
nayla berjalan menuju koridor rumah sakit..dijalan nay ketemu drngan rico..
"ric"
"mbak.."
"kamu mau kemana"
"mau jenguk rio kak.."
"bareng yu"
"mari kak..oia mas rezza gimana..maaf kak rio ga ikut jemput"
"ga papa..mas mu udah baikan..tinggal pemulihan..tp harus pakek kursi roda dl..dina gimana"
"dina udah baikan kak..bayi kami juga sehat...cuma belum boleh lama lama jalan..masih harus diranjang untuk beberapa hari kedepan"
"semoga kita bisa segera melewati masa ini ya ric"
"amin mbak"
mereka pun sampai didepan kamar rio..nayla tak mengetuk pintu dulu..karena ajudan yg didepan kamar rio langsung mempersilahkan mereka masuk..nayla bengong siapa perempuan yang memegang tangan rio.
.
"ric..siapa dia"
"oo..dia sifa mbak sekertaris rio"
"tapi kok rasanya intim..apa kekasihnya"
"rico kurang tau..kita tanya aja ntar"
"eehheeemmm"nayla berdehem dan menatap sifa tajam.
sifa menoleh..dan melepaskan tangan rio..sifa mengusap air matanya dan segera berdiri..sifa menunduk.
"siapa kamu?"tanya nayla..rico hanya diam.
"saya sifa bu..sekertaris bapak"
"oo..kalo kamu sekertarisnya kenapa kamu cium cium tangan adek saya"
"maaf bu"jawab sifa.
nayla masih menatap sifa tajam..sifa hanya menunduk..baru kali ini nay terlihat jutek dengan seseorang..tentu saja sifa merasa deg degan.
nayla mendekati rio dan mengusap kening adeknya.
"hay..bocah nakal..bangun kamu..tidur terus"
ucap nay..tapi rico masih saja diam.
"apa kamu ga kangen sama vano heemm..om ganteng..bangun lah..mbak kangen senyumu..dasar pemalas tukang tidur"
nayla mulai meneteskan air matanya..
sifa juga terlihat menangis..
"yo..lo ma keterlaluan..ayolah bangun bro..lo kan udah janji sama kita bakal jaga diri baik baik"
__ADS_1
rio masih saja diam..
"fa...kamu istirahat dulu aja..biar kita yg jaga"
"ga mau..sifa mau disini temenin bapak"
rico dan nayla saling pandang..nayla mengandeng sifa dan mengajaknya duduk.
nayla menatap sifa..sifa menunduk.
"kamu suka sama adek saya"tanya nayla
"iya bu"
"tapi aku takut rio ga suka sama kamu...seperti yg kamu harapkan"
"ga papa bu..sifa sudah tau"
"apakah kamu ga takut terluka"
"ga masalah bu..yg penting bapak bahagia"
"baiklah aku percaya sama kamu..hapus air matamu..rio pasti baik baik saja"
"iya bu."sifa menangis lagi..nayla tak tega melihatnya..nayla memeluk sifa.
"segitu sayangnya kah kamu dengan adiku"
"dia suami saya bu"sifa tak sengaja melontarkan kata kata itu
"apa suami...apa maksud kamu"
"kamu serius"nayla dan rico saling pandang..rico yg dari tadi berdiri ikutan duduk.
"kamu serius fa"
"tentu..sifa ga bohong"
sifa melepas kalung yg dikenakanya..dan menunjukanya cincin yg ada kalung itu pada nayla.
"ini cincin pernikahan kami bu"sifa ga mau terlalu banyak lagi kesalahpaham tentang hubunganya dengan rio.
nayla memeriksanya..dicincin itu terukir nama rio..
nayla berjalan ke ranjang rio dan memperhatikan jari rio..nay pikir itu adalah cincin pernikahan rio dengan sandra..
dengan pelan pelan nay melepas cicin rio dan mencocokan dengan milik sifa..
nayla tersenyum melihat cincin rio..disana juga tertulis nama sifa..nayla mengenakan lagi cincin adeknya.
"kamu emang nakal ya...bangun kamu..istrimu nungguin..kasihan dia nagis terus.."
nayla tersenyum dan mengelus rambut rio.
nayla menghampiri sifa.
"apa ayah dan ibu tau fa"
"tau bu..ibu dan ayah menyaksikan pernikahan kami lewat video call"
"kalian pandai sekali..kapan kapan kamu harus jelasin sama saya..oia kamu sudah tau siapa saya"
__ADS_1
sifa tersenyum..
"kalo sifa ga salah..ibu namanya mbak nayla kan"
"dari mana kamu tau"
"ibu mirip masa ibu bos saya..kata bapak ibu bos punya kakak namanya mbak nayla..ibu adalah mbak angkat bapak kan"
nayla tersenyum..rico juga..
"saya jadi pusing dengerin kamu sifa.."
"apa ibu kurang paham"
"bukan bukan itu..kamu sudah sebulan kan nikah sama rio..trs kamu masih panggil dia bapak"
"sifa nyaman aja bu"
nayla tersenyum.."sifa..kamu panggil aku mbak aja.."
"ga sopan bu"
"kenapa..aku kan mbak nya rio berarti aku mbak mu fa"
"apa tidak apa apa"
"ga papa fa...apa davian tau"
"belum bu"
"wah..kalian bener bener ya..kamu ga takut sama davian hah"
"takut bu.."
nayla dan rico tersenyum..
"sabar ya fa..percayalah kami semua bersamamu"
sifa menangis.."sifa takut bu..bapak ga bangun bangun"
nayla dan rico menguatkan sifa..
"dia pasti bangun fa..kan udah stabil"
sifa melihat ke arah rio..sifa terus mentapnya..sifa sepertinya melihat tangan rio gerak..
"mbak..sepertinya tangan pak rio gerak"
"mana fa"
mereka bertiga mengampiri ranjang rio..
"benar fa..tangan rio gerak..ric tolong panggil dokter"suruh nay
"baik mbak"
rico keluar dan memanggil dokter..dokter menyuruh mereka menunggu di luar..
lama...
**bersambung***
__ADS_1