Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 32 : Ken, Livi dan Thony


__ADS_3

Thony segera mendekati Livi. "Livi, kita makan-makan di restoran Jepang yuk?!"


Livi mengerling. Thony sampai bengong.


"Boleh juga tuh! Aku paling suka makanan Jepang!" Livi setuju.


"Iya, aku kan tahu soalnya sering lihat di Instagram kamu"


"Aku ikutan dong makan di restoran Jepang nya!" kata Cecil tiba-tiba nimbrung.


"Iya boleh, kita berangkat bersama pake mobil aku aja" kata Thony.


Livi pun pergi bersama Thony dan Cecil untuk makan di restoran Jepang. Padahal saat itu Ken mencari Livi dan ingin mengajak makan siang juga.


"Tadi Livi pergi sama Kak Thony" kata Delia menghasut.


Ken jadi bete. "Dasar anak nakal! Sudah di jodohkan sama aku, malah pergi sama Thony! Apa sih maunya?!" rutuk Ken.


"Dia pasti bete karena kemaren kamu suruh masak lele. Terus kamu juga sindir dia tadi waktu latihan" kata Mark.


Beberapa saat kemudian, Livi pun pulang bersama Cecil ke asrama. Rupanya Ken sudah menunggunya di depan gerbang asrama putri.


"Oliv! Kamu pergi sama Thony ya?! Nakal ya kamu!" bentak Ken.


"Aku cuma makan di restoran Jepang aja kok, aama Cecil juga" kata Livi.


"Kan aku udah bilang, jangan dekat-dekat sama Thony!"


"Iya, tapi aku lagi bete! Semalam tadi wajahku gatal-gatal! Gara-gara kecipratan darah lele! Kalau mau bete ku hilang, aku harus makan makanan Jepang!"


"Tapi kenapa kamu sama Thony?! Kan bisa sama aku! Aku tadi nyari kamu! Mau ajak kamu makan-makan"


"Bukan mau nyuruh aku masak lagi?!"


Cecil jadi bingung melihat Livi dan Ken berdebat.


"Ini peringatan terakhir! Jauhi Thony! Atau aku adukan kamu sama Papa kamu! Aneh ya kamu ini! Apa sih bagusnya Thony?! Kumis tipis kayak lele gitu!" bentak Ken.


Mendengar itu, Cecil jadi cekikikan.


"Hus! Ngapain kamu ketawa? Apa yang lucu?!" bentak Ken lagi.


Cecil langsung merungkut diam.


"Tapi Kak Thony gak nyuruh aku masak lele! Dia memesan banyak makanan enak! Aku tinggal makan!" kata Livi.

__ADS_1


"Jadi kamu milih dia?!" Ken marah.


"Enggak kok! Aku gak milih siapa-siapa. Aku masih mencari yang terbaik"


"Kamu ini! Belum pacaran sama aku aja udah berani main sama Thony! Gimana kalau nanti udah jadi pacar aku? Bete sedikit sama aku kamu pasti selingkuh sama Thony!"


"Cari selingkuhan juga lihat-lihat dulu kali!" kata Livi.


Tiba-tiba Pak satpam mengingatkan. "Maaf, gerbang asrama putri sudah mau di tutup"


Ken melotot. "Kamu ini selalu ganggu orang ngobrol ya!"


"Bukannya saya ganggu, tapi memang gerbang sudah mau di tutup. Sudah jam setengah tujuh"


"Berisik!"


Pak satpam menghela nafasnya. "Maaf Den Ken, yang berisik itu anda, bukan saya! Kalau anda suka sama Non Livi ya segera saja di resmikan! Bukan marah-marah seperti itu. Nanti dia akan makin bete sama anda. Betul tidak?"


"Betul itu!" seru Livi.


"Pak satpam! Anda nguping toh!" Ken marah! Livi pun segera menarik Cecil masuk asrama.


Livi sampai di kamarnya. Ia segera mengintip Ken dari balik jendela. Dari jendela kamar Livi yang terletak di lantai dua, terlihat Ken sudah tidak ada di depan gerbang asrama putri.


"Ada apa?" tanya Angela.


"Cari masalah aja kamu ini! Udah tahu Kak Ken itu galak"


"Kan aku bad mood! Tadi dia nyindir aku di lapangan!"


"Kata kamu kan kamu sudah di jodohkan sama Kak Ken?"


"Iya, tapi kan semua masih bisa berubah! Kata Mama ku juga, aku jalani dulu aja. Nyaman atau tidaknya bersama Kak Ken, keputusan tetap di tangan aku. Papa Mama gak akan maksa"


"Kalau aku sih gak bakalan mikir lagi! Aku pasti langsung setuju kalau di jodohkan sama Kak Ken!" kata Cecil


Sementara itu Lovely sedang asyik video call dengan Jo. Jo sejak hari Senin pergi ke Thailand untuk mengikuti Kejuaraan beregu Badminton di sana. Jo sudah berangkat bersama Hisyam, Jay dan Ryan.


"Ada apa sayang? Kok rame?" tanya Jo.


"Itu, Livi bete karena kemaren di suruh masak lele sama Kak Ken. Apalagi kata Kak Mark, selain lele Kak Ken juga suka landak dan cobra!" jawab Lovely.


"Enggak kok! Aku belum pernah lihat Ken makan landak atau cobra! Mark bercanda kali"


"Iya kali"

__ADS_1


"Kalau kamu nanti sudah menikah sama aku, kamu pasti aku suruh ngelus-ngelus cobra!"


Lovely bingung "Cobra apa?"


"Ini cobra yang ada di dalam celana aku! Hahahaha" Jo terbahak-bahak.


"Brengsek!" rutuk Lovely. Dia melirik ke arah teman-temannya. Sepertinya mereka tidak mendengar ucapan Jo.


"Aku mau bikin PR dulu. Kita udahan ya video call nya!" kata Lovely.


"My Love sayang, kamu marah ya? Maaf, kan aku cuma bercanda" kata Jo.


"Lebih baik Kak Jo Istirahat. Karena besok harus bertanding lagi!"


********


Pada keesokan harinya, Ken, Mark, Thony dan Hasan berangkat ke Thailand menyusul Jo yang sudah berangkat lebih dulu.


Livi dan Lovely mengantar sampai naik bus yang akan membawa mereka ke bandara. Lovely menitipkan masker wajah dan minyak kayu putih untuk Jo pada Mark.


"Lebay banget! Bawa kayu putih segala kayak anak-anak! Gak bawa aja minyak telon sekalian?!" tanya Ken sinis.


"Gak papa Ken, kayaknya minyak kayu putih penting. Aku agak mual nih! Nanti bisa minta" kata Mark yang merasa kurang enak badan.


Livi menghampiri Ken. "Sukses ya Kak Ken"


"Kamu masih perduli toh sama aku?!" Ken malah jutek.


"Perduli dong! Kamu kan pelatih aku! Kebanggaan aku!"


"Cuma itu?!"


Livi bingung. Masa dia harus bilang di hadapan semua nya kalau dia sayang Ken?


Ken sendiri sebenarnya sudah tidak marah pada Livi. Ken bukan tipe orang yang marah dalam waktu lama. Apalagi ternyata Livi pergi sama Thony nya di temani Cecil.


Ken menggenggam tangan Livi. "Kamu juga baik-baik di asrama ya! Latihan yang rajin!"


Livi meremas tangan Ken. Livi juga menyesal kemarin berdebat dengan Ken.


Saat itu Thony menghampiri Livi juga. "Livi doain aku ya, biar aku menang malam nanti"


Livi melirik, masih bergandengan dengan Ken tapi Livi tak menjawab apa-apa. Hanya mengangguk sedikit. Thony merasa hatinya perih.


"Thony, kamu udah siap berangkat? Udah bawa kantong plastik? Nanti mabok di pesawat" kata Ken.

__ADS_1


"Enggak Ken, aku gak akan mabok. Emang Thailand jauh? Paling cuma dua jam naik pesawat" kata Thony.


Akhirnya semua pun berangkat. Ternyata Mark yang justru makin parah sakit perut nya. Malamnya dia tidak bisa bertanding. Ken terpaksa berpasangan dengan Hasan dan akhirnya malah kalah di tangan wakil India.


__ADS_2