
siang itu nayla sedang membuat rancangan untuk para pelangganya..disela sela pekerjaanya nayla mendapat pesan dr ponselnya.
banyak foto foto yg nayla dapat dari nomer yang tak dikenal..
salah satunya foto rezza yang diikat dan kepalanya ditodong senjata..
badan nayla langsung lemas..matanya gelap..nayla pingsan.
untung pegawai nay melihatnya..dan segera membawa nay ke sofa..
pandangan nay kosong..sama seperti ketika rezza meninggalkanya dulu..asisten nay kebingungan dan segera menghubungi lintang..
lintang pun datang dengan sifa..
"ada apa mbak..kakaku kenapa?"tanya lintang pada asisten nayla
"saya ga tau bu..tiba tiba ibu nay pingsan..dan begitu bangun dia tertegun seperti itu..dia ga mau jawab ditanya"jawab asisten itu
deg...
"kak ada apa..kenapa kakak seperti ini"
nayla masih diam..sifa yg mengetahui misi suaminya menarik tangan lintang.
"bu..bisa kita bicara" ucap sifa
"bicaralah fa..ada apa"
" jangan disini bu"ucap sifa sambil menatap nayla
"ayo..apakah kamu mengetahui sesuatu"
sifa mengangguk..dengan berlinangan air mata sifa menceritakan apa yg dia tau.
lintang duduk terpakau..karena dalam misi itu suaminya pun terlibat..bagaimana ini..ya tuhan kita harus bagaimana.
"sifa...aku harus bagaimana..suamiku sifa"
"bu..sifa juga belum dapat kabar"suami sifa juga ikut bu batin sifa..
"sifa kamu tanya rico..sekarang sifa..tlp dia"
"maaf bu..pak rico bukanya ga mau kasih tau kita..tapi beliau pun tak tau apa yg terjadi disana..karena memang lagi susah signal"
"sifa kamu begitu tenang..karena kamu ga ngrasain jadi aku dan mbak nay..nyawa suami kami dalam bahaya sifa"
"maaf bu"
bukan hanya ibu..sifa pun sama batin sifa..
air mata sifa pun lolos dari matanya
"mas rezaaaaaa"terdengar treakan nay
lintang dan sifa langsung berlari menghampiri nay..
"kak.."
"mana suamiku"
"kak..sabar..suamiku sedang menjemput suamimu..sabar ya kak"ucap lintang menenangkan...
walau hatinya sendiri juga khawatir..khawatir terjadi sesuatu pada davian..
mereka ber3 menangis bersama sama..hanya sifa yg tidak mengeluarkan suara..dia hanya mengeluarkan air matanya..
tapi detak jantungnya berasa lebih cepat..pikiranya melayang..
hatinya tak henti berdoa..ya allah selamatkan suami kami..
__ADS_1
**
davian terkejut..davian marah davian berteriak...melihat rio terkapar penuh darah..
musuh davian seolah sudah membaca skenario yg direncanakan davian ..beberapa dari mereka membuntuti mobil. yang ditumpangi rezA dan asistenya..
ditengah jalan mereka menembakan beberapa peluru di ban mobil itu..mobil pun terguling..kecelakaan tak terelakan..
mata davian terbelalak..disisi lain dia harus segera membawa rio kerumah sakit..yang sudah terkapar dipangkuanya..disisi lain dia melibat mobil rezza terguling..
ya tuhan aku harus bagaimana..davian mengambi keputusan untuk tetap membawa rio kerumah sakit..
dan anak buah davian yg lain mencari pertolongan untuk rezza dan asistenya.
pikiran davian ngeblank..dia ga tau lagi harus bagaimana..
sesampainya dirumah sakit rio langsung mendapatkan pertolongan..
tak lama 2 mobil ambulan datang membawa tubuh rezza dan asistenya..mereka sama sama terkapar bersimbah darah.
davian gelisah...3 anggota keluarganya sedang berjuang mempertahankan nyawanya..
davian sendirian..davian menangis..
aku harus bagaimana kalo terjadi sesuatu pada mereka..
hampir 4 jam davian berada didepan pintu ruang oprasi...dingin nya rumah sakit tak mampu menenangkan hatinya..
dokter dan perawat pun keluar masuk
tapi tak satupun memberinya penjelasan.
hanya doa yang bisa davian lakukan saat ini.
"kaluarga pasien"
"saya dokter.."jawab davian..
"peluru dilengan aman pak..yang dipunggung juga sudah kami keluarkan..untung saja tidak menembus alat vitalnya..tp beliau sekarang masih kritis.."
"tolong adek saya dokter..saya mohon"
"kita berdoa saja pak..semoga adek bapak bisa melewati masa kritisnya"
ya tuhan selamatkan adek saya rio..jangan kau ambil lagi dia tuhan..tangis davian pecah..
tak lama dokter yang menangani rezza pun menghampirinya.
"bagaimana keadaan kakak ipar saya dokter"
"maaf pak..ada retakan di kaki dan tanganya....hanya saja beliau membutuhkan waktu yg sedikit lama untuk pulih...tapi bersyukurlah alat vitalnya aman dan beliau stabil sekarang..mungkin beberapa jam kedepan beliau bisa siuman"
"trimakasih dokter.."
"sama sama pak"
"maaf bagaimana dengan asistenya.."
"asistenya tidak apa apa pak..hanya luka ringan saja..dan sudah dibawa ke ruang inap"
"makasih banyak dok."
"sama sama pak..mari pak"
rasanya sedikit lega..davian masuk ke ruangan dimana rio berbaring..
davian menangis..ini yg ke 3 kalinya davian mengalami ini..menunggu adek adeknya berbaring diruangan seperti ini..pertama bara..kedua sandra dan sekarang seseorang yg sudah dianggap adeknya..
beberapa alat bantu terpasang di tubuh rio..rio terpejam terlihat pucat..
__ADS_1
"hay..anak bodoh kau belum menikah kan..cepat bangun setelah itu akan kucarikan kau istri yang baik..aku akan memberikan kau ijin jika libur..tapi kau harus bangun bodoh.
jangan membuatku khawatir"
davian keluar dari kamar rio dan beralih kekamar rezza..tubuh rezza terbalut beberapa perban..
asisten rezza tampak menunggu bosnya
"kamu kenapa ga istirahat saja"
"saya tak apa pak"
"kamu jangan sedih..bosmu tak apa apa..kata dokter dia stabil"
"benarkah pak..lalu kenapa beliau tidak bangun pak"
"itu pengaruh obat bius..sebentar lagi dia pasti siuman"
"baik pak...trimakasih sudah menyelamatkan kami"
"heemm"
davian pun keluar..beberqpa anak buahnya menhampiri davian dan menyampqikan beberapa informasi..
"bagus..jadi mereka semua sudah ditangan pihak yg berwajib"
"sudah bos"
"apa sudah ada signal.."
"sudah bos"
"mana ponsel saya"
satu ajudanya memberikan barang barang davian dan rio..
davian segera menelpon istrinya..beberapa kali dia mencoba tapi tidak diangkat..
oia..sifa..
davian menghubungi sifa.
tut..tut..tut..ayo sifa angkat..
sifa merasakan ponselnya bergetar.
"bun..bapak tlp"
"mana sifa sini"
lintang berbicara dengan lintang..lintang terlihat bahagia namun juga sedih..sesekali lintang tersenyum setelah itu juga menangis.
lintang menutup tlpnya..lalu berjalan
menghampiri nay dan sifa..
"bagaimana lin"
"mas rezza salamat kak..tapi...rio kak..."
deg..hati sifa langsung bergetar..ada apa dengan suamiku..sifa diam sifa ingin bertanya tapi..
"rio...rio kritis kak"
nayla dan lintang saling berpelukan dan menangis..menangis bahagia karena suami mereka selamat..menangis sedoh karena adeknya diambang kematian.
sifa tidak bisa melukiskan perasaanya..sifa tak bisa mengeluarkan suaranya..seakan semua tertahan dikerongkongan..apa..apa sekarang..
bapak janji kan akan kembali..maka kembalilah kah padaku suamiku sayang..
__ADS_1
***bersambung***