
nayla menatap kosong dinding kamarnya..sejak iaa keluar dari rumah sakit..nayla tidak mau bicara pada siapun.
dokter mendiaknosa nayla depresi..
tapi nayla sama sekali tidak pernah berteriak.
nayla hanya mendengarkan orang bicara padanya.
tanpa meresponya.
lintang sangat sedih melihat kakaknya seperti itu.
nayla tidak mau keluar kamarnya.nayla melakukan apapun hanya dikamarnya.
makan tidur mandi..bahkan mama nya sering melihatnya menangis sambil meringkuk seperti bayi.
tapi tetap diam.
bahkan vano putra kecilnya pun tak mampu membuatnya bicara.
mama dan ayah nayla berulang kali minta maaf padanya..tapi nayla hanya diam.hari demi hari tubuh nayla sangat kurus...dan menjadi lemah.
sudah hampir sebulan kejadian itu berlalu.namun tak ada perubahan.nayla berinisiatif meminta bantuan rezza.siapa tau rezza bisa menyembuhkanya.karena rezza lah satu satunya laki laki yang sangat nayla cintai.
lintang dan davian terbang ke jakarta untuk menemui rezza.
lintang sampai dikantor rico.
dengan senang hati rico menyambutnya.
"hay lin.."
"hay rico..."
"siapa dia"tanya rico menanyakan siapa davian
"dia davian suamiku"
"kau benar benar menikah baby..kau membuatku sakit"ucap rico sambil memegang dadanya.
"tega lo lin..ga ngundang mas mu ini,"
"kami hanya nikah sederhana aja mas..hanya keluarga waktu itu..ntar kalo resepsi pasti kamu undang..okey"
"janji.."
"ya..."
"oia..apa yg membuatmu kemari"tanya rezza
"kami datang kemari karena ingin meminta bantuan mas ezza rico"
"kenapa.."
lintang menceritakan yg terjadi dengan kakaknya..rico memdengarkan dengan baik..
"kurang ajar sekali laki laki itu.
berani beraninya dia..lalu apakah kalian melepaskanya begitu saja"
"tentu tidak rico..davian sudah mengurusnya..bolehkah kami bertemu dengan mas ezza.aku sudah sebulan ini tidak bertemu denganya"
"maaf lin...aku akan bantu sebisaku..kami sekeluarga kehilangan kontak.dengan mas ezza..mami saja sekarang sedang sedih lin.
mami pikir mas ezza marah pada kami.kami tidak tau kalo kemarahan. mas ezza karena kakakmu yg mau dijodohkan..mungkin secara tidak langsung mas ezza mendengarnya."
__ADS_1
"apakah kau benar benar tidak tau mas ezza kemana"
"mbak nay itu kakak ku juga lin..aku juga ga tega mendengar kabarnya seperti itu..aku berjanji akan membawa mas ezA secepatnya..percayalah padaku lin.."
"trimakasih banyak rico..aku sangat mengharapkan bantuanmu"
"sama sama"
"kami permisi dulu..asalamualaikum"
"waalaikum.salam"
****
rico mendapat titik terang..berarti kakaknya terahir kali dikota surabaya.mungkin benar dia tidak sengaja mendengar pas nayla lamaran.
rico menyewa beberapa detektif terbaik untuk mencari mas nya.
"dimana kamu mas"
rico termenung..
dia kaget karena mendapat tlp dari livia
"ya kenapa"
"maaf mas..saya ga bisa datang hari ini..ibu saya sakit"
"heemmm...apakah kau tak bohong"
"tidak..kau boleh kerumahku kalo tidak percaya."
"heemmm dimana rumahmu"
"ya allah..kau benar benar mas..aku pasti akan melunasi hutangku segera..kau menjengkelkan"
tuuutt...
"ya allah cuma mau minta libur sehari aja..dia marah marah"
livia segera mengshare lokasinya..dia ga mau rico menganggapnya melarikan diri.
sejam kemudian rico berada didepan rumah kecil dengan type 36 itu..sangat rapi batin rico..rico mengetuk pintu rumah livia..
"ya...sebetar.."
terdengar suara dari dalam menuju pintu.livia membuka pintu..dan melihat bosnya ada didepan rumahnya.
dia tak kaget..karena rico sudah bilang mau kerumahnya.
"masuk mas"
rico menyerahkan buah tangan kepada livia..
"dimana ibumu"
"dia dikamar mas..mari"
livia membawa rico kekamar ibunya..
terlihat ibunya sedang tidur.wajahnya sangat pucat.
rico mengajak livia keluar.mereka duduk diruang tamu.
"ibumu sakit apa liv"
__ADS_1
"fertigo mas"
"udah dibawa ke dokter"
"ibu ga mau mas"
"kau tinggal bersama siap selain sama ibumu"
"sebenernya sama abang ku mas..tapj dia sekarang lagi tugas ke kota A..misi kemanuasiaan"
"apakah itu abangmu liv"
"betul mas"
"sini kamu"
rico menyuruh livia duduk didekatnya.
livia menurut.
"apakah hidupmu berat.."tanya rico
"tidak mas..aku baik baik saja"
"maafkan aku sudah membuatmu lebih susah"
"tidak mas...aku hanya mau bertanggung jawab atas kesalahanku"jawab livia..dia menunduk.
"kalo kamu butu apa apa bilang aja jangan takut"
"iya mas.."
"ya udah aku balik dulu ya..kalo ada apa apa kamu tlp aja"
"baik mas"
tiba ta rico memeluk livia.livia hanya diam tak bergeming.livia meraaa bahwa jantung nya akan copot.
ya tuhan..apa yg terjadi denganku.
rico pun meninggalkan kediaman livia.diperjalanan pikiran rico terpecah belah..antara pujaan hatinya livia..keberadaan rezza dan nasib nayla.
rico melajukan mobilnya ke kediaman orang taunya.
rico menemui mamanya..rico ingin mengajak mama nya untuk menjenguk nayla.dan bertemu dengan vano cucunya..karean selama ini rezza belum bengizinkan mereka bertemu.
maminya rezza menagis sedih menengar nasip mantan mantunya itu.
"besok kita jenguk mbak mu ya dek"
"ya ma..besok kita kesana..nanti aku minta alamatnya sama lintang"
"lintang???"
"iya dia tadi siang ke kantor ma"
"kenapa ga mampir kesini.dia kesini sama siapa dek"
"dia sama suaminya ma"
"suami..dia udah nikah..kok kita ga diundang"
"mereka menikah sederhana aja mi..nanti insya allah kalo resepsi kita diundang"
"baiklah.."
__ADS_1
***bersambung***