Happy Ending Love Story

Happy Ending Love Story
The Empress Crown #26


__ADS_3

Bangunan gelap dan tinggi segera terlihat. Kereta besar yang ditarik oleh empat kuda segera melambat. Begitu gerbang utama dibuka, kereta segera masuk dan berhenti tepat di pintu masuk.


Itu adalah rumah besar Hexalios. Keluarga tinggi yang memiliki keturunan Kaisar Elderbar. Keluarga dengan sejarah tinggi yang sangat dihormati. Pemegang satu-satunya gelar Duke dan pewaris tahta nomor dua setelah kaisar sekarang.


Turun seorang laki-laki tinggi dan besar. Sepatunya menyentuh lantai dan berbunyi, tak.


Pintu segera terbuka dan segera disambut oleh beberapa pelayan. Mereka menundukkan kepala memberi hormat. Satu orang maju satu langkah untuk membantu melepas mantel yang digunakan.


Mereka terlibat beberapa percakapan kemudian menghilang dalam kegelapan malam.


Dia adalah Duke Hexalios, Jordan Hexalios. Rutinitas hidupnya sedikit aneh bagi orang lain yang tidak tahu kebenarannya. Duke keluar mansion pagi sekali, sebelum matahari terbit, dan pulang sangat larut, setiap hari. Dia akan berada di istana kekaisaran, membenamkan diri dalam pekerjaan.


Selain pemimpin ordo ksatria kekaisaran, Duke baru-baru ini memdapat posisi baru, penasihat raja. Posisi yang pernah ditempati mendiang ayahnya.


Otomatis pekerjaannya meningkat dua kali lipat. Namun bukan berarti tidak ada waktu untuk keluarga. Dia sangat punya waktu untuk itu, siapa yang berani mencegah orang berkedudukan tinggi itu untuk lari pulang atau menyalahgunakan wewenangnya.


Hanya saja, sang Duke seperti menghindari seseorang. Ada sesuatu yang terjadi hingga dia menjadi gila.


Bawahan hanya bisa menderita dengan sikap Duke yang padat. Sudah empat belas hari sejak itu.


Duke Jordan Hexalios duduk termenunh setelah membersihkan diri. Rambutnya masih basah. Melemparkan handuk yang basah ke lantai, dia berjalan ke suatu tempat.


Lorong lantai dua sangat sepi. Dia menyeret kakinya menuju kamar yang ada disudut. Ragu sejenak sebelum akhirnya membuka pintu dengan sangat pelan. Matanya yang terlah terlatih dengan cepat menangkap sosok yang sedang tidur di atas kasur.


Enggan untuk masuk dan tetap berdiri di ambang pintu. Setelah beberapa menit pintu ditutup dan dia mengangkat kaki.


Itu sudah cukup.

__ADS_1


Cukup mendengar bahwa dia baik-baik saja, hidup sehat, tidak kekurangan apapun. Mendengar rutinitasnya yang monoton, membuatnya bahagia. Dia tidak mengeluh, terlindungi secara untuh di dalam mansion. Untungnya dia tidak seperti wanita bangsawan lain, kesana kemari mengejar pesta.


Cukup lega mendengarnya. Upaya untuk melindunginya dari kekacauan dunia luar sangat berhasil. Dia seperti bunga yang terisolasi secara natural. Jika tidak, semuanya pasti akan membuat sakit kepala.


Ketika surat perceraian sekaligus surat pernikahan keluar sekaligus, kehidupan sosial kelas atas terguncang hebat. Bagaimanapun, perubahan dari Sofia de Elderbar ke Sofia Hexalios, tak bisa terima begitu saja.


Wanita itu adalah wanita kaisar. Dimana istri sah kaisar yang berkuasa saat ini. Perpindahan statusnya membuat semua orang terkejut. Tertegun. Hingga terkesiap. Bagaimana bisa, siapa orang di belakangnya?


Keluarlah nama Jordan Hexalios. Duke yang merupakan saudara kaisar dari pihak ibunya membuat kejadian ini berputar seperti api yang diterpa angin kencang.


Duke yang diantisipasi banyak orang menjadi buah bibir kelas atas. Siapa yang tidak kenal dia. Jordan Hexalios, saudara kaisar, pemimpin ksatria, ahli perang, kepala keluarga dengan sejarah dan kekayaan yang tidak ada tandingannya.


Ketika pernikahannya dengan mantan istri kaisar terkuak, banyak orang berdecak, berbisik, mencomooh, bahkan ada yang menyebutnya gila.


Dengam reputasi yang luhur dan tinggi, Duke Jordan Hexalios cukup menjentikkan jarinya untuk memilih pasangannya, wanitanya. Bukan seseorang bekas kaisar.


Banyak yang penasaran seperti apa dirinya yang asli. Hanya sedikit orang yang pernah bertemu dengannya. Menurut sumber yang tidak diketahui, Sofia pernah memperkenalkan dirinya disebuah pesta kekaisaran. Karena banyak antusiasme, dirinya tersapu begitu saja. Bahkan mereka yang hadir saat itu lupa dengan wajahnya.


Hal ini membuat banyak wanita yang iri dengannya. Banyak yang mengolok-olok Sofia bahkan tanpa pernah bertemu dengannya.


Cerita ini telah menyebar ke seluruh penjuru kekaisaran. Siapa yang tidak tahu Sofia, si piala bergilir Kaisar Elderbar dan Duke Hexalios.


Bahkan pelayan di mansion mendengar berita maha dahsyat itu. Seolah tuli dan bisa, tidak ada satupun cerita itu diangkat di dalam mansion. Itu berkat usaha keras Jordan.


Para pelayang yang bekerja di mansion Hexalios adalah orang-orang terlatih dan tidak perlu diragukan lagi kesetiaannya pada Jordan. Mereka adalah orang pertama yang mendukung Jordan.


Apapun yang dilakukan Jordan, mereka tidak menentang. Mereka menunduk hormat sama dengan menghormati tuan yang mereka layani. Bahkan pada tamu sekaligus.

__ADS_1


Tidak heran saat Jordan membawa Sofia, semua orang membuka tangannya lebar-lebar. Mereka tidak meragukan penilaian dan tindakan Jordan.


Bahkan betapa senangnya mereka, saat seorang wanita mengubah warna suram mansion Hexalios. Sofia yang berkepribadian terbuka, ceria, dan hangat, dalam waktu singkat mencuri hati para pelayan.


Mereka akhirnya punya dua tuan yang harus dilayani.


Jordan kembali ke kamarnya. Dia berusaha untuk tidur namun tidak bisa. Inilah yang selalu mengganggunya. Sampai sekarang dia belum mendapatkan hati wanita yang tengah tidur nyenyak di atas kamarnya, di lantai dua rumahnya sendiri.


Wanita yang secara sah menjadi istrinya empat belas hari yang lalu. Wanita yang telah membuat menerjang badai kesulitan selama ini. Terakhir kali bertemu dengannya Jordan menjadi gila. Dia menciumnya. Jordan jelas melihat ekspresi wanita itu saat dia menciumnya. Wajahnya yang terkejut tampak aneh. Seperti biasa, wajahnya datar. Tanpa emosi apapun.


Sepertinya hatinya saja yang bersebar-debar. Sepertinya hanya dia saja yang gila karena mencintainya. Tapi Jordan tidak peduli. Cintanya tidak harus terbalas. Dia sudah cukup dengan melihatnya berada disisinya dan melindunginya.


Pagi hari kelima belas.


Sofia bangun sedikit siang. Tidak seperti biasanya. Dia kesulitan tidur lagi setelah terjaga. Sibuk merapikan perasaannya hingga lupa bahwa fajar hampir menyingsing. Pada akhirnya dia sampai pada kesimpulan, dia harus memerankan Duchess Hexalios dengan apik. Dia telah menumpang tinggal disini berkat Jordan. Dia bahkan dibantu olehnya untuk lepas dari Alex.


Perasaan pribadi tidak penting. Dia akan membantu Jordan menemukan Duchess Hexalios yang asli. Sofia terus menancapkan pada kepalanya jika semua ini hanya sementara. Suatu saat dia harus pergi. Maka dia perlu bicara dengan Jordan. Perlu untuk menegaskan semuanya, mungkin mereka harus membuat perjanjian.


Ini adalah rumahnya, bagaimana mungkin pemilik rumah malah tidak berada di rumah.


Tapi bagaimana caranya? Sulit bertemu dengan orang itu.


Kepala Sofia dipenuhi dengan berbagai cara untuk bertemu dengan Jordan, serta resiko-resiko yang akan dia terima nantinya.


Hah.


Sofia menghela nafas kasar.

__ADS_1


The Empress Crown #27 Next...


__ADS_2