Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
Kegelisahan Sifa


__ADS_3

Mendengar suara pujaan hati ketika mau tidur adalah kebiasaan Sifa, Sifa sangat menyukai suara serak Rio, menurutnya suara adalah suara tersexy yang pernah ia dengar.


Suara Azan Subuh berkumandang namun Sifa belum bisa memejamkan matanya, obrolan para tamu dirumah mertuanya siang tadi berhasil mengusik ketenangan hatinya.


Sifa membuka aplikasi dihenfonya, Sifa membaca bagaimana cara dan waktu terbaik berhubungan suami istri agar cepat berhasil.


"ahh aku apa apaan sih, malah jadi pengen".Sifa memukul kepalanya sendiri, setelah membaca bacaan tentang itu pikiranya malah melayang membayangkan keindahan suaminya.


"Tau begini mending aku ga baca tadi"Sifa menaruh henfonya lagi dinakas lalu dia bergegas mandi dan sholat subuh.


Mata Sifa baru berasa capek ahirnya dia pun terlelap.Sifa lupa hari ini dia ada jadwal pemotretan.


Rio masuk kedalam rumah, sepi, tapi Rio santai setau Rio hari ini istrinya ada pemotretan di butik milik Nayla.


Rio melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, Tumben Slimutnya berantakan, pelan pelan Rio menyingkap slimut Itu, Rio terkejut ternyata istrinya masih terlelap.Rio hanya tersenyum


Rio melihat istrinya sangat cantik ketika terlelap.


"Apakah dia begadang semalam, tumben banget jam segini masih bobo"guman Rio.


Rio ikut masuk keselimut Sifa, Rio memeluk dan menciumi istrinya, Sifa yang merasa tidurnya terusik langsung membuka matanya dan menjerit.


"Aaaaaa"


"Apa an sih sayang, ini mamasmu lo"jawab Rio tanpa dosa.


Sifa menutup mulutnya, Sifa mengedip ngedipkan matanya masih tak percaya, apakah dia bener suamiku, atau jangan jangan aku cuma mimpi atau halu gara gara baca tadi, Sifa meraba wajah suaminya, Oia bener ini suamiku.

__ADS_1


"Mamas kapan dateng, Sifa ga tau kalo mamas pulang hari ini."Tanya Sifa.


"Gimana mau tau, orang jam segini bobo gitu"Jawab Rio.


"Maaf mas, Sifa semaleman ga bisa bobo"balas Sifa


"kenapa?".


"Kangen sama mamas".


"Heemm, cuma tiga hari sayang"


"Jangankan tiga hari satu jam juga sifa udah kangen mas, peluk".Manja Sifa.


"Duh, manjanya istriku ni"Ucap Rio, Rio pun menuruti keinginan istrinya, Rio mendekap erat kekasih hati nya ini.


"Mas bolehkan Sifa bertanya sesuatu"


"Mau tanya apa sayang"


"Sebesar apa mas sayang sama Sifa"


"Sebesar Kamu menyayangiku sayang, bahkan lebih dari itu"


"Benarkah"


"Tentu saja apa kamu ragu"Rio melihat kekhawatiran di mata istrinya.

__ADS_1


"Kenapa kamutiba tiba tanya itu yank, kamu ragu denganku heemm"Tanya Rio.


"Tidak mas, Sifa hanya takut suatu hari nanti kalo Sifa ga bisa kasih sesuatu yang Mas mau mas akan ninggalin Sifa"Mata sifa berkaca kaca.


"Tidak akan sayang, kita akan menua bersama heeemm, percayalah pada mas mu ini"Rio mencium kening istrinya mesra.


"Mas"


"Apa"


"Jika Sifa tidak bisa melahirkan anak untukmu apakah mas akan meninggalkan Sifa?"Tanya Sifa lagi, Rio benar benar terkejut dengan pertanyaan istrinya.


"Kamu kenapa sayang, kenapa.tiba tiba bertanya seperti itu hemm, emangnya kamu ada sakit"Tanya Rio balik.


"Ga mas, Sifa hanya takut, mas tau kan oramg tua Sifa saja ga menginginkan Sifa"Buru buru Rio menutup mulit Sifa dengan jarinya.


"Yank, kamu tau, sebelum aku ketemu kamu jiwa ku terasa mati yank, rasanya aku malas sekali hidup, tapi sejak kamu datang dan membawa cintamu aku merasa hidup lavvi yank, lalu dengan alasan apa aku harus meningalkanmu, hanya karena kita tidak memiliki keturunan, itu tidak masuk akal yank"Jawab Rio.


"Bagaimana dengan orang tuamu mas, apakah mereka bisa terima itu"kekhawattiran Sifa malah memuncak.


"Sayang, ini rumah tangga kita, nahkodannya aku, kenapa kamu menghawatirkanya, serius deh kamu meragukan cintaku"Rio tersenyum.


"Enggak mas, Sifa sayang sama Mas, ga mungkin Sifa ragu, Sifa hanya memastikan, Sifa ga mau pisah sama mas, Mas Milik Sifa pokonya"Rio tersenyum dan mulai nakal.


"Hay, bukankah hari in kamu ada jadwal pemotretan hemmm"


"Astafirruallah, Sifa lupa bagaimana ini hah"Sifa langsung bangkit dan masuk kee kamar mandi, Rio tertawa melihat tingkah koyol istrinya, padahal Rio sudah membaca pesan Nayla bahwa pemotretan hari ini dibatalkan.

__ADS_1


***Bersambung****


__ADS_2