Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 59 : Sepulang dari Rumah Sakit


__ADS_3

Lovely sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Angela dan Cecil datang untuk menjenguk nya. Mereka juga baru pulang dari rumah sakit untuk menjenguk Livi.


"Sekarang Delia dan Aura sedang di kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Aku yakin sekali Delia yang merubah arah panah di pos 4 sehingga kamu dan Livi tersesat" kata Angela.


"Iya. Kita dengar saja kabar selanjutnya besok" kata Cecil.


"Aku juga besok pagi sudah mulai ke sekolah. Kalau Livi pagi besok boleh keluar dari rumah sakit" kata Lovely.


Keesokan harinya Lovely hendak pergi ke sekolah. Jo datang untuk menjemput nya. Jo di minta untuk ke kamar Lovely sekalian memanggil Lovely untuk sarapan.


"Panggil aja Lovely nya sekarang Jo. Kita sarapan bareng" kata Mama Lovely.


Jo masuk ke kamar Lovely. Lovely tidak ada di kamarnya. Jo masuk kamar Lovely lalu mengintip ke kamar mandi yang tidak di kunci. Lovely tampak sedang berendam di dalam bathub.


Jo masuk ke dalam kamar mandi "Pagi my love" sapa Jo.


Lovely melirik "Hai Kak Jo. Sudah dateng? Ini masih pagi banget lho" kata Lovely.


"Aku kangen" Jo menghampiri Lovely. Mencium kening, pipi, dan bibir nya.


Tangan Jo mengelus bahu Lovely lalu merayap ke punggungnya.


"Sana tunggu di kamar. Aku mau mandi dulu" kata Lovely.


"Aku bantu mandinya" kata Jo lalu tangannya yang mengusap-usap punggung Lovely malah terus turun ke bawah sampai ke pinggang Lovely yang sedang berendam. Mata nya memandang Lovely penuh gairah.


"Ih!" Lovely memekik lalu menyingkirkan tangan Jo yang meraba pinggang nya di dalam air "Sana tunggu aku di kamar!"


"Gak mau! Aku mau bantu kamu mandi. Aku mau meraba tubuh kamu. Please..." bisik Jo.


"Keluar dari kamar mandi atau aku akan berteriak?! Biar Mama dan papa kesini?!"


Jo manyun lalu keluar dari kamar mandi Lovely. Lovely segera meraih handuk lalu mengeringkan badan.


Lovely sampai di kamarnya. Jo duduk di atas tempat tidur sambil tersenyum manja.


"Keluar dulu Kak Jo. Aku mau pakai seragam" pinta Lovely.

__ADS_1


"Gak mau. Aku mau tetap disini dan melihat kamu memakai seragam!"


"Gak boleh melihat! Sana balik badan!"


"Kenapa harus balik badan? Aku kan bukan Jay?! Aku Jo! Calon pendamping hidup mu!"


Lovely menggeram kesal! "Mau aku berteriak sekarang?!" ancam Lovely.


"Pelit banget sih! Iya! Aku keluar sekarang! Aku tunggu kamu di meja makan"


Selesai sarapan, Lovely berangkat ke sekolah naik mobil Jo. Sepulang sekolah Lovely berniat untuk menjenguk Jay di rumah sakit. Sekalian melihat Livi juga yang di perbolehkan pulang hari ini.


Lovely segera berganti pakaian lalu menemui Jo yang baru selesai latihan.


"Kak Jo. Anterin aku ke rumah sakit yuk untuk menjenguk Kak Jay?!" ajak Lovely.


"Enak saja kamu bilang mau menengok Jay! Gak boleh! Aku mau mengajak mu ke rumah Oma!" Jo malah marah.


"Nanti saja pulang dari rumah sakit kita ke rumah Oma nya"


"Gak boleh! Aku mau kamu Lovely! Aku sudah beberapa hari tidak menciumi kamu! Badanku serasa panas!"


Jo benar-benar kesal! "Kamu kok jadi nakal begini Lovely! Kamu berani ya melawan aku?!"


"Siapa yang melawan? Aku cuma ingin melihat Kak Jay sekalian menjemput Livi. Livi hari ini kan pulang juga dari rumah sakit" Lovely masih coba memohon pada Jo.


Jo melotot! "Apa sih urusan nya sampai kamu harus menengok Jay?!"


"Dia sudah menyelamatkan aku. Trus dia juga masuk rumah sakit karena kamu yang sudah melukai nya. Apa salah aku sekali saja menengok dia? Harusnya kita berdua yang menengok Kak Jay" kata Lovely memelas.


"Emoh! Kamu sekarang sudah berani ya menemui cowok lain?! Sepertinya kamu memang harus aku telanjangi!"


"Tolong jangan ancam aku seperti itu! Berani kamu lakukan itu padaku?! Aku akan laporkan pada Kak Revan!"


Jo diam. Dia takut pada Revan tapi dia tidak ingin Lovely menemui Jay! Sementara Lovely merasa sedih harus berdebat dengan Jo seperti ini. Tapi dia punya kewajiban menengok Jay.


Lovely memeluk Jo. Saat itu mereka ada di ruang pelatih junior. Jo diam saja! Baru kali ini saat Lovely memeluk, Jo tidak balas memeluk Lovely!

__ADS_1


"Kak Jo... Aku sayang Kak Jo. Jangan terus egois seperti ini Kak Jo..." ratap Lovely dengan masih memeluk Jo.


"Oke! Kamu boleh pergi menengok Jay! Tapi aku tidak mau mengantar mu ke rumah sakit! Aku mau pergi ke rumah Oma! Tadinya aku mau mengajak mu. Kita kan sudah lama tidak ke rumah Oma!"


Lovely melepas pelukannya pada tubuh Jo.


"Kak Jo gak mau mengantar aku ke rumah sakit?"


"Gak mau! Nanti sore saja aku antar kamu ke tempat les!"


HP Lovely berbunyi. Angela yang meneleponnya "Lovely, kamu jadi gak berangkat ke rumah sakit untuk menjemput Livi? Aku dan Cecil sudah mau berangkat nih"


"Oke Ngel, tunggu aku! Aku ikut mobil mu"


"Ya sudah. Aku tunggu ya"


Lovely menatap Jo. "Kak Jo. Aku berangkat dulu ya ke rumah sakit. Aku tidak akan lama kok. Jam 1 nanti aku sudah sampai ke asrama lagi" kata Lovely.


"Terserah!" jawab Jo sinis.


Lovely segera menemui Angela di pelataran parkir. "Kok kamu gak bareng sama Kak Jo?" tanya Angela.


"Aku sudah minta tolong. Tapi dia tidak mau mengantar aku" keluh Lovely.


"Trus kamu nekad mau pergi juga?!"


"Iya kan aku juga harus menengok Kak Jay"


"Lovely, kamu suka Kak Jay ya?! Gak biasanya kamu membantah Kak Jo" kata Cecil.


Dada Lovely berdebar keras. Debaran yang tidak dia fahami apa artinya.


"Enggak kok! Aku cuma gak enak saja! Aku merasa berhutang nyawa pada Kak Jay" kata Lovely.


Lovely membeli dua dus bolu pisang untuk Livi dan Jay. Jay juga sudah boleh pulang hari ini. Jay langsung pulang ke asrama sementara Livi pulang ke rumahnya. Lovely hanya sebentar berbicara pada Jay hanya untuk sekedar menanyakan bagaimana keadaan nya.


Jay pulang bersama Ryan yang menjemput nya. Sementara Livi pulang ke rumah bersama Ken yang setia menemaninya. Lovely, Angela, dan Cecil di minta untuk mampir ke rumah Livi dulu untuk makan siang.

__ADS_1


Sebenarnya Lovely ingin segera kembali ke asrama. karena sudah bilang pada Jo kalau dia tidak akan lama. Tapi Lovely juga tidak bisa menolak permintaan Livi untuk makan siang bersama di rumah nya.


__ADS_2