
Sementara itu, Livi menjalani perawatan di UKS dengan Ryan yang setia menemaninya. Beberapa kali Livi memekik karena kesakitan dan Ryan mengusap keningnya dengan iba. Akhirnya, Livi pun selesai di obati dan dipijat. Tinggalah Ryan dan Livi di ruang UKS.
"Sudah agak lebih baik Vi?" tanya Ryan.
"Mendingan Kak" jawab Livi.
"Alhamdulillah"
"Makasih ya sudah bantu membawa aku ke sini"
"Sama-sama"
"Aku gak nyangka Delia akan nekad dorong aku seperti itu hanya karena Kak Ken lebih dekat sama aku"
"Ya pasti Ken memilih lebih dekat dengan kamu, karena kamu cantik sekali Vi"
"Ah, bisa aja Kak Ryan ini" pipi Livi bersemu merah.
Livi baru menyadari, ternyata kalau dilihat lebih dekat Ryan benar-benar tampan! Matanya berbulu lentik, dengan alisnya yang tebal seperti ulat bulu, hidung nya lancip dan mancung di atas rata-rata, juga bibirnya yang merah dan penuh! Kalau jadi wanita, Ryan pasti akan sangat cantik! Semua kriteria kaum hawa ada di wajahnya. Ryan tidak memerlukan maskara, pensil alis, dan pemerah bibir.
Ryan juga baru kali ini melihat Livi dari dekat. Benar-benar cantik! Campuran sempurna antara Indonesia, Belanda, dan Chinese.
Kenapa gadis cantik ini harus jadi kekasih Ken? Teman sekamar Ryan di asrama. Ken sering bercerita tentang Livi. Gadis yang baru dekat dengannya itu. Ryan jadi tahu semua tentang Livi dari Ken. Dan celakanya Ryan jadi ingat selalu pada Livi!
Saat itu, Angela, Lovely dan Cecil datang ke UKS untuk melihat keadaan Livi. Mereka berebutan memeluk Livi.
"Kamu gak papa kan Livi?" tanya Lovely panik.
"Iya gak papa, aku cuma keseleo. Oya Ngel, tadi kelihatannya kamu pukul Delia sampai berdarah ya?!" tanya Livi.
"Iya, aku tinju dia sampai berdarah" jawab Angela.
"Nekad kamu Ngel!"
"Biarin"
"Kamu bisa kena skorsing"
"Gak papa, habis aku kesel sama dia!"
Ken juga yang baru selesai latihan, mendengar Livi yang cedera karena di dorong Delia, segera pergi juga ke UKS bersama Mark. Jo dan Thony juga menyusul.
"Oliv, kamu gak papa?" tanya Ken seraya menarik kepala Livi ke dadanya. Ryan jadi bengong. Dia tidak pernah melihat Ken mesra begitu pada seorang gadis selama ia menjadi sahabat Ken.
"Gak papa, udah di pijit kok. Oya, Kak Ryan yang bawa aku kesini tadi" kata Livi.
Ken melirik Ryan. "Makasih Yan udah bawa Livi kesini. Aku lagi latihan tadi. Sebenarnya Livi tanggung jawab ku"
__ADS_1
"Iya Ken, sama-sama" kata Ryan.
Thony merasa tidak enak hati. Kalau Livi dekat dengannya pasti Ken marah! Tapi kalau Livi dekat dengan Ryan, Ken tampak biasa saja! Apa karena Ryan itu teman sekamar Ken?
Ken usap-usap kepala Livi yang bersandar di dadanya. "Nanti aku akan menghukum Delia. Aku sudah tahu semua cerita nya dari Hisyam. Sementara kamu Angel, kamu juga harus di hukum karena sudah memukul Delia!" Ken melirik Angela.
"Iya Kak, apa hukumannya?" tanya Angela.
"Tadi Hisyam sudah meminta aku untuk menghukum kamu. Hukumannya Sabtu ini kamu di larang menolak tawaran Hisyam untuk pergi kencan berdua!" kata Ken sambil nyengir.
"Dasar Kak Hisyam!" Angela jadi gemas!
"Wah! Itu sih hukuman yang mengasyikkan! Aku juga mau!" kata Cecil.
"Ya sudah, sekarang kan sudah ada Ken, aku pamit dulu ya" kata Ryan lalu melirik Livi. "Cepat sembuh ya Vi"
"Iya, makasih ya Kak Ryan" kata Livi.
Ken masih merangkul Livi saat Ryan pergi. Ken berkata, "Sebenarnya aku gak suka Ryan sampai menggendong kamu kesini. Tapi mau bagaimana lagi toh? Aku lagi gak ada. Lagipula dia teman dekat aku, kami sekamar. Maafin aku gak ada saat kamu tadi jatuh Oliv"
Livi mengerling sambil meremas jemari Ken. "Gak papa, kan sekarang Kak Ken udah ada disini"
Ken senyum lalu mengecup ujung rambut Livi.
Semua yang ada disana segera keluar termasuk Thony. Buat apa Thony disana? Yang Livi lihat hanya Ken dan Ryan! Thony di antara ada dan tiada. Bahkan mungkin Livi tidak menyadari adanya kehadiran Thony disana.
"Iya kan darurat! Memang nya Kak Jo! Memarahi Kak Jay karena membonceng aku? Gimana kalau aku naik taksi terus aku di culik?!" sindir Lovely.
"Itu gak akan terjadi lagi! Sekarang kalau aku gak ada, biar aku minta Kakak aku, Kak Revan untuk mengantar dan menjaga kamu"
"Itu akan sangat merepotkan Kak Revan!"
"Dia mau kok"
Lovely angkat bahunya. Jo segera menciumi pipi nya.
"Ih! Udah! Jangan banyak-banyak cium pipinya!" pekik Lovely lalu dorong bibir Jo dengan jari nya
*********
awalnya ada temanku bercerita
tentang kisah kasih cintanya bersama kekasih barunya
diriku jadi tahu semua tentangmu
tahu tentang semua sifatmu
__ADS_1
sepertinya baper hatiku
dan celakanya *kujadi ingat selalu
ingat padamu duhai pacar temanku
aku cinta kamu
kamu pacar temanku
aku sayang kamu
tapi kamu miliknya
sahabatku*
cinta pacar teman - Ilham Fathur
********
Esoknya Livi tidak bisa mengikuti latihan. Harusnya Livi Istirahat sepulang sekolah, tapi Livi enggan beristirahat. Dia lebih memilih menonton teman-temannya yang sedang berlatih.
Ken memanggil Delia yang saat itu bibirnya masih bengkak karena di tinju Angela. Malahan sudut bibirnya masih luka.
"Kamu berani ya berbuat kasar di lingkungan sekolah! Siswi tak berakhlak! Kamu aku kasih hukuman membersihkan WC umum asrama putri selama seminggu penuh! Faham?!" Ken menjatuhkan hukuman.
"Tapi Kak Ken, aku..." Delia coba membela diri.
"Hukumannya di tambah jadi dua Minggu!" bentak Ken.
"Aku juga dipukul Angela" Delia masih coba bicara.
"Cukup! Sekarang hukumannya aku tambah jadi sebulan penuh! Masih mau bicara?!" Ken benar-benar tidak bisa di bantah!
Delia menunduk. Semuanya diam, ngeri melihat Ken yang kejam begitu.
"Livi spesial buat aku! Lihat! Dia memakai kalung Minion seperti yang di pakai Amel, kekasih Mark! Jadi kamu tahu artinya?! Dia itu wanita aku! Jangan kamu berani mengganggu dia lagi! Atau urusannya dengan aku! Lagipula percuma kamu mengganggu Livi! Itu tidak akan membuat aku jadi suka sama kamu! Selera aku terlalu tinggi! Kamu cuma rongsokan buat aku!" Ken benar-benar berkata tanpa memikirkan bagaimana perasaan Delia! Delia menangis di hadapan Ken! Rasanya mau mati saja!
"Sekarang pergi kamu dari hadapan aku! Aku gak mau kamu ikut berlatih hati ini!" bentak Ken lagi. Delia berlari dari lapangan dengan hati yang hancur.
Livi sendiri kaget melihat Ken seperti itu! Sadis! Tapi Livi diam saja.
"Wah... Kejam sekali! Kak Jo pun gak akan bisa berbuat seperti itu pada Agnes atau Gilsha" kata Lovely.
"Mengerikan!" Cecil juga kaget dan ngeri.
"Keren!" kata Angela yang memang kasar dan sadis seperti Ken.
__ADS_1