Happy Ending Love Story

Happy Ending Love Story
Jungkir Balik Dunia Jessy #16


__ADS_3

Dua pria dewasa sedang terlibat dalam percakapan serius. Mereka duduk saling berhadapan. Di tengah mereka ada meja yang memisahkan. Ada dua buah gelas kopi yang masih mengepul asapnya.


"Aku hanya khawatir."


"Begitulah Jessy. Keras kepala."


Tatapan mereka melayang jauh ke gedung-gedung tinggi yang terlihat dari kaca jendela.


"Jessy belum bisa lupa masa lalu Kent. Harap maklum." Juna tertawa hambar.


"Iya aku memang salah. Sangat bersalah." Suara Kent lemah.


"Tapi Jessy sudah memaafkanmu kok. Jadi kamu gak perlu khawatir."


"Aku hanya ingin bertanggung jawab."


"Kamu sudah menghadapinya sendiri kan tadi. Betapa keras kepalanya dia." Timpal Juna.


"Sepertinya dia baik-baik saja. Aku berlebihan."


"Jessy baik kok Kent, dia lebih kuat dari apa yang kamu bayangkan."


Kent menggguk pasti. Melihat betapa keras kepalanya Jessy tadi dia pasti baik-baik saja. Entah kenapa Kent tidak suka melihatnya. Matanya masih terbayang kondisi Jessy yang lemah dan dia yang melindunginya. Merengkuh tubuh lemah itu dalam pelukannya. Hati Kent penuh. Tumbuh lebih condong untuk melindungi Jessy.


"Aku ingin melindunginya. Tapi dia sepertinya membenciku." Suara Kent bergetar. "Kalau aku memintanya untuk kembali bagaimana?" Kent ragu-ragu.


"Maksud kamu rujuk?"


Kent mengangguk.


"Sulit." Singkat padat dan jelas.


Kent menyadari kesalahan besarnya. Setelah empat tahu dia tiba-tiba datang dan meminta Jessy kembali. Dipikir pakai nalar saja tidak mungkin. Itu hal yang mustahil.


Perceraian mereka jadi fase turning point bagi Kent. Kini dia hanya mampu menyesalinya. Kejadian di Bali mengoyak keyakinan Kent. Perasaan ingin melindunginya tinggi.


"Bukan bermaksud ikut campur ya Kent tapi Jessy masih mengingat masa lalunya jadi dia mungkin sulit menerima kamu lagi, bayangkan saja ada orang yang dulu memusuhi kita tiba-tiba mau baikan? Kalau kamu mau coba meyakinkan Jessy silahkan." Jelas Juna.


"Aku sudah mencoba dan Jessy menolak."


Kent langsung menemui Juna setelah dia selesai berbicara dengan Jessy.


"Aku tidak peduli apa masalah kalian, aku hanya tidak ingin kamu menyakiti Jessy lagi."


Kent menatap Juna lekat. Suara Juna menajam.


"Kalau Jessy bilang gak mau tolong jangan paksa dia. Kami dulu pernah memaksa dia untuk menikah denganmu. Dengan segala ketidakmampuan keluarga kami karena urusan perusahaan. Tapi ternyata kamu menyakitinya. Jika aku bisa mengulang waktu aku akan menghentikan pernikahan kalian. Aku akan mencari cara apapun untuk menyelematkan perusahaan tanpa harus meminta bantuan kalian."


Ingatan Juna masih segar. Bagaimana Jessy menolak pernikahan dengan Kent hingga dia terpaksa menjalaninya. Juna kira Kent, orang yang dia kenal, bisa melindungi Jessy, ternyata dialah orang pertama yang menyakiti Jessy. Juna tidak akan pernah lupa seberapa banyak Jessy menangis karena Kent.

__ADS_1


"Aku bodoh, aku tidak dewasa."


"Ya itu adalah kesalahanmu. Jangan kembali jika kamu ingin menyakiti Kent. Biarkan Jessy dengan hidupnya sendiri. Dia ingin kembali ke Inggris, aku setuju dengan idenya."


"Kapan?" Tubuh Kent tersentak.


"Setelah proyek ini selesai. Bertemu lagi denganmu sangat mengguncang Jessy."


"Sepertinya aku sangat menyakiti Jessy." Bahu Kent turun. Dia terus dihadapkan pada kesalahan masa lalu.


Kent putus asa. Usahanya sia-sia. Tidak ada lagi kesempatan untuknya. Dia sadar akan kesalahannya. Perasaan asing yang dia rasakan saat bertemu lagi dengan Jessy harus dia tanggung sendiri. Dia ingin menebus semua kesalahannya.


*****


Hari-hari cepat berlalu. Tanpa terasa bulan baru telah datang. Tim Arsitek Jayanegara mengemas barang-barang. Mereka siap kembali ke kantor asal. Mulai besok mereka tidak perlu lagi datang ke Royal Corp. Mereka cukup melakukan tinjauan jika diperlukan. Dengan hal itu masa kerja mereka di Royal Corp dinyatakan selesai.


Jessy menjalani hari-harinya seperti biasa. Berangkat dan pulang ke kantor. Langkahnya ringan karena dia tidak lagi berada di Royal.


"Kangen gak sih kerja di Royal?" Celetuk Renatha di tengah makan siangnya.


"Betul mbak, kangen juga ternyata. Belum bisa move on kita." Timpal Yola.


"Betul." Renatha mengiyakan.


Jessy diam tak menanggapi. Dia sibuk dengan nasi padang di piringnya.


Mereka hanya makan bertiga, karena para laki-laki lebih suka makan di tempat lain.


Jessy menggeleng cepat. "Ya gitu deh."


"Enak ya lihat Pak Kent tiap hari. Pas bangun tidur lihat cogan disebelah kita itu, ya ampun... jantung aman gak tuh." Yola tiba-tiba memegang dadanya.


"Setuju La. Aku bisa pingsan tiap hari." Suara tawa Yola dan Renatha terdengar ringan.


Jessy acuh tak acuh. Dibandingkan Kent, nasi padang di piringnya sekarang lebih menggoda.


"Jess kok kamu sekarang doyan makan banget sih?" Tanya Yola menegur.


Dia ingat Jessy hari ini yang sangat rakus. Pagi tadi Renatha datang ke kantor membawa tiramisu satu kotak, Jessy menghabiskan setengahnya. Sebelum makan siang Mario yang baru saja pulang dari tinjauan luar membawa kue keju, lagi-lagi Jessy memakan hampir setengahnya. Kemudian secara tidak terduga Juna datang menghampiri dan membawa dua botol jus strowberry yang katanya pesanan Jessy. Yola baru menoleh sebentar dan Jessy sudah menghabiskan semuanya.


Dan sekarang mata Jessy berkilat penuh antusias dengan piringnya yang penuh dengan nasi dan lauk. Yola geleng kepala. Meskipun makannya banyak Jessy tidak nampak gemuk. Dia bertanya-tanya kemana perginya semua makanan itu.


"Laper La. Kalian ngobrol aja gak usah peduliin aku."


"Hati-hati nanti keselek." Timpal Renatha.


Jessy mengangguk dengan mulut penuh nasi.


"Jess katanya Pak Juna nyariin kamu." Ucap Doni saat melihat Jessy kembali ke kantor.

__ADS_1


"Oh oke, aku kesana dulu ya."


Jessy melangkah dengan ringan menuju kantor Juna. Di dalam Juna sudah menunggu Jessy. Mereka duduk di sofa dengan nyaman.


"Mas nyari aku?"


"Duduk Jess."


Jessy mengangguk.


"Ada yang ingin mas sampaikan."


"Ada apa mas?"


"Beberapa minggu lalu Kent datang menemuiku."


Dahi Jessy berkerut. Mendengar nama Kent lagi membuatnya bergidik.


"Ada apa dia datang ke Mas Juna?" Alarm tanda bahaya Jessy berbunyi.


"Kent bilang kalau dia khawatir dengan kamu."


"Itu saja?"


"Dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf."


"Gak penting banget deh. Ke aku juga gitu padahal sudah kujawab, aku sudah memaafkannya."


"Bukan hanya itu saja, Kent ingin menebus kesalahannya dengan memperbaiki hubungannya denganmu Jess."


"Maksudnya?"


"Kent ingin rujuk."


"What?" Jessy terkesiap.


"Mas merasa kamu harus tahu, makanya mas memanggilmu kesini."


"Are you kidding me?"


"No. Its sure Jess."


"Hah, crazy."


"Bagaimana menurutmu Jess?"


"No. Big no!"


"Mas sudah kasih dia pengertian Jess. Mungkin kalian harus ketemu dan ngobrol. Menyelesaikan apa yang masih mengganjal di hati."

__ADS_1


"Gak mau mas. Hubungan kita sudah lama selesai."


Jungkir Balik Dunia Jessy #17 Next...


__ADS_2