeluk nya! Jantung Livi berdebar kencang! Matanya saling tatap dengan mata Ken!
"Livi cantik, malam tadi saat kamu tidur aku ingin sekali mencium kamu. Tapi aku gak mau mencuri-curi bibir kamu. Aku mau mencium kamu dalam keadaan kamu sadar. Sekarang boleh aku mencium kamu?" bisik Ken mesra.
Livi tidak menjawab. Tapi bibir sensual nya meruncing. Ken tahu Livi bersedia. Ken merunduk dan mencium lembut bibir Livi.
Suasana pun menjadi bertambah mesra untuk Livi dan Ken.
*********
Saat Livi keluar dari kamar Ken, dia bertemu dengan Thony di koridor! Thony bukan main kaget nya melihat Livi keluar pagi-pagi dari kamar Ken!
__ADS_1
"Livi!!!" seru Thony.
"Apa?" kata Livi datar.
"Kamu nginap di kamar Ken?!"
"Iya!"
"Mark ada?!"
"Gak ada! Kak Mark di kamar lain sama Kak Amel"
Thony bertambah kaget dan panik!
"Ya ampun Livi! Ikut aku sekarang! Kita perlu bicara!" Thony mencekal lengan Livi.
"Ih!!!" Livi menarik tangan nya dari cekalan Thony "Ada apa sih! Bicara disini saja!"
"Apa yang kamu lakukan sama Ken semalam?! Itu berbahaya Livi! Kamu belum tentu menikah dengan Ken! Kasihan suami kamu nanti kalau kamu sudah di 'apa-apain' si tahi lalat bawel itu!" kata Thony keras dan blak-blakan!
Livi melotot! 'Plak!' dia tampar Thony keras-keras!
"Livi!" Thony memekik sambil mundur beberapa langkah dan mengusap pipinya.
"Brengsek kamu ya?! Papa ku bukan! Pacar ku bukan! Beraninya kamu menasehati aku! Berani sekali kamu berfikir macam-macam tentang Kak Ken! Apa urusan kamu?! Kamu bukan apa-apa bagi ku! Kamu cuma seperti lalat yang lewat di sekitar ku! Kecil tapi sangat menggangu!" Livi marah besar lalu pergi meninggalkan Thony.
Livi kembali ke kamarnya. Wajah nya kesal.
"Livi, dari mana kamu semalam?" tanya Cecil.
"Ketiduran di kamar Kak Ken" jawab Livi.
"Wow! Asyik dong!" seru Cecil.
"Apa sih kamu Cil! Kamu sama saja seperti si Thony! Menuduh ku yang tidak-tidak!" bentak Livi.
"Maaf... Abis belum pernah sebelumnya kamu tidur sama Kak Ken kan?" Cecil takut dan menyesal mengatakan itu.
"Aku ketiduran kok!"
__ADS_1