Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
aku mencintaimu


__ADS_3

Nayla sedang membantu suaminya mandi.


"bun..maaf..aku merepotkanmu"


"daddy ga boleh ngomong gitu..daddy tau..daddy kembali saja bunda sudah sangat bahagia.."


"bun..aku mencintaimu"


"bunda juga dad..daddy tau sebesar apa bunda mencintai daddy"


"bun..jika daddy ingat lagi..daddy sangat menyesal meninggalkan bunda..jujur waktu itu daddy ragu..haruskah aku merelakanmu..kata kata itu terus bergejolak didalam dada daddy bun.."


"ahirnya daddy pun meninggalkan bunda kan..tanpa menoleh kebelakang lagi..daddy tau waktu daddy memgirimkan surat itu..bunda hancur dad..hati bunda pun mengatakan haruskah aku merelakanmu..tapi pada ahirnya bunda pun pasrah..."


"Bunda..semoga kita tidak akan mengalami hal itu lagi ya bun"


"iya dad...sudah banyak hal yg kita lalui..bunda tak ingin kata itu terulang lagi


"terimakasih banyak ya bun..bunda udah sayangi daddy dan anak anak daddy..oia bun gimana keadaan rio"


"kemarin pas bunda dateng udah stabil dad..coba nanti aku tanya sifa"


"sifa..siapa itu bun"


"istri rio"


"hah..istri rio..kok daddy ga tau"


"iya mereka menikah diam diam..bahkan lintang dan davian aja ga tau"


"wah..bener bener rio..cari masalah ama bosnya"


"haha...gimana ya dad kalo davian tau"


"alamat kena somasi bun..haha..biarkan sajalah..coba tanya lintang bun..siapa tau mereka sudah tau keadaan rio"


"baiklah"


nayla membantu suaminya berpakaian lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi lintang..


tut..tut..tut..


"ya kak"


"lin..lagi dimana"


"habis dari rs kak..jenguk rio"


"sepagi ini"


"iya kak..tadi jam 3 pagi kami dapat kabar kalo rio sadar..davian tak sabar ingin segera melihatnya..tapi apakah kakak tau kami memergoki sifa sekertaris rio tidur satu ranjang dengan rio.."


"apa davian marah"


"tentu saja..davian menganggap mereka pasangan selingkuh hahaha"


"seharusnya itu tidak salah lin..kan mereka suami istri"


"hah...kakak bilang apa.."


"mereka suami istri lintang"


"kakak serius"


"tentu..tp jangan marah sama mereka..pasti mereka punya penjelasan"


"kalo lintang sih ngerti..tapi tau deh big bos kita..hahaha..serahkan semua padanya saja kak"


"ya udh thx ya lin infonya..nanti sore insya Allah aku dan mas mu tak kesana"


"baiklah kah.."


tuttt..


.....


"kenapa mom..kok momi senyum senyum"


"ini soal rio dan sifa...mereka sudah menikah tau dad"


"hah...apa mom..mereka menikah" tanya davian terkejut..


"he em..kemarin sifa cerita sama kak nay"


"mereka main main.sama daddy..awas aja"


"dad kita ga goleh gitu..mereka pasti punya alasan"


davian diam..dia tampak kesal..lintang membiarkanya..biarkan davian agak sedikit tenang.


***rumah sakit..


"fa..apa kamu ga seneng aku sadar..kalo gt aku bobo lagi aja"


"ehhh..jangan pak..sifa ga mikirin itu"


"lalu..dari tadi kamu cuma diem"


"sifa bingung pak..gimana nasip sifa nanti..sifa udah dipecat"

__ADS_1


rio melihat muka sedih istrinya..rio ketawa..


"hahaha...kamu lucu sekali sifa"


"bapak...ahhh..sifa serius"


"kamu dipecat pak davian kan..kerja sama aku aja nanti"


"'lah..sifa kerja apa..kan dari dl kerjaan sifa emang bantu bapak kan"


"iya..tapi bos nya kan lain..."


"ahh..tau lah pak sifa pusing..sifa mau bobo aja"


sifa beranjak dari dudukya..dan merebahkan dirinya kesofa..sifa menutup seluruh tubuhnya dengan selimut..


rio tersenyum.


jadi kamu kalo galau sembunyi begitu..


rico yg mendengar rio sudah sadar langsung turun kebawah..dia mengajak rangga sekalian melihat rio..karena kebetulan rangga sedang mengantar beberapa berkas yg harus rico tanda tangani.


"bro"sapa rico


"sstttt"


"kenapa"


"tu.."rio menunjuk ke arah sofa..


"siapa itu bro"


"sifa..lagi galau"


"kenapa"


"tadi pagi ketahuan sm pak bos tidur seranjang sama gue..lalu kena pecat sama pak davian"


"loh kok bisa dia seranjang ama lo"


"gue suruh ajudan naikin semalem hahaha"


"gila lo bro..bini sendiri lo kerjain"ucap rico..rangga melongo..rio hanya tersenyum.


"hah..bini..serius"tanya rangga tak percaya.


"seriuslah...yang masih jomblo akut disini tu cuma elo ga"goda rico


"jangan gitu lah bos..ini juga usaha.."jawab rangga


"usaha apaan"tanya rio


"enak aja...lo ame suster..siapa waktu itu"


timpal rio


"suster nisa..haha..iya lo ama dia aja..dia juga cute kok"goda rico lagi..


"ogah.."jawab rangga..


"ogah apaan..ntar kali dia bener bener ama tu cewek lo kasih apaan ric"tanya rio


"biaya nikah gue tanggung 100%"jawab rico


"100% bos..serius"jawab rangga semangat


"tapi kudu ame nisa..kalo yg laen bayar sendiri"


"yah..bos ma gitu"ucap rangga sambil manyun


..tok..tok..tok..


"masuk" jawab rico


seorang suster masuk membawa botol infusan..ya..itu suster nisa yg barusan mereka bicarakan.


"waduh..pucuk dicinta ulampun tiba"celetuk rico..rio pun tertawa sampai sifa terbangun.


sifa membuka selimutnya..dan terkejut melihat mereka bertiga sedang menggoda suster..


"hay sus"sapa rio menggoda..mata sifa melotot..rio langsung ciut..


nisa hanya diam..mata nisa menatap rangga..


rico berkacak pinggang..


"maaf..bisa minggir sebentar"ucap nisa ketus..


sifa bangun dan melototi mereka bertiga..


"marahin aja sus..dasar laki laki..lihat cewek bening dikit pada ribet"ucap sifa seraya masuk kamar mandi dan membanting pintu.


"mati lo yo..bini lo ngambek"kata rico..rio hanya tersenyum..


"maaf..anda bisa geser sedikit"nisa memberi intruksi pd rico agar bergeser..rico pun pindah kesebelah ranjang rio..


tinggalah rangga yg berdekatan..


rangga terus memperhatikan nisa yg sedang bekerja..

__ADS_1


rio dan rico senyum senyum..


"sus..maafkan kami"ucap rio memecah keheningan..


"heemmm"jawab nisa..


"sus..asli mana"tanya rico


nisa menatap tajam mereka bertiga..nisa menghela nafas dalam..


sifa keluar dr kamar mandi dan menjawab.


"sus..sebaiknya jangan ladenin para buaya ini.."


"beb..jangan gitu temen kita lagi usaha juga"


jawab rio melirik rangga..sifa diam.


"pak..tugas saya sudah selesai..saya permisi dulu"jawab nisa


"ga..anterin suster nisanya"suruh rico..


rangga menunjuk dirinya sendiri dan menuruti perintah rico.


.rangga mengantar nisa keluar.


rangga menutup pintu ruangan rio dan mulai memberanikan diri bicara pada nisa..


"sus..maaf soal kemarin"ucap rangga mulai membuka suara.


"ga papa pak..saya juga minta maaf..waktu itu pikiran saya sedang kacau"


"jangan panggil saya pak dong..terkesan tua..panggil aja rangga"


"baik..anda bisa panggil saya nisa"


"baik nisa..maukah kamu berteman denganku"


rangga mengulurkan tanganya.


"tentu saja"nisa menyambutnya.


"boleh minta nomer kamu"ucap rangga..


"tentu"


nisa membacakan nomer ponselnya..rangga mencatatnya..


"oke..itu nomer aku ya.."


"he em"jawab nisa lembut..duh hati abang meleleh neng batin rangga.


"ya udah kamu kerja gi"


"he em..saya permisi..assalamualaiku"


"waalaikum salam"


nisa melangkah menjauh..rangga memegang dadanya..hufff..perasaan apa ini..batin rangga..


...


didalam ruangan..rico masih bercanda sama rio..hati sifa masih kesal.


sifa membuatkan mereka kopi dan menaruhnya dimeja makan..


"kopinya pak"


"oke thanks sifa..maaf ya fa kalo kami ber 3 bikin lo ga enak"


"ga papa pak..sifa juga minta maaf"ucap sifa sambil menunduk..


"sini beb"panggil rio


rico pun pindah duduk disofa..rangga masuk dengan wajah berseri seri..


"gimana ga..lancar"


rangga tersenyum


"doanya aja bos"jawab rangga


"haha..roman romanya ada cemistry ni"goda rio.


"ah..sial lo yo..eh cerita dong kok kalian nikah diem diem sih"ucap rangga.


sifa dan rio saling menatap dan melempar senyum.


"ini rahasia kita ya beb.."ucap rio..


"iye iye..yang udah bucin"ledek rico.


rico dan rangga duduk sambil menikmati kopi buatan sifa..sifa dan rio masih berpegangan tangan dan saling memandang..


"aku mencintaimu istriku sayang"


"aku juga mencintaimu suamiku"


mereka terasenyum lagi..

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2