Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 46 : Thony Sibuk!


__ADS_3

Kejuaraan di Jerman berlangsung lancar. Jay dan Ryan berhasil meraih juara kedua disana. Suasana di asrama putri kembali di isi dengan latihan rutin.


Suatu malam Ken menginap di rumah Livi. Ken sebenarnya malu menginap di sana tapi Papa Mama Livi memaksa agar bisa mengenal Ken lebih dekat lagi.


Malam itu Ken makan rujak yang dia beli di perjalanan ke rumah Livi sore tadi. Melihat itu, Livi jadi tergoda memakan nya juga.


"Enak banget lho Oliv! Udah seminggu aku gak makan rujak" kata Ken.


"Iya, ternyata enak juga ya rujak nya" kata Livi.


"Udah Oliv, jangan banyak-banyak makan rujaknya. Nanti mulas" larang Ken.


"Dikit lagi ah!" Livi bandel.


"Awas kalau kamu sakit perut jangan nyalahin aku!"


"Aku gak akan mulas kok!"


"Dasar nakal kamu! Ngerujak tuh siang! Bukan malem-malem begini!"


"Lho ini Kak Ken malem-malem ngerujak?!"


"Aku sih udah biasa toh!"


Esoknya Livi kembali bersekolah dan berlatih seperti biasa. Anak kelas 1 hari itu berlatih bersama Jay dan Ryan.


Livi merasa perutnya mual dari pagi. Tapi dia memaksa ikut latihan. Usai latihan Livi muntah-muntah di wastafel. Lovely segera bantu memijiti tengkuknya.


"Kamu kenapa Livi? Kamu sakit?!" tanya Lovely cemas.


"Malam tadi aku makan rujak bareng Kak Ken"


Saat itu kebetulan Thony lewat dan melihat Livi muntah-muntah di wastafel. Thony segera menguping. Terdengarlah percakapan Lovely dan Livi


"Ya sudah. Kamu harus bilang pada Kak Ken kalau kamu mual-mual" kata Lovely.


"Gak mau ah! Aku takut dia marah. Malam tadi dia udah larang tapi aku maksa minta" kata Livi.


"Hah!!!" Thony kaget. Fikiran nya langsung negatif! Malam tadi dia tahu Ken menginap di rumah Livi karena tidak ada di asrama putra.


"Huek...!!!" Livi muntah-muntah lagi!


"Tuh kan, kamu harus ke dokter! Kak Ken harus tanggung jawab! Ini juga karena dia!" kata Lovely lagi.


"Gak papa. Nanti dia malah marah sama aku"

__ADS_1


"Kamu juga nakal sih Livi! Ngapain kamu malam-malam minta sama Kak Ken?!"


"Habisnya enak sih Lovely..."


"Ya udah. Kita beli permen yuk?!"


Bukan main panasnya hati Thony! " Kurang ajar Ken! Tak ku sangka dia bisa sejahat itu pada Livi! Ternyata dia selama ini sok alim! Sok sopan! Padahal Jahat sama Livi! Tega sekali dia mencelakai Livi yang masih kecil! Tapi tadi Livi bilang dia gak berani bilang semua ini pada Ken karena takut Ken marah! Baguslah! Biar aku yang muncul sebagai pahlawan dan bertanggung jawab atas Livi! Yes! Kesempatan terbuka lebar untuk ku!" Thony salah faham! Dia kira Livi mual-mual karena hamil oleh Ken!


"Aku harus beli buah-buahan segar untuk Livi!" kata Thony lalu bergegas pergi ke supermarket untuk membeli buah segar. Pulang nya dia bertemu dengan Ryan. Thony langsung pasang senyum sinis penuh kemenangan!


Ryan jadi bingung. Kening nya berkerut. Mulut mengerucut. "Kamu kenapa Thony?!" tanya Ryan.


"Gak papa, lihat saja nanti Yan!" Jawab Thony sinis.


Ryan geleng-geleng kepala.


Sore nya karena sudah minum obat dan beristirahat, Livi bisa ikut latihan bersama pelatih senior. Usai latihan Thony segera menghampiri Livi dan memberikan nya sekeranjang buah segar.


"Ini Livi, buat kamu. Di makan ya?!" kata Thony.


"Buat aku?" Livi bingung.


"Iya, biar sehat!"


Cecil segera mengambil keranjang buah di tangan Thony "Makasih Kak Thony!" seru Cecil.


"Iya Cil, kamu sama yang lain juga boleh minta kok. Tapi Livi harus lebih banyak!" kata Thony.


"Oke! Nanti sekalian aku suapin Livi nya!"


"Oya Livi, kamu suka susu apa?" tanya thony.


"Susu? Aku gak suka susu! Aku sukanya es krim!" jawab Livi.


"Mulai sekarang kamu harus minum susu! Nanti deh habis kamu pulang les. Aku belikan susu. Aku kirim ke asrama putri"


"Gak usah ah! Apa-apaan sih?!"


"Jangan nolak Livi! Ini demi kesehatan kamu!"


Livi diam.


"Oya kamu berangkat les sama siapa? Ken kan sedang ada pertemuan dengan Pak Menpora?"


"Aku berangkat les sama Kak Ryan!"

__ADS_1


"Apa???!!!" Thony kaget luar biasa "Sama Ryan???!!!"


"Iya kan Kak Ken lagi sibuk. Ada pertemuan sama Pak Menpora. Jadi kata Kak Ken, aku pergi les nya di antar Kak Ryan aja!"


"Gak bisa! Sama aku saja pergi nya! Jangan sama Ryan! Brengsek!"


"Kan itu kata Kak Ken! Aku harus pergi sama Kak Ryan!"


"Mana bisa kamu pergi sama Ryan? Gak bisa! Enak aja!"


Livi naik darah! " Kok jadi kamu yang sewot! Apa urusan mu?! Lama-lama kamu nyebelin juga ya?!"


Thony kaget! "Iya...Oke kalau begitu. Nanti pulang les aku belikan susu"


Ryan muncul lalu menyapa Livi "Hai Livi, nanti aku antar kamu les ya? Jam 4 aku tunggu di tempat parkir ya?" kata Ryan.


"Oke, makasih ya Kak Ryan" kata Livi.


"Sama-sama"


Ryan dan Livi saling melambaikan tangan.


Thony merasakan firasat buruk atas kedatangan Ryan dalam kehidupan Livi! Lebih buruk dari kedatangan Ken! "Livi... Kok kamu jadi akrab sama Ryan sih?... Kamu ramah tamah banget sama dia... Sama aku juga kamu belum pernah dadah..." keluh Thony.


Livi cuek.


Sementara itu, Jo yang sedang duduk bersama Lovely. Memandang dari kejauhan dan berkomentar "Ken yang polos! Mempercayakan Livi pada Ryan!"


"Emang kenapa?" tanya Lovely.


"Jay dan Ryan kan satu paket! Sifat nya sama! Kurus nya sama!"


"Terus?" Lovely tak mengerti.


"Ken percayakan Livi pada Ryan. Kalau nanti Livi malah jadi lebih dekat sama Ryan, gimana?! Aku sih nanti dulu kalau harus mempercayakan kamu pada Jay! Aneh Ken itu! Aku harus memperingatkan dia! Jay dan Ryan itu sama-sama PPO! Perebut Pacar Orang!"


"Oya? Masa sih?!"


Sore itu, Ryan pun mengantar Livi pergi les. Sebenarnya Ryan juga kaget saat Ken meminta nya untuk mengantar Livi pergi les. Ryan tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Sepanjang jalan Ryan terus berdebar karena sering menatap Livi diam-diam. Cantik sekali!


Ryan memaksakan dirinya sendiri untuk terus beristighfar dalam hati. Bagaimana pun Livi adalah kekasih sahabat nya, Ken. Dan Ken sudah mempercayakan Livi pada Ryan agar di jaga karena Ken tidak sempat menjaga Livi hari ini.


Ryan harus bisa menjaga amanat dari Ken. Dia harus menjaga Livi dan tidak berfikir macam-macam! Walaupun sebenarnya setiap malam dia memikirkan gadis itu.


Kenapa rasa ini muncul pada orang yang salah? Atau waktunya yang salah? Bukan! Bukan orang nya atau waktunya yang salah! Tapi perasaan Ryan yang salah...

__ADS_1


__ADS_2