Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
rezza pulang nayla masih diam


__ADS_3

tepat pukul 4 subuh mereka sampai diasrama tempat rezza tinggal..deni sudah dikenal disana..oleh sebab itu dia mudah masuk.


deni mengetuk pintu rezza.


tok..tok..tok..


"siapasihh...pagi buta gini gangguin"


tok tok tok..


"iyaaaa...bentar"


rezza membuka pintu kamarnya.rezza sangat terkejut melihat siapa yang ada didepan pintunya.


rico menatapnya dengan penuh kemarahan..


tapi deni memegang pundaknya.


andai tidak ada deni..pasti rico sudah melayangkan tinjunya.


"bagus lo mas...sembunyi ja terus"


"dek..mas ga maksud gitu..mas ga mau ganggu kebagaian orang lain"


"kebahagiaan orang lain apa maksud mas"


"mbakmu dijodohkan dek..mas gak kuat ngliatnya."


rezza masuk kekamarnya dan duduk di sisi ranjang.dikamar sempit inilah rezza tinggal.


"mas..sekali lagi adek tanya..dari mana mas tau kalo mbak nay mau nikah"


"orang mas denger sendiri waktu mas dateng kerumah nay..nay sedang dilamar"


"itu emang bener mas..tapi apakah mas tau kalo penikahan itu tidak pernah terjadi..bahkan mbak nay hampir saja menjadi korban pemerkosaan mas..mbak nay merindukan mas sampai depresi mas tau"


"ga dek..mbak mu wanita yang kuat..itu ga mungkin terjadi sama mbakmu"


"kalo mas ga percaya sekaranh kita pulang dan mas lihat sendiri.."


tanpa berfikir panjang rezza mengambil baju gantinya dan membersihkan rini..rezA membereskan barang barangnya dan ikut rico pulang.


diperjalan rezza sangat tidak tenang..selama hampir 10 jam mereka lebih banyak diam


begitu mobil berhenti didepan rumah rezza langsung masuk kedalam rumahnya.


rezza langsung mendapat tamparan keras dari papinya.


"kebiasaan kamu. papi ga pernah ngajari kalian buat lari dari masalah mas..hadapi..hadapi kata papi..kenapa kamu ga mau belajar dari masa lalu"


"sekarang masuk ke kamar lihat istrimu"


rezza langsung masuk ke kamar dan melihat sendiri mantan istrinya..

__ADS_1


rezza langsung memeluk nayla dan menangis sekencang mungkin


"bunda..maafin daddy..bun..maaf"


rezza menciumi wajah nay..nay masih aja diam ga bergeming.nay hanya melihat rezza.."bicaralah sayang..aku rindu suaramu heemmm"


"bunda bilang cinta sama daddy kan..kni daddy datang sayang..daddy datang buat kamu heemm..bicaralah sayang..bilang kalo bunda juga kangen daddy"


rezza berbaring disebelah nay..rezza memeluk nay posesif...


nay memang belum mau bicara..tapi nay sudah terlelap dipekukan orang yang sangat ia cintai.


mami rezza masuk kekamar..


"bagaimana keadaanya nak"


"sepertinya dia tidur mi"


"biarkan saja mas..sudah lama dia tidak tidur seperti itu..temanilah dia dulu..lihat saja cara dia memelukmu..dia sangat merindukanmu mas"


"iya mi.."


hampir 5 jam mereka tidur dengan posisi berpelukan..rezza terbangun..rezza memainkan rambut nay...kamu harum sayang..aku merindukan iki.


pelan rezza mencium kening nay..lalu didungnya..kedua pipinya..


rezza melihat bibir nay agak sedikit terbuka.


rezza lalu menciumi bibir itu penuh kerinduan


"bunda udah bangun..bunda mau minum hemm"


nay menganguk..


"thanka god..dia merespon"


rezza mengambilkanya minum..nay meminumnya..nay beranjak dari ranjang menuju kamar mandi..rezza menunggunya didepan kamar mandi.


"udah"


nay mengangguk lagi..rezza menggendongnya..merebahkan tubuh nay di ranjang lagi.


"bunda laper"


nay mengeleng..


"bunda mau apa"


nay menunjuk dada rezza..


"bunda mau daddy"


nay manangis..rezza memeluk nay dan membisikan sesuatu..

__ADS_1


"iya sayang..daddy ga akan kemana mana lagi..daddy buat bunda seutuhnya okey"


rezza mengecup kening nay lagi..


nay membuka baju rezza..lalu menulis sesuatu disana..nay terus menarikan jemarinya disana..mulutnya tetap diam..expresinya datar.


"bunda..jangan goda daddy oke"


"bun...daddy laper..makan yuk"


nay menggelengkan kepalanya..sebenernya rezza hanya ingin menghindar..gerakan tangan nay telah membangunkan sisi lain di dirinya.


buh jangan begini...aku takut loss kontrol say..


nay benar benar tidak mengizinkan rezza kemana mana..rezza mandi aja dia menagis.benar bemar seperti anak 4 tahun yg dinggal ibunya..nay sangat posesif terhadap.rezza.


mami rezA sangat bahagia melihat perkembangan nay..nay sudah mau merespon..tak lagi datar..nay sudah mau menagis..menunjukan expresi senangnya..


"sabar ya mas...mas pasti bisa"


"ya mi..insya allah"


***


dilain tempat..vano yang mendengat berita kepulangan daddy nya sangat antusias..yapi sayang dia belum bisa betemu dengan daddy karena bunda nya tak mengizinkan siapapun mendekati rezza.


dia akan menagis jika seseorang mendekati rezza. mungkin dia merasa orang itu akan membawa rezza menjauh lagi darinya.


**rico memberi tahu lintang bahwa mas rezza sudah kembali..


lintang ingin sekali ke jkt..tapi belum bisa..disamping wo nya sedang kejar deadline..suaminya juga lagi ada proyek yv ga bisa ditinggal.


tapi lintang sangat bahagia mendengar kabar itu.


"beb...mas ezza udah ketemu"


"oh..ya..syukurlah.."


"nanti ada waktu aku mau kesana ya beb"


"oke honey"


"beb..mau makan apa"


"makan kamu boleh"


"heemmmm"


mereka menghabiskan malam panas bersama..seperti malam malam sebelumnya.


**mbak lin sm mas davian lagi happy happynya"


selamat ya mas vian..

__ADS_1


**bersambung***


__ADS_2