Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 53 : Sepasang Pendaki (Part 2)


__ADS_3

Ryan menatap Livi. Dadanya berdebar keras. Bagaimana bisa dia saat ini tersesat berdua bersama Livi? Kekasih sahabat nya yang diam-diam dia cintai. Bagaimanapun juga Ryan harus bisa menyelamatkan Livi! Mereka harus bisa segera berkumpul lagi dengan rombongan!


"Besok kita harus lanjutkan perjalanan ke arah timur. Menuju pos 4. Aku sering naik gunung di Yogya. Mana mungkin gunung yang ini tidak bisa aku taklukan" kata Ryan.


"Iya Kak, tapi selain kita apa ada lagi yang tersesat?" kata Livi.


"Entahlah. Tapi mudah-mudahan jangan ada. Cukup kita saja"


Livi mengeluarkan kue-kue dari tas nya. "Aku laper Kak Ryan. Kita makan ini yuk!"


Ryan nyengir melihat Livi banyak membawa snack dan biskuit. Ryan ikutan makan juga.


"Makasih Vi"


"Lumayan. Buat ganjel perut"


"Ngomong-ngomong, kamu serius ya sama Ken?" tanya Ryan sambil ngemil.


"Sebenarnya aku sama Kak Ken itu di jodohkan sama orang tua kami. Sekarang kami mau coba menjalani dulu. Apa kami cocok kalau nanti kami menikah dan jadi pasangan hidup" jawab Livi.


"Sepertinya kalian akan cocok. Ken juga aku lihat sayang banget sama kamu. Selama jadi teman sekamar nya, baru kali ini aku lihat Ken suka sama cewek. Mau menjalani satu hubungan sama cewek" komentar Ryan. Walaupun sebenarnya dia juga menyimpan perasaan pada Livi.


Livi menguap.


"Kamu tidur aja sekarang Vi. Biar aku yang jaga kamu" kata Ryan.


"Iya, aku ngantuk banget... Capek... Untungnya ada Kak Ryan. Kalau gak ada Kak Ryan. Aku gak tau akan bagaimana jadinya"


Livi membaringkan tubuhnya di atas sarung. Mencoba untuk tidur.


***********


Sama seperti Ryan dan Livi. Karena arah tanda panah yang salah di pos 4, maka Jay pun tersesat bersama Lovely. Suasana hutan mulai gelap. Petir bersahutan dan turun hujan deras! Jay dan Lovely berlindung di bawah sebuah pohon. Walau pohon itu tidak sepenuhnya melindungi mereka dari hujan.


"Aduh! Kayaknya kita tersesat Love" kata Jay.


Lovely langsung pucat. "Gimana dong Kak Jay?! Aku takut... Udah sore lagi!" kata Lovely dengan tubuh yang gemetaran. Tangannya di silang di depan dada. Kedinginan.


"Padahal kita mengikuti arah panah lurus ke barat. Kenapa kita belum juga sampai di pos 5?!" Jay bingung.


"Kita tersesat! Aku yakin! Suasana hutan selebar ini tidak kita jumpai saat kita mendaki gunung kemarin!" Lovely panik!


Jay melihat Lovely yang gemetar dengan rambut dan pakaian yang basah. Sementara jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.

__ADS_1


"Lovely, kita gak mungkin disini terus. Ayo kita cari tempat berteduh. Kamu bisa sakit kalau terus kehujanan seperti ini" kata Jay.


Lovely mengangguk.


"Ransel kamu pakai untuk menutupi kepala. Biar kamu tidak terlalu basah kuyup"


Lovely menurut. Dia taruh ransel nya di atas kepala.


"Ikut Aa" Jay berjalan cepat mencari tempat berlindung. Lovely mengikuti dari belakang. Hari makin gelap. Untungnya Jay melihat sebuah goa.


"Love, itu ada goa. Kita masuk kesana!" kata Jay.


"Kalau di dalamnya ada binatang buas gimana Kak?!" Lovely takut.


"Tenang, kan ada Aa"


Jay dan Lovely masuk kedalam goa itu. Ternyata goa itu tidak terlalu dalam. Cukup untuk berteduh berdua.


"Lumayan bersih juga" kata Jay lalu melirik Lovely yang tampak menggigil. "Love... Kamu dingin ya?"


Lovely cuma mengangguk.


"Ganti baju nya! Aa akan buat api unggun dulu"


"Bajunya basah semua" keluh Lovely.


"Ya sudah. Kamu pakai baju Aa saja" Jay buka ranselnya. Untungnya ransel Jay kedap air. Jay membawa dua baju dan dua celana. Jay serahkan satu stel untuk Lovely pakai.


"Nih pakai Love"


"Tapi Kak..."


"Gak papa. Pakai aja! Dari pada kamu sakit nanti"


"Makasih" Lovely menerima baju dari Jay.


"Sana ganti baju nya. Aku gak akan melirik"


Jay membelakangi Lovely lalu membuat api unggun. Di luar goa sudah tidak hujan. Malahan ada bintang yang tampak. Tanpa sengaja Jay melirik Lovely yang sedang ganti baju. Untuk mengatakan kalau hujan sudah berhenti.


Dada Jay berdebar keras melihat tubuh Lovely yang putih bersinar dalam gelap!


"Astaghfirullah! Kok aku melirik! Kan dia sedang ganti baju! Masya Allah!" batin Jay menyesali kecerobohan nya. Apalagi dalam gelap dia melihat sekilas dada Lovely yang membusung padat!

__ADS_1


Lovely menghampiri Jay lalu duduk di samping Jay. Meringkuk di depan api unggun yang sudah di buat Jay.


Jay segera mengganti bajunya. Selesai berganti pakaian, Jay segera duduk di samping Lovely yang menggigil. Bibir Lovely membiru. Kaki dan tangannya mati rasa.


"Bruk!!!" Lovely ambruk pingsan. Jay segera membopong tubuh Lovely di pangkuan nya.


"Lovely, kamu kenapa?!" Jay panik.


Tubuh Lovely bergetar hebat.


"Gawat! Lovely kedinginan!" Jay menyentuh tangan dan kaki Lovely. Sedingin salju!


Jay segera mengambil switer dan kupluk di dalam ranselnya lalu di pakaikan pada Lovely. Kaki Lovely di selimuti dengan sarung. Tapi Lovely masih gemetaran. Kesadarannya mulai hilang. Mulut nya meracau.


"Kak Jo... Kak Jo... Kak Jo..."


Jay menghela nafas panjang. 'Kak Jo' yang Lovely sebut! Bukan "Aa jay'!


Jay membawa Lovely dalam dekapan nya walau hatinya terasa sangat perih!


Lovely sadar dia berada dalam dekapan Jay. Lovely coba menjauh tapi Jay memeluk nya erat-erat!


Mata Lovely terbuka lebar karena panik. Bertatapan dengan mata Jay yang lembut.


Jay dapat melihat bahwa Lovely merasa malu dan risih berada dalam dekapan nya. Perlahan Jay merebahkan tubuh Lovely di lantai goa. Tubuh Jay ikut merebah dan mereka masih saling berpandangan.


"Diam Lovely sayang... Kamu berada di dalam switer Aa. Jadi tubuh mu tidak bersentuhan dengan tubuh Aa. Aa hanya ingin menghangatkan tubuh mu. Percaya pada Aa! Aa akan mengantarkan mu dengan selamat sampai kamu kembali di pelukan Jo! Tapi untuk saat ini, diam! Diam dalam pelukan Aa!" bisik Jay tapi Lovely mencoba memberontak.


Meski Lovely memberontak, Jay tidak melepaskan dekapannya! Akhirnya Lovely lemas dan diam dalam dekapan Jay! Tubuhnya mulai hangat. Jay menunduk menatap wajah Lovely yang pucat. Mata Lovely terpejam. Bibirnya bergetar.


Jay tahu, kalau saja ia mengulum bibir Lovely. Pasti dia bisa menghangatkan bibir Lovely yang beku dengan ciuman. Tapi Jay menahan dirinya. Di peluknya tubuh Lovely erat-erat. Di kecup nya kepala Lovely yang terbungkus kupluk nya.


Walau antara kulit nya dan kulit Lovely tidak bersentuhan. Tapi tetap saja tubuh Jay memanas sehingga tidak ada rasa dingin yang di rasakan Jay. Apalagi Jay belum pernah memeluk seorang gadis! Darah Jay mengalir deras!


di bawah bintang kita merebah


saling berpandangan dan tersipu malu


aku tak bisa merangkai kata


namun kau seakan membaca hatiku


Fiersa Besari - sepasang pendaki

__ADS_1


__ADS_2