
Rio mengajak Sifa ke acara penikahan teman masa kuliahnya dulu,Sifa terlihat sangat cantik dengan gamis moderenya,kecantikan Sifa dimanfaatkan oleh rumah mode Nayla sebagai Model Dimajalah milik mereka.
Rio terlihat gemas dengan istri kecilnya,jika tidak ditempat resepsi pasti Sifa sudah habis habisan digodanya,Rio merasa punya kebahagiaan tersendiri ketika Sifa malu atau bergelut manja ketika dia goda.
"Beb,aku ketoilet bentar ya"ijin Rio pada istrinya,Sifa mengangguk tanda mengiyakan permintaan Rio.
Saat mau berjalan menuju toilet Rio berpas pasan dengan seseorang,orang itu tersenyum pada Rio,sambil berjalan Rio mengingat siapa ya yang tadi tersenyum padanya,sepertinya ga asing.
Rio kembali lagi kemeja nya,Rio terkejut dia kan yang tadi ketemu di jalanan menuju toilet.perempuan itu sedang berbicang dengan istrinya Sif.
"Hay yo,apa kabar"perempuan itu menyapa Rio,Sifa melotot kearah Rio dan tersenyum.
Rio masih berusaha mengingat siapa perempuan yang ada dihadapanya ini.
"Jangan bilang kamu lupa sama aku Yo,aku Lusiana"Jawab Lusi sambil memanyunkan bibirnya.
"Oo,kamu Lusi,pantesan tadi kayak kenal,tapi lupa siapa gitu,hay Lus,apa kabar,kenalin ini istriku Sifa"Rio memperkenalkan istrinya.
Sifa dan Lusi pun berjabat tangan,mereka saling melempar senyum,banyak pertanyaan dibenak Sifa siapa sebenernya Lusiana ini.
"Fa,kamu beruntung dapet kerennya ,dulu aku dapet culunya."Rio yang sedang minum tersedak medengar apa yang diucapkan Lusi.Seketika Sifa paham,bahwa perempuan yang disampingnya ini adalah mbak mantan.
"Oh ya,apa dulu dia culun"Tanya Sifa pura pura ga tau
"Banget fa,tapi kamu tenang,dia culun tapi setia kok hahaha"Lusi terlihat bahagia ketika mengenang masa masa mereka,muka Rio memerah karena malu.
"Dia itu pendiem Fa,tapi hangat kok"Canda lusi
"Benarkah,apa kalian lama pacaranya,kok kayaknya kamu hafal banget sama dia..
?."Tanya Sifa sedikit geram
"Satu tahun kayaknya Fa,"jawab Lusi.
__ADS_1
"Kenapa kalian putus?."Tanya Sifa lagi,telinga Rio menjad panas,tapi ya sudahlah,Sifa juga berhak tau.
"Waktu itu papi pindah kerja ke Australi,Aku kan harus ikut,jadi terpaksa aku putusin dia,Maaf ya yo kalo waktu itu aku nyakitin kamu"Ucap Lusi,Rio hanya menganggukan kepalanya,Sifa paham kalo Rio ga nyaman dekat Lusi,Sifa tak melanjutkan pertanyaanya lagi,dia ga mau bikin suaminya tambah malu,tapi malah Lusi yang menggorek keteramgan tentang mereka.
"Udah lama Fa kalian nikah?."tanya Lusi
"Baru tujuh bulan Lus"Jawab Sifa.
"Wah pengantin baru ini ceritanya,selamat ya Fa,Yo,semoga awet sampai kakek nenek,oia Fa,ntar kalo aku merit dateng ya"Ucap Lusi.
"Makasih doanya,siap kalo Diundang,pasti kami dateng ya kan be"Ucap Sifa sambil memegang tangan suaminya dan tersenyum,Rio mengangguk pelan.Rion terlihat malas.
"Lus,sory hari ini kita ada janji sama orang,kita balik dulu ya"Ucap RIo pada Lusi teraenyum dan menggukan kepalanyan.
"Em,Fa boleh ga aku minta nomer kamu?."Tanya Lusi.
"Tentu,"Sifa membacakan nomer ponselnya,Lusi pun mencatatnya.
Rio dan Sifa pun meninggalkan gedung pernikahan itu,diperjalanan Rio hanya diam,Sifa tau kalo suaminya tidak nyaman.
"Hebat banget tu Lusi bisa bikin kamu ngrubah panggilan ke aku"jawab Rio jutek.
"Kamu ga suka kalo aku panggil kamu hubby,ya udah Sifa panggil bapak lagi deh"Jawab Sifa setengah menggoda.
"Aku ga mau ya kamu deket deket sama Dia"Ucap Rio sinis.
"Kenapa,dia kelihatan baik,dia cantik,menarik,elegan pasti banyak yang mau berteman dengan dia,lihat aja ni foto fotonya di iG,menantang sekali,apa dia model"Sifa seakan tak sadar dengan kata katanya.
"Ck,cepet amat kamu dapet iGnya"Ucap Rio lagi.
"Dia kasih tau barusan,ni bapak lihat di pakek bigini pak,Ya Tuhan Sexy sekali"Sifa kegirangan Rio malah emosi.
"Udahan ga lihatin yang begituan,kamu kn perempuan ga pentes lihat begituan"Rio tambah emosi.
__ADS_1
Sifa menyimpan ponselnya,Sifa merqpikan kerudungnya.Rio tersenyum melirik Sifa.
Rio memarkirkan mobilnya digarasi rumahnya,Rio hendak keluar tapi Sifa mencegahnya,Sifa tau keadaan mood suaminya sedang tidak bagus,makanya dia ingin mendinginkanya.
"Be, wait"Ucap Sifa memegang tangan suaminya.
"why"
"are u angry.?."Tanya sifa.
"No beb,aku hanya ga mau kamu deket dia,dia ga baik buat kamu,dia bohong kalo.dia bilang ninggalin aku karena ikut ortunya ke autrali,dia mutusin aku karena waktu itubaku culun dan ga punya apa apa,dia pacaran sama orang yang begitu,bahkan aku mergok kin mereka sedang begituan di kosanya."Ucap Rio geram.
"Dan bodohnya saat itu aku masih mau nerima dia,karena saat itu aku memang sayang sama dia,terahir saat dia kesekolah diantar oleh pacar barunya dia menghinaku habis habisan,saat itu aku baru sadar bahwa aku hanyalah sampah dimatanya,aku ga mau be kebaikanmu nanti dimanfaatkan ol3h dia,aku *** kamu otangnya ga tegaan."Rio memberi nasehat panjang lebar pada istrinya terkait lusi.
Sifa memegang kedua pipi suaminya dan mencium kening Rio.
"Suamiku,aku akan jaga jarak denganya,percayalah,aku tidak akan bergaul dengan hal hal buruk yang bertentangan denhan akidah,saat ini aku adalah istrimu suamiku,aku menjaga nama baikmu kemanapun aku melangkah,percayalah padaku heemmm"Ucap Sifa lembut.
Rio mencium kedua tangan istrinya.Sifa mendekatkan wajahnya ke wajah Rio,Rio langsung paham kode Itu,mereka berciuman mesra dimobil,lama mereka saling mecurahkan perasaan cinta mereka.Sifa tersenyum manis pada suaminya.
"Apa perasaanmu sudah baikan be?."tanya Sifa pada suaminya.
"Sudah sayang,Apakah malam ini aku boleh minta jatahku?."Tanya Rio nakal.
"Maaf sayang ini tanggalnya dia datang"Jawab Sifa manja.
"Selalu dia ni"Umpat Rio,Sifa tersenyum.
"Tenang sayang,aku tak akan mengecewakanmu,aku Sudah belajar,sekarang aku pandai,apa kamu percaya"Ucap Sifa terdengar nakal ditelinga Rio.
"Oh ya,belajar dari mana,dari siapa?."Tanya Rio pura pura ga tau.
"Ada deh,mau ga"tanya Sifa lagi.
__ADS_1
"Boleh siapa takut"Rio sangat bersemangat.Malam ini Sifa akan mempraktekan pengalamannya,Rio jadi ga sabar ingin merasakanya.
****Bersambung***