Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 9 : Ciuman Pertama


__ADS_3

Seperti biasa, Rabu sore usai latihan, Jo menemui Lovely. "My Love... Aku kangen banget" bisik nya padahal 2 hari lalu juga bertemu.


Jo dan Lovely lalu duduk-duduk berdua di kursi taman dekat tempat parkiran mobil. "Kak Jo, aku hari ini ada les piano. Kak Jo juga ada jam latihan sama anak-anak putra kan?" tanya Lovely.


"Enggak. Hari ini aku mau anter kamu les piano!" kata Jo.


"Gak boleh. Kak Jo harus melatih!"


"Aku udah tukeran jam latihan sama Thony. Jadi aku udah melatih tadi jam 2 siang. Sekarang bisa antar kamu les!"


"Kok gitu? Aku kan ada supir"


"Sini, pinjam HP kamu!"


"Buat apa?"


"Sini. Masa pacar sendiri gak boleh pinjam HP?!"


Lovely serahkan hp nya. Jo mulai buka-buka daftar kontak "Siapa nama supir kamu?"


"Mang Kussoy"


"Nah, ini ketemu no HP nya!" Jo menyentuh tombol call lalu menempelkan HP itu di telinganya.


"Eh, mau apa Kak Jo telepon Mang Kussoy?"


dan HP itu pun tersambung ke HP Kussoy.


"Halo Mang. Ini aku Joshua, pacar nya Lovely!" kata Jo.


Ya ampun! Kussoy kan tahu Lovely belum boleh pacaran! "Iya, mulai sekarang aku yang antar Lovely les piano!" Jo mulai nyebelin lagi! "Apa? Kalau Mama Papa Lovely nanyain bilang aja di anterin les sama Joshua gitu. Oke! Thanks!"


Jo menutup teleponnya. "Beres!!" serunya senang.


"Kak Jo bandel ih!" Lovely gemas tapi tak bisa marah.


"Biarin, yang penting bisa deketin kamu!"


"Mang Kussoy tahu aku belum boleh pacaran!"


"Gak papa"


"Nanti kalau Mama Papa tahu gimana? Mereka suka nanya kegiatan aku sama Mang Kussoy"


"Biarin. Aku yang nanti ngomong sama Mama Papa kamu!" kata Jo yang membuat Lovely kehabisan kata-kata. Lovely geleng-geleng kepala. Susah sekali menolak Jo yang keras kepala!


Jo mengantar Lovely ke tempat les nya. Sampai di sana Lovely pamitan "Makasih Kak Jo. Aku turun dulu"

__ADS_1


Lovely meraih pintu mobil tapi Jo meraih tubuh Lovely dalam pelukannya! Jantung Lovely berdebar keras karena belum pernah di peluk cowok! Dagu Lovely di angkat sehingga sejajar dengan wajah Jo. Wajah Jo dekat sekali. Nafasnya memburu. Bibir merah Jo hanya terpisah 2 cm di depan bibir Lovely Matanya menatap tajam. Lovely ingin menggeleng tapi tak bisa karena dagu nya di pegangi. Nafas Lovely terasa berhenti!


"Love... Please..." bisik Jo lalu tanpa bisa di cegah bibir nya menekan bibir Lovely! Lovely tak bisa mundur! Bibir Jo terasa hangat sekali! Lalu terasa mengecup dengan sangat lembut. 'Cup!' 'Cup!' 'Cup!' 3 kali Jo mengecup bibir Lovely


"Emhh..." Lovely merinding lalu sadar dan mendorong dada Jo kuat-kuat! Jo terjengkang sedikit.


"Berani nya Kak Jo mencium bibir ku! Kita lebih baik gak usah kenal lagi!" ancam Lovely lalu turun dari mobil Jo. Membanting pintu mobil dan berlari masuk ke tempat les nya.


Sepanjang les Lovely tak mampu konsentrasi! Permainan piano nya berantakan! Usai les kaget sekali dia melihat Jo masih ada di depan gerbang tempat les nya. Bersandar ke mobil nya. Lovely segera telpon Mang Kussoy untuk minta di jemput. Tak lama terlihat mobil Lovely masuk gerbang, baru Lovely berani keluar. Lovely hendak melewati Jo tapi Jo menarik tangan nya.


"Tunggu dulu Love. Maafkan aku ya, please..." kata Jo memelas.


"Minggir!" bentak Lovely.


"Enggak! Aku gak mau minggir. Maafin aku dulu! Aku gak sengaja tadi. Aku awal nya gak berniat untuk men..." belum sempat Jo selesai kan ucapan nya. Lovely segera menutup mulut Jo sambil pelototkan matanya. Mang Kussoy sudah ada di belakang Jo dan bagaimana kalau dia mendengar Jo bilang 'mencium'!


"Non ayo pulang" kata Mang Kussoy.


Lovely melepaskan tekapan nya pada mulut Jo. Jo langsung melirik ke belakang dan bertatapan dengan mang Kussoy.


"Mang, ini aku Joshua yang barusan nelepon" sapa Jo.


"Oh ya. Saya Kussoy, supir nya Non Lovely"


Lovely melangkah pergi tapi Jo menarik tangan nya. Mang Kussoy bingung tapi lalu melangkah duluan ke mobil.


Lovely menggeram kesal. "Ya udah! Pergi sana! Aku mau pulang!"


"Tuh kan masih marah" wajah Jo putus asa.


Lovely tak perduli. Dia segera masuk mobilnya dan menyuruh Mang Kussoy pergi dari tempat itu.


Sepanjang jalan HP Lovely terus berbunyi tapi Lovely tidak mengangkat nya. Tadi waktu Lovely les, berarti Jo menungguinya di depan tapi tidak berani menelpon karena tahu Lovely sedang les dan sekarang dia terus menelepon.


"Kasihan non, angkat atuh" kata Mang Kussoy.


"Biarin aja Mang!"


"Kenapa? Berantem ya? Nanti dia kecelakaan lho. Itu kan dia coba neleponin Non sambil nyetir"


'Dug!' Jantung Lovely berdebar keras! Benar juga kata Mang Kussoy!


Lovely akhirnya mau mengangkat telepon nya. Sudah 20 panggilan tak terjawab.


"Halo..."


"Love sayang... Please maafin aku... Aku gak bisa kalau kamu begini terus"

__ADS_1


"Iya aku maafin. Sekarang jangan ganggu aku dulu! Nanti aku telepon lagi ya!" Lovely tutup telponnya. Tapi sekarang kenapa jadi hati nya yang tak enak? Kasihan Jo...


Malam nya Angela dan Cecil main ke rumah Lovely. Lovely menceritakan tentang Jo yang menciumnya di dalam mobil. Mereka malah tertawa!


"Hahahaha! Enak kan?" goda Angela.


"Lagian kamu mau aja ikut mobil nya! Cowok tuh begitu, kalau berduaan pasti cari kesempatan!" kata Cecil.


Lovely hanya bengong. Ternyata ia 'bayi' dalam masalah ini!


"Trus kamu langsung kabur dari mobilnya? Jahat banget sih. Ngomong baik-baik dong kalau kamu gak mau di cium" kata Cecil lalu tertawa lagi. Lovely jadi bete!


"Ya ampun Lovely! Itu normal. Kalau kamu diam pasti dia akan melakukan yang lebih" kata Angela.


"Tapi aku rasa dia gak akan melakukan nya lagi kalau dia takut kehilangan kamu" kata Cecil.


"Jadi kamu maafin aja dia. Trus kamu bilang lain kali jangan nyium! Hahahaha" Angela tertawa lagi!


Angela dan Cecil memang sudah memiliki pacar masing-masing.


Cecil berkulit putih pucat. Cantik dan berpipi chubby. Hanya saja dia agak centil dan agak gemuk. Sementara Angela berkulit gelap eksotis. Tubuhnya ramping dan tinggi. Campuran sempurna antara Italia dan Bali


"Tadinya aku baru mau ciuman setelah menikah" kata Lovely.


"Hahahaha masih lama dong! Kasihan Kak Jo!" Angela makin keras tertawa malah kini sambil pegangi perut sendiri yang mulas karena kebanyakan tertawa.


Hp Lovely berbunyi. Jo lagi! Lovely diam saja.


"Angkat Lovely, kasihan" kata Cecil.


"Kalian jangan berisik ya?!" kata Lovely lalu mengangkat telponnya.


"Halo! Ada apa lagi?!" tanya Lovely galak!


"Ya ampun sayang... Jutek banget! Aku sering kan telepon kamu. Tapi kamu belum pernah bilang seperti itu..." ratap Jo.


"Suka-suka aku dong!"


"Kamu masih marah ya? Aku gak akan tenang kalau kamu masih begini. Kenapa kamu malah jadi begini?"


"Masih bertanya kenapa aku begini?"


"Maafkan aku. Aku janji gak akan begitu lagi"


"Janji?!"


"Janji, tapi kamu jangan menjauh! Kamu adalah masa depan ku, Love..."

__ADS_1


Masa depan...???


__ADS_2