Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
Menerima


__ADS_3

Semalama Sifa memikirkan apa yang suami nya ucapkan, Sifa tak menyalahkan apa yang suaminya ucapkan, dia malah berterimakasih dalam hatinya bahwa suaminya telah membuka hatinya yang lama tertutup kenyataan hidup yang diketahuinya.


Sifa memiringkan tubuhnya, dia tersenyum ketika menatap wajah teduh suaminya dia sangat indah bahkan ketika tidur.


Sifa kembali tersenyum, gemes deh pengen aku bangunin rasanya ga puas kalau hanya ngobrol satu apa dua jam sama dia, suaranya selalu bikin tenang hati Sifa ini kah keadilanmu untuk ku Tuhan, Engkau kirimkan seseorang untuk menjaga dan menemaniku sebagai ganti Engkau telah memisahkan aku dari Bapak Ibu ku.


Rio menghela nafas kasar pertanda dia mau bangun, Sifa terus memperhatikan pria tampan didepanya, tak lama Rio pun membuka matanya.


"Eemmmm... pagi sayang." sapa Rio.


"Pagi juga suami tampanku." balas Sifa.


"Eemmm ngrayu sini.." ucap Rio sambil meraih pinggang Sifa dan dengan manjanya dia menciumi leher istrinya.


"Mamas geli ah." manja Sifa.


"Biarin gemes mamas dasar kecil." goda Rio.


"Bukan Sifa yang kecil mama yang super big." balas Sifa.


"Apa super big apa sini mana yang berani ngatain mamas ha, ayo sini." Rio benar benar dia mengelitik perut Sifa dengan semangat.


"Aaaaa, mamas ampun iya sori aaaa ampun mamas." Rio bertambah gemas dia pun kembali memeluk tubuh kecil istrinya yang ngos ngosan seperti habis lari maraton.

__ADS_1


"Mamas rusuh ahhh." ucap Sifa sambil mengecup mesra bibir suaminya.


"Semalem kamu ga bobo ya?" tanya Rio. Sifa mengangguk, dia tau bahwa Sifa akan selalu jujur padanya, bagaimanapun kondisi hatinya.


"Sifa sudah pikirkan mas Sifa mau ketemu sama bapak sama Ibu." ucap Sifa.


"Serius kamu mau?" tanya Rio memastikan.


"Mau mamas, temenin." pintanya.


"Pasti sayang, kapan mau ketemu?" tanya Rio lagi, biar dia bisa mengatur jadwalnya dia juga takut kalau pas Sifa mau Davian juga memanggilnya.


"Hari ini mamas repot ga?" tanya Sifa.


"Kayaknya ga ada mamas, kemarin mbak Nay mau pergi ke Bangkok diabada event disana." jawab Sifa.


"Baiklah sayang hari ini kita cari bapak sama ibu, yang penting iklaskan dulu atas semua yang terjadi sama kamu selama ini biatlr nanti enak ketemunya ga ada kemarahan, ga ada benci ga ada dendam juga oke." ucap Rio mengingatkan, Sifa merasa sangat beruntung jika Rio berada dimode kedewasaanya.


"Mas."


"Heemm"


"Sifa sayang mamas." ucap Sifa.

__ADS_1


"Mamas tau sekarang mandilah kalau ga mamas dulu aja yang mandi kamu liburkan Sholatnya." ucap Rio.


"He em Sifa libur." jawab Sifa.


Meskipun libur sholat Sifa selalu bangun bagun pagi untuk menyiapkan keperluan suaminya, memasak untuk sarapan apa lagi kalau suaminya libur ga kerja dia biasanya selalu mengajaknya masak bareng Rio memang hobi memasak meski yang dimakanya sedikit, bahkan tak jarang dia ngajakin istrinya masak banyak dan dia akan membagi bagikanya pada mereka yang kurang beruntung.


****


Dipagi menjelang Rio menghubungi ibu panti dimana dulu Sifa dibesarkan dia menanyakan dimana alamat atau paling tidak dimana sekarang orang tua istrinya berada.


Rio mendapatkan jawaban yang cukup mengejutkan, keberadaan mertuanya ternyata sangatlah dekat dengan mereka bahkan yang lebih mengejutkan lagi adalah ibu mertuanya sedang berada dirumah sakit dan saat ini beliau sedang berjuang melawan penyakit yang mengrogoti tubuhnya, sungguh miris sekali.


Rio melihat istrinya sudah siap dengan baju kurung nya, Sifa terlihat cantik dan modis, maklum biar begitu dia kan model sekarang meskipun dia hanya menerima job dari satu produk yaitu milik Naila istri dari mantan captain pilot babang Rezza yang tampan .


"Mas, giman ibu panti udah kasih alamat dimana ibu sama bapak tinggal?" tanya Sifa, Rio terlihat resah dia bingung bagaimana caranya dia menyampaikan berita tak menyenangkan ini.


"Emmm, Fa kamu yang kuat ya." ucap Rio.


"Yang kuat emang kenapa mas?" tanya Sifa.


"Ibu sekarang ada dirumah sakit beliau sedang berjuang melawan kanker darah yang dideritanya." jawab Rio, Sifa tertegun tak percaya. Sifa menatap shock kearah suaminya, dengan sigap Rio memeluk tubuh istrinya agar tak tumbang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2