
Elderbar adalah kekaisaran yang menguasai benua. Perang tujuh tahun antara wilayah menampilkan Elderbar sebagai pemenangnya. Dialah penguasanya.
Putra mahkota Elderbar yang membawa kemenangan besar dalam perang tujuh tahun. Selama perang berkobar, putra mahkota terjun langsung dan membabi buta menyerbu pertahanan musuh.
Setelah perang usai dia dinobatkan menjadi Kaisar Elderbar, menggantikan mendiang kaisar yang telah tenang dalam kedamaian.
Alexdemian Lux de Elderbar.
Kelebihannya di elu-elukan rakyat. Sosoknya digambarkan sebagai pahlawan yang membawa kejayaan bagi Elderbar. Dia adalah raja yang bijaksana disamping penampilannya yang menawan.
Alex de Elderbar menjadi pujaan setiap wanita di kekaisaran. Pria ideal setiap kaum wanita.
Hanya satu kekurangannya, disamping kursi kaisar masih kosong. Padahal ini adalah tahun ketiganya menjadi kaisar. Sampai saat itu Kekaisaran Elderbar belum memiliki ibu negara, sang permaisuri.
Rumor merebak. Kaisar tidak kunjung mengangkat permaisuri karena ada wanita yang dia cintai tapi dari rakyat jelata. Peraturan di Elderbar bahwa keluarga kekaisaran dan bangsawan dilarang menikah dengan rakyat jelata untuk memurnikan keturunan mereka.
Tidak mungkin ada asap tanpa ada api. Rumor itu sendiri benar dengan tampilnya sang kekasih rakyat jelata kaisar di lingkaran sosial. Wanita itu diterima karena ada dukungan kaisar, tapi asal usulnya tidak bisa dihiarukan sama sekali.
Tidak ada satupun keluarga yang mau mengorbankan anak perempuan mereka untuk menjadi boneka kaisar. Terlihat jelas sekali ketika lamaran datang dari istana, mereka akan menolaknya. Para bangsawan tahu apa arti dari pernikahan ini.
Kaisar akan menikahi keturunan bangsawan untuk menjadi istri pertamanya, kemudian dia akan menikahi kekasih rakyat jelatanya untuk menjadi selir. Semuanya akan mungkin jika di dalam istana. Artinya, meskipun menjadi istri pertama tidak akan menjamin dia menjadi permaisuri. Dia hanya akan dijadikan batu loncatan untuk menduduki kursi disamping kaisar, mengenakan mahkota permaisuri yang tak kalah gemilangnya dengan milik kaisar, oleh kekasih kaisar atas dukungannya.
Hanya satu keluarga bangsawan kecil dipinggiran kota yang menerima lamaran itu, tanpa menghiraukan rumor yang beredar. Keluarga mereka terisolasi dari pergaulan sosial karena masalah internal wilayah. Meskipun bangsawan, keluarga Baron Barell terlalu miskin untuk mengadakan atau mengikuti pesta.
Mereka punya dua putra dan satu putri, jelas siapa yang akan dikirim ke istana, dia adalah Sofia Barell. Anak bungsu Baron Henry Barell.
Tanggal pernikahan telah ditetapkan, sejumlah mahar telah dibayarkan. Kereta istana untuk menjemput mempelai wanita telah tiba di tanah Baron Barell. Segera setelah persiapan selesai, kereta kembali ke istana dengan membawa calon pengantin untuk kaisar.
Meskipun ini adalah pernikahan kaisar, perayaan tidak semewah yang diharapkan. Hanya upacara pernikahan biasa yang dihadiri oleh petinggi istana. Tidak ada pesta untuk rakyat ataupun festival.
__ADS_1
Seolah pernikahan ini hanya dilakukan sekedar formalitas.
Sofia dipindahkan ke tempat lain setelah upacara pemberkatan. Ada dua orang yang melayaninya. Dia mandi dan berganti pakaian tidur. Duduk ditepian ranjang, menegakkan punggungnya menunggu suaminya, kaisar Elderbar, Alex.
Malam semakin larut dan tidak peduli berapa lama dia menunggu, suaminya tidak datang.
Sofia menggigit bibir bawahnya. Dia menatap kosong kamar yang gelap dan hening. Cahaya bulan menerobos dari jendela kaca dibelakangnya. Sosok ramping dan putih menonjol bermandikan cahaya. Rambut emas khas keluarga Barell bersinar diterpa sinar bulan.
Mata Sofia mengerjap beberapa kali. Rasa kantuk cepat merambat di tubuhnya. Dia menarik selimut kemudian membenamkan tubuhnya kesana. Kehatangan merayapi tubuhnya. Pipi putihnya semerah tomat karena kehangatan. Wajahnya yang datar terlelap dalam tidurnya.
Sofia bermimpi. Mimpi yang sangat panjang.
Di mimpi itu sofia kembali ke umur sepuluh tahun. Untuk pertama kalinya dia datang ke rumah besar dan bertemu ayahnya. Ibunya meninggal beberapa waktu lalu, jadi mau tidak mau dia harus tinggal di rumah ayahnya. Sayangnya, kehadirannya tidak diterima di rumah besar itu.
Ibunya adalah wanita simpanan Baron Barell, otomatis dia dibenci oleh istri sah dan anak-anak Baron Barell lainnya.
Mimpinya berlanjut. Sembilan tahun hidup di rumah yang tak jauh beda dengan neraka, akhirnya dia bisa bebas. Kereta yang membawa keluar dari rumah itu seperti penyelamat. Dia akan menikah, calon suaminya adalah kaisar. Sofia tidak peduli dengan rumor yang dikatakan oleh orang-orang didekatnya.
Akhirnya untuk pertama kalinya dia jatuh cinta. Suaminya adalah cinta pertamanya.
Nasib baik sepertinya tidak cocok dengan hidupnya. Sofia hanyalah boneka. Dia diangsingkan sepenuhnya. Dia tidak tinggal diistana permaisuri, dan tidak diijinkan bertemu banyak orang.
Kaisar hanya mengunjunginya beberapa kali sebagai upaya untuk memiliki penerus. Putra mahkota harus lahir dari istri pertama. Sofia jatuh cinya pada pandangan pertama.
Kehadirannya tidak dipedulikan. Bahkan ketika dia melahirkan seorang pangeran, keadaannya tidak berubah. Hidupnya semakin mengenaskan.
Sofia dijauhkan dari anaknya dan dia menjadi gila.
Sofia menuntut haknya. Melakukan segala macam cara untuk bertemu anaknya. Lagi-lagi sayang, usahanya sia-sia. Dia tidak memiliki dukungan siapapun. Selir kaisar juga melahirkan pangeran tak lama setelah itu.
__ADS_1
Posisinya semakin terdesak. Sofia kalah dan dia diasingkan. Dia diusir tanpa bisa melihat putranya.
Air mata tak berhenti mengalir dari matanya yang tertutup.
Ujung dari mimpi itu sangat mengejutkan. Akhirnya Sofia bisa melihat anaknya, tubuhnya sudah tidak bernyawa lagi. Anak itu dihukum mati oleh kaisar sendiri karena dituduh mencoba meracuni pangeran kedua, anak selir.
Sofia hidup dalam penyesalan. Dia menghabiskan hidupnya dengan menangisi kematian anaknya. Rasa bencinya tak bisa dibayangkan. Sofia mati dengan rasa benci sebesar gunung pada kaisar.
Dia berdoa sebelum kematiannya.
'Jika suatu hari nanti aku hidup lagi, semoga aku menjadi wanita yang beruntung. Dicintai banyak orang.'
***
Sinar matahari menyusup melalui kaca jendela. Memantul dan menyinari wajah Sofia. Perlahan matanya terbuka. Dia memandang langit-langit tinggi di atasnya, berwarna putih. Dia bangkit.
Tangannya menyentuh pipinya yang basah. Sofia melihat sekelilingnya yang kosong. Dia turun dari ranjang dan mendekati jendela.
Hamparan rerumputan hijau terlihat. Puncak-puncak bangunan terlihat jauh. Ada gemerincing air yang terdengar. Ingatan Sofia berputar.
Tempat ini seperti apa yang dia lihat dimimpinya. Tempat tinggalnya di istana Elderbar. Sebuah tempat yang sangat jauh dari istana utama, butuh waktu tiga puluh menit berjalan kaki untuk mencapai kediaman kaisar.
Bangunan tempat tinggal Sofia adalah istana istirahat kaisar dan ksatria ketika mereka sedang melakukan latihan perang atau berburu. Tempat itu dekat dengan pintu belakang istana yang terhubung dengan sungai dan hutan. Sekelilingnya banyak pohon yang tinggi.
Sofia masih menerawang jauh. Tubuhnya terkesiap. Mimpinya seperti nyata. Dia melihat masa depannya sendiri melalui mimpi itu.
Sofia berdiri kaku di dekat jendela. Mengingat mimpinya semalam.
The Empress Crown #2 Next...
__ADS_1