
sandra terlihat mengotak atik ponsel rio..davian dan lintang mendekati.
"eheemmm"
"ada apa dav"tanya sandra
"sejak kapan"
"sejak kapan apanya"
"itu..otak atik ponsel orang"
"kami kan temenan..emang ga boleh ya"
"boleh...lebih juga ga papa.."
rezza dan nayla hanya senyum senyum
"jadi bener kamu sama dia pacaran"
sandra hanya diam cuex..davian tau benar sifat sandra..sandra ga suka di introgasi..
heemmm..kamu ga kena lihat aja ntar pacarmu..tunggu saja
rio datang dan dan langsung duduk bergambung dengan sandra lintang dan davian..lintang dan davian memandang rio.
"ada apa pak..kenapa bapak dan mbak lintang melihat saya seperti itu"kata rio menyelidik.
sandra memberikan ponsel dan dompet rio..tapi jasnya masih dipangkuan sandra.
davian mengela nafas dalam..melipat kedua tanganya didada.
"sejak kapan kamu dekati adek saya"
"la..katanya hari itu mau dipanggilin penghulu..sekarang aja pak..saya siap"
"ngledek kamu ya..ga mau tau potong gaji bulan ini"
"jangan lah pak..buat modal nikah juga"
"emang kamu mau nikah sama siapa"
"la yang mau bapak nikahin sama saya waktu itu siapa"
"emang daddy bilang apa"tanya lintang.
"ya kan waktu itu saya becanda..kok sekarang kamu jadi serius"
"urusan hati ma ga ada istilah becanda pak..ya kan beb"ucap rio menetralkan kegugupanya..sebenernya dia ga enak sama davian..secara davian kan bos nya.
"saya tanya sekali lagi sejak kapan"
tanya davian penuh selidik..sandra dan rio saling pandang.
nayla berbisik pada rezza"dad..pasti mereka panas dingin sekarang"rezza dan nayla senyum senyum.
"kami ketemu pertama kali di pernikahan rico dan dina..dia nolongi gue ganti ban mobil"
"lalu"
"ya itu kita jadi dekat"jawab rio..
"apakah kamu serius dengan adek saya rio"
"saya serius pak"
"baik..kalo gitu pernikahan kalian seminggu lagi..kalian terima beres"
"dav..cepet banget..baru juga jadian"
"pacaran setelah menikah lebih baik..mau ngapa ngapain halal..paham"ucap davian tegas.
"saya siap pak"jawab rio mantap
"bagus.."
"aku sumbang baju pengantinya ya..kalian mau kan"ucap nayla menawarkan diri..
"saya wo nya"lintang
"baik..kalian boleh pulang..sandra mana kunci mobil kamu"
__ADS_1
"buat apa..nanti gue pulang gimana"
"rio..mulai hari ini..lo jagain adek gue.."
"siap pak"
"besok kamu libur..fiting baju..dan siapkan berkas berkas pernikanan..berikan pd saya.."
"baik pak"
sandra hanya diam dan menerima..
rio pun pamit dan membawa sandra..
di mobil sandra hanya diam..
"kenapa beb"
"aku takut "
"apa yang kamu takutkan"
"aku kotor yo.."
rio menepikan mobilnya..rio memeluk sandra..
"apa kamu masih trauma"
"iyaa"
"apa kamu percaya padaku"
"aku percaya"
"bagus"
rio melajukan kendaraanya ke apartemenya..sandra protes.
"ini bukan jalan kerumah saya yo"
"iya..memang bukan..kamu kan tadi bilang percaya sama saya kan"
"heemm"
mereka pun sampai di apartemen rio.
"kita mau kamana yo"
"rumahku..ayo masuk"
mengandeng tangan sandra..sandra hanya pasrah menerimanya.
apartemen rio tidak besar.
lagian kan dia tinggal sendiri..disana hanya ada kamar yg terhubung dengan kamar mandi dan wodrop..lalu dapur dan ruang tamu juga berdekatan..disana hanya ada satu sofa panjang dan tv..
"maaf rumahku kecil"
"ga masalah..ini simple"
"nanti kalo kita dah nikah..aku beli yang gedean ya"
"kita tinggal dirumahku aja gimana..jadi uang nya bisa buat yg lain"
"terserah kamu aja honey"
"ya udah kamu mandi gi..bentar lagi makanan kita dateng"
"kok beli..emang ga ada bahan"
"cuma ada air meneral doang dikulkas.."
"kamu ga suka masak.."
"sukalah..pandai aku masak..ayahku kan koki"
"benarkah.."
"iya ayahku punya warung pinggir jalan"
"apa aja yo..yang penting halal"
__ADS_1
"kamu harus tau siapa aku beb..aku bukan dr kalangan orang yg ada..berkat bantuan mbak nayla dan mbak lintang mereka membatuku mencari pekerjaan..mereka mengenalkan aku pada almarhum pak bara"
"benarkah."
"iya...aku adek angkatnya mbak nay"
"wow..kok bisa"
rio pun menceritakan panjang lebar yentang dirinya ke sandra.
"eemmmm....kira kira ibu sama ayahmu auka ga ya sama aku"
"suka..ibu dan ayahku sudah tau kok"
"oh ya.."
"ibu bilang kamu cantik"
sandra senyum senyum malu..
"ya udah mandi sana"
"ga usah habis makan aku pulang aja"
"aku ga ijinjn kamu pulang..kan pak dev tadi bilang suruh jaga kamu"
"heemm..modus..ya ga gt juga..pokokya habis makan aku pulang.."
"aku ga mau anter..dan aku juga udah kunci pintu kamu mau lewat mana"
"rio..ga nakal deh"
"nakal.sama istrinya kan ga papa"
"belum..pak..baru calon"
"yang penting kan udah dapet restu..udah sana mandi dl bentar lagi makanan dateng..apa mau mandi bareng"
"gaa.."sandra sepontan menutup dadanya.
rio tersenyum.."ngapain ditutupin..aku dah pernah lihat"
"dasar mesum.."sandra melempar bantal sofa kearah rio.
"aku pakai baju apa"
"kamu pilih aja dilemari aku"
"emang kamu punya bra"
"ga ada ga usah pakai"
"ga nanti kamu mesum"
"ga beb..tapi ga tau juga kalo khilaf"
"tu kan."
"iya iya..udah sana mandi..kalo ga aku mandiin ni"
"ga"sandra berlalu dan mandi..sandra memakai kaos oblong dan celana bahan rio..sandra memakai ikat pinggang rio boar ga mlorot.
rio tersenyum melihat gadisnya memakai bajunya.
"beb..kami ga ganti branya"
"ga ada kan"
"ukuran kamu berapa..biar aku surub orang cari"
"cewek apa cowok yg mau disuruh.."
"cewek lah"
sandra memberi tau dan rio langsung membelinya..
"makan dl beb"
"oke"
mereka menikmati makananya..sesekali rio jail
__ADS_1
**bersambung***